Tanggap Darurat Gempa Kembar Venezuela: Swiss Terjunkan ‘Swiss Rescue Chain’ Dan Anjing Pelacak

gempa-venezuela-1782354718278_169

Korban tewas dua gempa dahsyat Venezuela bertambah menjadi total 164 orang per Kamis (25/6). (Foto: REUTERS/Fausto Torrealba)

Harga Emas Hari Ini
Advertisement

Newestindonesia.co.id, Pemerintah Swiss secara resmi mengumumkan pengerahan tim penyelamat khusus beserta belasan ton peralatan evakuasi ke Venezuela. Langkah darurat ini diambil menyusul bencana gempa kembar dahsyat yang mengguncang negara tersebut dan telah menewaskan sedikitnya 164 orang.

Dilansir dari AFP, Kementerian Luar Negeri Swiss mengonfirmasi bahwa mereka telah mengaktifkan “Swiss Rescue Chain” (Tim Penyelamat Swiss). Tim berkekuatan penuh ini dikirim untuk mempercepat proses evakuasi korban yang masih tertimbun di bawah reruntuhan.

“Misi Swiss Rescue Chain adalah mencari, mengeluarkan, dan menyelamatkan korban yang tertimbun reruntuhan,” demikian pernyataan resmi dari Kementerian Luar Negeri Swiss, Kamis (25/6/2026).

Secara tekhnis, bantuan kemanusiaan dari Bern ini mencakup 80 personel ahli, delapan anjing penyelamat, serta 18 ton peralatan penyelamatan modern.

Pengerahan ini dinilai sangat krusial mengingat skala kerusakan yang masif. Gempa kembar kali ini tercatat sebagai gempa terkuat yang melanda Venezuela sejak tahun 1900. Akibatnya, petugas penyelamat lokal dan warga setempat harus berpacu dengan waktu, memanjat reruntuhan apartemen yang hancur di tengah kegelapan demi mencari korban selamat yang terjebak.

Berdasarkan data dari Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), wilayah di sebelah barat ibu kota Caracas diguncang oleh dua gempa besar berturut-turut, masing-masing berkekuatan Magnitudo (M) 7,2 dan M 7,5 pada Rabu malam.

Sempat Terkendala Logistik dan Wilayah Udara

Proses pengiriman bantuan ini sempat menghadapi tantangan logistik yang serius. Otoritas Swiss di Bern awalnya memperkirakan pengerahan tim akan memakan waktu cukup lama karena wilayah udara Venezuela sedang ditutup bagi sebagian besar maskapai penerbangan Eropa.

Namun, setelah melalui upaya diplomasi dan pengaturan penerbangan yang intensif, Pemerintah Swiss memastikan kendala tersebut berhasil diatasi. Pengiriman seluruh personel dan logistik dijadwalkan berlangsung pada Kamis malam waktu setempat.

Baca juga:  Serangan Udara Israel Hancurkan Tempat Tinggal Di Taheran, 60 Orang Dikabarkan Tewas

Selain Swiss, sejumlah pihak internasional juga mulai mengalirkan bantuan, termasuk Paus Leo yang mengirimkan bantuan dana sebesar USD 114 ribu, serta komitmen bantuan dari Departemen Perang Amerika Serikat untuk menyokong penanganan pascabencana di Venezuela.

(DAW)

Berita Hukum Dan Kriminal
Advertisement