Said Iqbal Dikabarkan Masuk Lingkar Istana, Andi Gani: Saya Dengar Akan Jadi Penasihat Presiden

said-iqbal_169

Presiden Buruh Said Iqbal. (Foto: Pradita Utama).

Newestindonesia.co.id, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, mengaku mendapatkan informasi bahwa Presiden Partai Buruh sekaligus Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, akan bergabung dengan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Andi Gani, Said Iqbal disebut-sebut akan mengemban tugas sebagai Penasihat Presiden Bidang Ketenagakerjaan. Kabar tersebut disambut positif oleh dirinya karena dinilai dapat memperkuat perjuangan kaum pekerja melalui jalur pemerintahan.

“Belum lama ini saya mendapatkan informasi Presiden KSPI Bung Said Iqbal akan ditunjuk menjadi Penasihat Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan tentu saya pun memberikan dukungan penuh,” kata Andi Gani kepada wartawan, Minggu (7/6) dikutip melalui detikNews.

Dinilai Jadi Sinergi Baru Gerakan Buruh

Andi Gani menilai masuknya tokoh buruh ke dalam pemerintahan dapat menciptakan sinergi yang lebih kuat antara gerakan buruh yang berada di dalam lingkar kekuasaan dan yang tetap berada di luar pemerintahan.

Menurutnya, perbedaan posisi tersebut tidak seharusnya menjadi penghalang dalam memperjuangkan kepentingan pekerja Indonesia. Sebaliknya, hal itu dapat menjadi strategi yang saling melengkapi demi memperkuat suara buruh dalam proses pengambilan kebijakan nasional.

“Merupakan suatu sinergitas yang luar biasa pimpinan buruh yang memilih berada di lingkaran kekuasaan dan pimpinan buruh yang memilih di luar pemerintahan untuk saling mendukung terhadap perjuangan buruh Indonesia,” ujarnya.

Pernah Ditawari Jabatan Setingkat Menteri

Dalam kesempatan yang sama, Andi Gani mengungkapkan dirinya sempat ditawari posisi Ketua Dewan Kesejahteraan Buruh yang memiliki kedudukan setingkat menteri. Namun tawaran tersebut tidak diterimanya karena sejak awal memilih tetap menjadi pemimpin buruh di luar pemerintahan.

Ia menjelaskan bahwa sejak era pemerintahan Presiden Joko Widodo, dirinya sudah beberapa kali diminta untuk masuk ke kabinet dan menangani urusan ketenagakerjaan. Meski demikian, ia konsisten mempertahankan posisinya sebagai representasi buruh di luar struktur pemerintahan.

Baca juga:  Waka MPR Minta Sekolah Jadi Contoh Integritas Bagi Peserta Didik

“Awalnya saya yang diminta menjadi Ketua Dewan Kesejahteraan Buruh setingkat menteri. Saat itu saya menjelaskan sejak era Pak Jokowi saya sudah diminta untuk masuk Kabinet mengurus ketenagakerjaan tetapi sejak awal saya sudah memiliki komitmen untuk mengabdikan diri saya secara total sebagai Presiden Buruh,” kata Andi Gani.

Ia menambahkan telah menyampaikan langsung kepada Presiden Prabowo mengenai keputusannya untuk tetap berada di luar pemerintahan sambil menjaga hubungan baik dengan pemerintah.

Dukung Tokoh Buruh yang Masuk Kabinet

Andi Gani menegaskan dirinya tetap memberikan dukungan kepada tokoh-tokoh buruh yang memilih bergabung ke pemerintahan. Sebelumnya, ia juga mengaku mendukung penuh masuknya Jumhur Hidayat ke kabinet.

Menurutnya, keberadaan tokoh buruh di pemerintahan dapat menjadi jembatan antara aspirasi pekerja dengan kebijakan negara selama idealisme perjuangan buruh tetap dijaga.

“Menjelang May Day saya diberi tahu ada tokoh buruh yang dipilih untuk masuk kabinet, yaitu Bung Jumhur Hidayat dan saya langsung menyatakan dukungan penuh kepada Bung Jumhur dan juga memberikan pesan supaya idealisme perjuangan buruh tidak boleh ditinggalkan walaupun sudah masuk di dalam pemerintahan,” ujarnya.

Andi Gani juga meyakini para tokoh buruh yang mendapat amanah di pemerintahan tidak akan meninggalkan perjuangan yang selama ini mereka jalankan.

“Saya punya keyakinan tokoh-tokoh buruh yang masuk dalam pemerintahan tidak akan meninggalkan kecintaannya dan keberpihakannya kepada perjuangan buruh,” katanya.

Istana Beri Sinyal Positif

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi juga memberikan sinyal terkait kemungkinan Said Iqbal masuk ke dalam pemerintahan.

Saat dimintai tanggapan mengenai isu tersebut, Prasetyo tidak menampiknya dan menyebut peluang itu terbuka, terutama mengingat kiprah panjang Said Iqbal dalam memperjuangkan isu ketenagakerjaan.

Baca juga:  Prabowo Dorong Keyakinan 12 Investor Raksasa AS: Iklim Ekonomi Dan Investasi Indonesia Semakin Positif

“Ya, kemungkinan ya, kemungkinan berkaitan dengan tentunya perjuangan beliau selama ini. Berhubungan dengan kiprah beliau,” kata Prasetyo Hadi di kompleks Istana Presiden.

Namun ketika ditanya lebih lanjut mengenai posisi yang akan ditempati Said Iqbal, Prasetyo memilih belum mengungkapkannya.

“Tunggu informasi,” ujarnya singkat.

Dinamika Baru Hubungan Buruh dan Pemerintah

Jika penunjukan Said Iqbal benar terjadi, maka hal tersebut akan menjadi babak baru dalam hubungan antara gerakan buruh dan pemerintah. Selama bertahun-tahun, Said Iqbal dikenal sebagai salah satu figur paling vokal dalam menyuarakan hak-hak pekerja melalui organisasi serikat pekerja maupun Partai Buruh.

Masuknya tokoh buruh ke dalam pemerintahan dinilai dapat memperkuat komunikasi antara pemerintah dan kelompok pekerja, sekaligus membuka ruang lebih besar bagi aspirasi buruh untuk masuk dalam proses perumusan kebijakan nasional. Meski demikian, perhatian publik kini tertuju pada keputusan resmi Istana terkait posisi yang akan diberikan kepada Said Iqbal dalam waktu dekat.

(DAW)