Pesawat Satena Bawa Anggota DPR Jatuh Setelah Hilang Kontak, 15 Orang Tewas
Penumpang turun dari penerbangan Satena Airlines yang tiba di Bandara Internasional Simon Bolivar (CCS) di Maiquetia, negara bagian Vargas, Venezuela, pada hari Jumat, 3 Maret 2023. Maskapai penerbangan milik negara Kolombia, Satena, akan menambah tiga pesawat ke rute Caracas-Bogota pada bulan Maret, sehingga meningkatkan jumlah penerbangan. Fotografer: Gaby Oraa/Bloomberg via Getty Images
Newestindonesia.co.id, Sebuah pesawat kecil milik maskapai nasional Kolombia, Satena, jatuh di wilayah pegunungan bagian timur negara itu pada Rabu (28/1/2026). Seluruh 13 penumpang dan 2 awak pesawat dilaporkan tewas tanpa ada yang selamat, termasuk seorang anggota parlemen Kolombia dan calon legislatif.
Penerbangan HK4709 itu lepas landas dari Bandara Camilo Daza di Cúcuta — sebuah kota perbatasan dekat Venezuela — dengan tujuan akhir Ocana. Sekitar 12–15 menit setelah lepas landas, pesawat kehilangan kontak dengan pengendali lalu lintas udara sesaat sebelum jadwal pendaratan.
Kronologi Kejadian
Dilansir melalui AFP, Penerbangan yang dijadwalkan hanya berlangsung sekitar 23 menit itu tak kunjung tiba di Ocana, dan komunikasi terputus saat berada menjelang fase akhir penerbangan. Aerocivil (Otoritas Penerbangan Sipil Kolombia) kemudian menerima laporan hilangnya kontak dan memulai upaya pelacakan.
Puing-puing pesawat ditemukan di wilayah pegunungan Andes timur, daerah terpencil dengan medan terjal dan hutan lebat yang membuat pencarian menjadi sulit. Cuaca yang berubah cepat juga menghambat operasi di lokasi kejadian.
Korban Termasuk Tokoh Politik
Menurut keterangan dari otoritas setempat dan laporan media Kolombia, para korban antara lain:
- Diogenes Quintero Amaya, 36 tahun – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kolombia yang mewakili daerah Curul de Paz, suatu kursi parlemen khusus untuk korban konflik bersenjata.
- Carlos Salcedo Salazar – Kandidat anggota DPR untuk pemilu mendatang.
- Juan David Pacheco – Mantan anggota dewan kota Ocaña.
- Serta sejumlah warga sipil lainnya.
Total korban adalah 15 orang, yang terdiri dari 13 penumpang dan 2 awak pesawat. Semua dinyatakan tewas setelah tim pencari menjangkau lokasi.
Reaksi Pemerintah dan Investigasi
Presiden Kolombia Gustavo Petro bersama Menteri Transportasi Maria Fernanda Rojas menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban dan menegaskan bahwa pemerintah akan melakukan investigasi menyeluruh terhadap penyebab kecelakaan.
Aerocivil telah mengerahkan tim investigasi ke lokasi untuk melakukan analisis forensik puing pesawat, kondisi medan, serta faktor lainnya, termasuk cuaca dan data teknis dari pesawat.
Maskapai Satena menyatakan telah mengaktifkan seluruh protokol darurat sejak hilangnya kontak. Pesawat yang terlibat kecelakaan adalah tipe Beechcraft 1900 bermesin ganda yang secara resmi tercatat memiliki lebih dari 32.000 jam terbang dan dinyatakan memenuhi persyaratan pemeliharaan.
Medan dan Tantangan Pencarian
Lokasi jatuhnya pesawat berada di daerah La Playa de Belén di departemen Norte de Santander, sebuah wilayah perbukitan dekat perbatasan Venezuela yang dikenal dengan cuaca berkabut dan hutan lebat. Medan yang sulit diakses memperlambat proses evakuasi dan identifikasi korban.
Wilayah ini juga dikenal sebagai daerah yang banyak dikendalikan oleh kelompok bersenjata Tentara Pembebasan Nasional (ELN), yang turut menambah kompleksitas operasi di lapangan.
(DAW)
