Mantan PM Jepang Sebut Aksi Militer AS-Israel Ke Iran Langgar Hukum Internasional

gettyimages-2218892050-612x612

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres bereaksi saat berpidato di hadapan hadirin selama konferensi pers pada hari kedua Konferensi Kelautan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNOC3), di kota Nice, Riviera Prancis, pada 10 Juni 2025. Para pemimpin dunia pada 9 Juni 2025 menyerukan aturan ketat untuk mengatur penambangan laut dalam dan memperingatkan agar tidak berlomba-lomba mengeksploitasi dasar laut, sebagai teguran terselubung terhadap Presiden AS. (Foto oleh Ludovic MARIN / AFP) (Foto oleh LUDOVIC MARIN/AFP via Getty Images)

Harga Emas Hari Ini
Advertisement

Newestindonesia.co.id, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres memberikan peringatan keras terkait kondisi geopolitik global terkini. Guterres menyatakan bahwa sistem multilateralisme yang selama ini menjadi fondasi hubungan internasional tengah menghadapi berbagai tantangan yang sangat serius.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Guterres melalui sebuah pesan video dalam pembukaan Forum Jeju Ke-21 untuk Perdamaian dan Kemakmuran yang digelar di Jeju, Korea Selatan, Kamis (25/6).

Seruan Penguatan Kerja Sama dan Komitmen Piagam PBB

Menghadapi situasi krisis global yang kian kompleks, Sekjen PBB menyerukan pentingnya konsolidasi kolektif antaranegara di dunia. Ia mendesak adanya langkah nyata untuk mengembalikan tatanan kerja sama yang inklusif.

“Dia menyerukan penguatan kerja sama serta pemulihan kepercayaan untuk mengatasi berbagai tantangan global, termasuk konflik, kemiskinan, dan perubahan iklim,” demikian pesan Guterres dalam forum tersebut seperti dikutip melalui Xinhua, Jumat (26/6).

Lebih lanjut, dalam pidato videonya, Antonio Guterres meminta seluruh pemimpin dan negara-negara anggota untuk menegaskan kembali komitmen mutlak mereka terhadap prinsip dasar yang tertuang dalam Piagam PBB serta nilai-nilai kemanusiaan bersama yang telah disepakati global.

Kritik Tajam Ban Ki-moon Terhadap Kebijakan Donald Trump

Senada dengan Guterres, keprihatinan mendalam mengenai eksistensi lembaga-lembaga dunia juga disuarakan oleh mantan Sekjen PBB, Ban Ki-moon. Menjadi pembicara langsung dalam forum tersebut, Ban menyoroti fenomena melemahnya pengaruh PBB beserta berbagai lembaga internasional lainnya di panggung politik global.

Secara terbuka, Ban Ki-moon melayangkan kritik tajam terhadap kebijakan luar negeri mantan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, yang dinilai menjadi salah satu pemicu utama keretakan sistem multilateral.

“Yang membuat saya sangat marah adalah keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menarik AS dari sejumlah besar organisasi internasional dan lembaga yang terkait dengan PBB,” tegas Ban Ki-moon dengan nada bicara yang lugas.

Baca juga:  Niat Maling 1,6 Ton Sawit, Pria Di Kotim Malah Tertidur Pulas Dan Ditangkap

Mantan diplomat tertinggi asal Korea Selatan tersebut mengingatkan kembali bahwa di era modern ini, unilateralisme atau isolasionisme tidak akan membawa dampak positif bagi negara mana pun.

“Ban menegaskan bahwa tidak ada negara yang dapat berkembang dalam isolasi, terlepas dari kekuatan dan sumber daya mereka,” tambahnya.

Sorotan Pelanggaran Hukum Internasional oleh AS dan Israel

Selain pembahasan mengenai stabilitas kelembagaan PBB, Forum Jeju Ke-21 juga menjadi panggung kritik terhadap eskalasi militer di Timur Tengah. Mantan Perdana Menteri Jepang, Yukio Hatoyama, yang turut hadir dalam kesempatan yang sama secara spesifik mengkritisi langkah agresif dari poros Washington dan Tel Aviv.

Hatoyama mengecam aksi militer terbaru yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap wilayah kedaulatan Iran. Menurut pandangan politiknya, langkah konfrontasi bersenjata tersebut tidak memiliki dasar legalitas yang kuat di mata dunia.

“Tindakan mereka jelas melanggar hukum internasional,” kata Yukio Hatoyama dengan tegas.

Sebagai informasi, Forum Jeju pertama kali diluncurkan pada tahun 2001. Sejak awal pembentukannya, forum strategis di Asia Timur ini konsisten mengusung tema-tema besar seputar perdamaian, stabilitas, keamanan, serta kemakmuran bersama di kawasan dan global.

(DAW)

Berita Hukum Dan Kriminal
Advertisement