Newestindonesia.co.id, Sedikitnya 10 orang tewas, termasuk dua anak-anak, setelah sebuah rudal Rusia menghantam gedung apartemen lima lantai di kota Kharkiv, kota terbesar kedua di Ukraina. Serangan tersebut juga menyebabkan 16 orang lainnya mengalami luka-luka, menurut pejabat setempat.
Serangan mematikan itu terjadi pada Sabtu (7/3) waktu setempat ketika Rusia melancarkan gelombang serangan udara besar-besaran ke berbagai wilayah Ukraina menggunakan rudal dan drone.
Dilansir melalui Associated Press, Bangunan tempat tinggal yang menjadi sasaran berada di kawasan padat penduduk di Kharkiv. Ledakan menghancurkan sebagian struktur gedung dan memicu operasi penyelamatan untuk mencari korban yang kemungkinan masih terjebak di bawah reruntuhan.
Korban termasuk guru dan anak sekolah
Pejabat Ukraina mengatakan korban tewas termasuk seorang guru sekolah bersama putranya yang masih berusia sembilan tahun, serta seorang siswi kelas delapan dan ibunya.
Tim penyelamat bekerja sepanjang hari untuk mengevakuasi korban dan memastikan tidak ada warga lain yang tertimbun puing bangunan.
Gubernur wilayah Kharkiv menyatakan bahwa sejumlah bangunan di sekitar lokasi juga mengalami kerusakan akibat dampak ledakan.
Serangan udara skala besar Rusia
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengecam keras serangan tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan yang menargetkan warga sipil.
Dalam pernyataannya, Zelenskyy mengatakan Rusia meluncurkan 29 rudal dan sekitar 480 drone dalam serangan semalam yang menyasar berbagai wilayah Ukraina, termasuk infrastruktur energi di ibu kota Kyiv dan beberapa daerah lainnya.
Menurut data militer Ukraina, sistem pertahanan udara berhasil menjatuhkan 19 rudal dan 453 drone, namun sebagian lainnya tetap mencapai sasaran di berbagai lokasi.
“Serangan seperti ini menunjukkan bahwa Rusia terus mengabaikan keselamatan warga sipil,” kata Zelenskyy dalam pernyataannya.
Infrastruktur energi dan transportasi ikut terdampak
Selain Kharkiv, beberapa kota lain di Ukraina juga dilaporkan mengalami kerusakan akibat serangan udara tersebut.
Ledakan dan kebakaran terjadi di sejumlah fasilitas energi dan infrastruktur transportasi, sementara layanan kereta api di beberapa wilayah sempat terganggu akibat kerusakan jaringan.
Serangan tersebut menjadi bagian dari kampanye udara Rusia yang semakin intensif terhadap Ukraina, dengan penggunaan drone dalam jumlah besar yang diluncurkan hampir setiap malam.
Rusia klaim target militer
Sementara itu, pihak Rusia menyatakan bahwa serangan tersebut menargetkan fasilitas militer dan infrastruktur energi Ukraina.
Namun otoritas Ukraina menegaskan bahwa banyak serangan justru mengenai kawasan sipil, termasuk bangunan tempat tinggal, sekolah, dan fasilitas umum.
Kharkiv menjadi salah satu kota paling sering diserang
Kharkiv, yang terletak dekat perbatasan Rusia, sejak awal perang menjadi salah satu kota Ukraina yang paling sering diserang.
Sejak invasi Rusia dimulai pada Februari 2022, kota ini berulang kali mengalami serangan rudal, drone, dan bom udara yang menargetkan kawasan permukiman serta fasilitas sipil.
Perang antara Rusia dan Ukraina kini telah berlangsung lebih dari empat tahun, dengan serangan udara dan pertempuran darat yang masih terus terjadi di berbagai wilayah garis depan.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login