Newestindonesia.co.id – Jakarta, Pertemuan tertutup antara Presiden Prabowo Subianto dengan beberapa tokoh nasional berlangsung selama hampir lima jam di kediaman Presiden Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Jumat (30/1). Informasi ini diungkap oleh mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad kepada wartawan setelah acara, Minggu siang (1/2).
Dalam pertemuan yang berlangsung santai namun intens ini, Prabowo memaparkan sejumlah isu besar mulai dari program pemerintah, hasil pertemuan di Forum Ekonomi Dunia, hingga persoalan pemberantasan korupsi dan reformasi kelembagaan. Sementara para tokoh yang hadir juga memaparkan ide dan pandangannya masing-masing.
Tokoh yang Hadir
Menurut Samad, ia hadir sebagai undangan dalam kapasitasnya sebagai mantan pimpinan KPK. Ia menyebut jumlah peserta sekitar tujuh orang. Ia merinci beberapa yang hadir dari pemerintah dan kalangan tokoh:
- Presiden Prabowo Subianto
- Menteri Luar Negeri Sugiono
- Menteri Sekretaris Negara Sjafrie Sjamsoeddin
- Mayjen Purnawirawan Zacky Makarim
- Profesor Dr. Siti Zuhro dari BRIN
- serta beberapa tokoh lainnya yang ia tidak ingat persis.
Suasana dan Alur Diskusi
Samad menggambarkan suasana pertemuan cukup cair dan bahkan ada unsur humor, namun tetap padat materi.
“Pak Prabowo lebih banyak santai kayak lepas dan sambil bercanda… tapi dia cukup mempresentasikan beberapa hal tentang penyelamatan sumber daya alam, terus program-program pemerintah, terus hasil Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss…” kata Samad seperti dikutip melalui detikNews.
Ia juga menilai waktu lima jam terasa cepat karena pertemuan berjalan tanpa jeda makan malam.
Bahas Pemberantasan Korupsi dan IPK
Dalam sesi diskusi, Samad diminta pandangannya terkait upaya meningkatkan Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia. Ia menekankan perlunya roadmap pemberantasan korupsi yang efektif, dengan fokus menyentuh akar permasalahan, serta merujuk pada standar United Nations Convention Against Corruption (UNCAC).
Menurut Samad, ada empat isu penting yang perlu diperhatikan:
- Foreign bribery (penyuapan berkaitan dengan negara asing)
- Trading influence (perdagangan pengaruh)
- Elite enrichment (pemborosan kekayaan oleh elite)
- Commercial bribery (suap di sektor swasta)
KPK, TWK, dan Reformasi Kepolisian
Samad juga berbicara tentang permasalahan internal KPK, termasuk revisi UU KPK yang menurutnya telah melemahkan independensi lembaga. Ia menyebut perubahan ini membuat KPK berada di bawah eksekutif, yang bertentangan dengan prinsip UNCAC.
Ia mengkritik juga proses rekrutmen komisioner KPK yang tidak mempertimbangkan masukan masyarakat serta polemik tes wawasan kebangsaan (TWK) yang memecat 57 pegawai berintegritas.
Selain itu, seluruh peserta diskusi sepakat bahwa reformasi kepolisian perlu diperkuat sebagai bagian dari upaya memperbaiki penegakan hukum nasional.
Isu Sumber Daya Alam, Oligarki, hingga Kebijakan Internasional
Selain soal korupsi, penyelamatan sumber daya alam (SDA) juga menjadi salah satu fokus pembicaraan. Samad menyebut upaya itu pernah dilakukan saat ia menjabat di KPK, namun status satgas SDA belum ada pada waktu itu.
Menurut Samad, Prabowo juga menjelaskan posisi Indonesia dalam Board of Peace yang dibentuk oleh mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, dan menekankan bahwa keikutsertaan Indonesia tidak bersifat final jika menimbulkan dampak negatif, misalnya terhadap Palestina dan Gaza.
Presiden Prabowo juga disebut Samad menyatakan niat tegasnya untuk “memburu oligarki yang merusak sumber daya alam… siapa pun dia, mau 9 naga…” sebagai komitmen melindungi SDA Indonesia dari eksploitasi yang merugikan negara.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login