Menlu AS Bongkar Fakta Mengejutkan: PBB Disebut Tak Berdaya Hentikan Perang Gaza!

0
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio berbicara selama Konferensi Keamanan Munich (MSC) ke-62 pada 14 Februari 2026 di Munich, Jerman selatan. Kepala negara dan pemerintahan serta menteri luar negeri dan pertahanan dari seluruh dunia diharapkan hadir dalam pembicaraan kebijakan keamanan dari 13 hingga 15 Februari 2026. (Foto oleh Alexandra BEIER / POOL / AFP via Getty Images)

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio berbicara selama Konferensi Keamanan Munich (MSC) ke-62 pada 14 Februari 2026 di Munich, Jerman selatan. Kepala negara dan pemerintahan serta menteri luar negeri dan pertahanan dari seluruh dunia diharapkan hadir dalam pembicaraan kebijakan keamanan dari 13 hingga 15 Februari 2026. (Foto oleh Alexandra BEIER / POOL / AFP via Getty Images)

Harga Emas Hari Ini
Advertisement

Newestindonesia.co.id, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, mengkritik peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam penyelesaian konflik global, termasuk perang berkepanjangan di Gaza, Palestina. Pernyataan itu disampaikan Rubio di tengah gelaran Konferensi Keamanan Munich di Jerman pada Sabtu (14/2/2026).

Menurut Rubio, meskipun PBB dinilai memiliki potensi besar sebagai instrumen perdamaian dunia, dalam praktiknya organisasi internasional itu “hampir tidak berperan” dalam menyelesaikan konflik yang paling mendesak saat ini.

“PBB masih memiliki potensi luar biasa untuk menjadi alat kebaikan di dunia,” kata Rubio. “Tetapi kita tidak dapat mengabaikan bahwa, saat ini, dalam masalah-masalah paling mendesak yang ada di hadapan kita, PBB tidak memiliki jawaban dan hampir tidak berperan,” dikutip melalui AFP.

Rubio secara spesifik menyatakan ketidakmampuannya melihat PBB mampu mengakhiri perang di Gaza:

“PBB tidak dapat menyelesaikan perang di Gaza,” ujar Menlu AS tersebut.

Kritik Rubio mencuat di tengah tekanan internasional yang makin meningkat untuk menemukan solusi atas perang yang telah berlangsung berbulan-bulan antara Israel dan Hamas, yang telah menyebabkan jatuhnya korban jiwa, kerusakan besar dan krisis kemanusiaan yang membayangi.

Pernyataan Rubio selaras dengan dinamika politik global saat ini. Baru-baru ini, diplomat tinggi yang bertugas mengawasi gencatan senjata Gaza memperingatkan bahwa pelanggaran kesepakatan dapat menggagalkan upaya pemerintahan transisi dan rekonstruksi wilayah tersebut.

Lebih jauh, inisiatif alternatif di luar PBB, seperti Board of Peace yang diprakarsai oleh Presiden AS Donald Trump, tengah menjadi sorotan karena dinilai beberapa pihak sebagai upaya baru dalam menangani konflik tersebut — meski menuai kritik dari beberapa negara mitra internasional.

Kritik terhadap PBB juga mencuat di berbagai forum internasional yang lain, termasuk dari banyak negara anggota Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB yang telah menyerukan penghentian kekerasan dan akses kemanusiaan lebih luas ke Gaza.

(DAW)

Berita Hukum Dan Kriminal
Advertisement
Baca juga:  Terungkap! Kecelakaan Pesawat Air India Diduga Pilot Salah Pencet Sakelar

Tinggalkan Balasan