Newestindonesia.co.id, Serangan udara Israel kembali menghantam wilayah Jalur Gaza dan menewaskan sedikitnya tujuh orang di dekat kamp pengungsi, di tengah situasi gencatan senjata yang masih berlangsung.
Peristiwa itu terjadi pada Senin (6/4) waktu setempat, ketika rudal yang ditembakkan menghantam area padat penduduk yang dipenuhi warga sipil, sebagian besar merupakan pengungsi Palestina.
Mengutip laporan Reuters (11/4), serangan tersebut terjadi setelah bentrokan antara warga Palestina dan milisi yang disebut didukung Israel di wilayah Gaza bagian tengah.
Kronologi Serangan
Petugas medis dan warga setempat menyebut, sebelum serangan udara terjadi, bentrokan lebih dulu pecah di sekitar kamp pengungsi.
Milisi pro-Israel dilaporkan menyerang sebuah lokasi yang digunakan sebagai tempat perlindungan warga, bahkan disebut berupaya menculik sejumlah orang.
Dalam situasi tersebut, drone Israel kemudian menembakkan rudal ke area tersebut.
Serangan itu menghantam kawasan padat penduduk yang sebagian besar dihuni pengungsi, menyebabkan korban jiwa dan luka-luka.
Korban Jiwa dan Luka
Sedikitnya tujuh orang dilaporkan tewas dalam serangan tersebut, sementara sejumlah lainnya mengalami luka-luka.
Namun hingga kini belum diketahui secara pasti berapa banyak korban sipil dalam insiden tersebut.
Selain serangan di kamp pengungsi, serangan lain pada hari yang sama juga dilaporkan menewaskan warga Palestina di lokasi berbeda, termasuk serangan terhadap kendaraan dan sepeda motor di Gaza.
Kesaksian Warga
Salah satu saksi mata, Ahmed al-Maghazi, menggambarkan situasi mencekam saat serangan terjadi.
“Warga berusaha mempertahankan rumah-rumah mereka, tetapi pasukan pendudukan langsung menargetkan mereka,” ujarnya kepada Reuters.
Ia menyebut serangan datang setelah milisi pro-Israel lebih dulu memasuki area tersebut dan melepaskan tembakan.
Klaim dan Respons
Seorang pemimpin milisi yang didukung Israel, melalui pesan video yang belum diverifikasi Reuters, mengklaim pihaknya telah membunuh lima anggota Hamas.
Sementara itu, belum ada komentar langsung dari kelompok Hamas terkait insiden tersebut.
Di sisi lain, militer Israel juga belum memberikan pernyataan resmi terkait serangan yang dilaporkan tersebut.
Gencatan Senjata yang Rapuh
Serangan ini menambah daftar insiden kekerasan yang terjadi di tengah gencatan senjata Gaza yang dinilai rapuh.
Kesepakatan tersebut sebelumnya didukung oleh Amerika Serikat, namun situasi di lapangan masih diwarnai serangan sporadis dan bentrokan bersenjata.
Dalam beberapa hari terakhir, serangan di berbagai titik di Gaza terus terjadi dan menyebabkan jatuhnya korban jiwa di kalangan warga Palestina.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login