Bosan Pantai? Ini 5 Tempat Pre-Wedding Di Bali Yang Masih Jarang Diketahui

Pre Wedding Campuhan Ridge Walk Ubud Bali

Pre Wedding di Campuhan Ridge Walk Ubud, Bali. Foto: onethreeonefour.com

Harga Emas Hari Ini
Advertisement

Newestindonesia.co.id, Bali masih menjadi destinasi favorit pasangan yang ingin mengabadikan momen pre-wedding. Namun, lokasi populer seperti Pantai Kelingking, Tanah Lot, atau Tegallalang kini semakin ramai sehingga banyak pasangan mulai mencari tempat yang lebih unik dan berkesan.

Beruntung, Pulau Dewata masih menyimpan banyak lokasi tersembunyi yang menawarkan panorama alam spektakuler dengan suasana lebih tenang. Mulai dari bukit hijau, air terjun, hingga desa tradisional, setiap tempat memiliki karakter tersendiri untuk menghasilkan foto pre-wedding yang berbeda dari kebanyakan.

Berikut lima rekomendasi tempat pre-wedding di Bali yang anti mainstream.

1. Pinggan, Kintamani

Desa Pinggan di kawasan Kintamani menawarkan panorama matahari terbit dengan latar Gunung Batur dan lautan kabut yang memukau. Lokasi ini menjadi favorit fotografer karena menghasilkan nuansa dramatis tanpa perlu banyak dekorasi tambahan.

Waktu terbaik melakukan sesi foto adalah sekitar pukul 05.30 hingga 07.00 WITA ketika kabut masih menyelimuti lembah.

2. Air Terjun Suwat, Gianyar

Jika menginginkan konsep alami dan romantis, Air Terjun Suwat bisa menjadi pilihan. Air terjun ini dikenal memiliki kolam jernih, tebing hijau, serta rakit bambu yang sering dijadikan properti foto.

Suasana yang relatif lebih tenang dibandingkan air terjun populer lainnya membuat sesi pemotretan terasa lebih nyaman.

3. Karang Boma Cliff, Uluwatu

Karang Boma Cliff menawarkan perpaduan tebing kapur yang menjulang dengan panorama Samudra Hindia.

Lokasi ini cocok bagi pasangan yang menginginkan konsep pre-wedding bergaya cinematic, terutama saat golden hour menjelang matahari terbenam. Tebing yang luas juga memberikan banyak pilihan sudut pengambilan gambar.

4. Campuhan Ridge Walk, Ubud

Bukit Campuhan atau Campuhan Ridge Walk menghadirkan hamparan perbukitan hijau yang berbeda dari konsep pantai.

Baca juga:  Nikah Tanpa Restu Orang Tua: Antara Cinta, Hukum, Dan Realita Sosial

Sinar matahari pagi yang lembut membuat lokasi ini sangat ideal untuk menghasilkan foto bergaya natural dengan latar pepohonan dan jalan setapak yang ikonik. Meski cukup dikenal wisatawan, area ini masih memiliki banyak sudut yang relatif sepi jika datang lebih awal.

5. Penestanan Village, Ubud

Desa Penestanan merupakan salah satu hidden gem di kawasan Ubud. Jalan kecil yang diapit sawah, rumah-rumah tradisional, hingga studio seni menciptakan suasana khas pedesaan Bali.

Tempat ini cocok untuk pasangan yang menginginkan konsep pre-wedding yang lebih hangat, autentik, dan bercerita tentang kehidupan lokal Bali.

Tips Memilih Lokasi Pre-Wedding di Bali

Agar hasil foto semakin maksimal, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Pilih lokasi sesuai konsep foto yang diinginkan.
  • Lakukan sesi foto saat sunrise atau sunset untuk pencahayaan terbaik.
  • Perhatikan musim hujan agar jadwal pemotretan tidak terganggu.
  • Siapkan perizinan apabila lokasi berada di kawasan wisata atau area privat.
  • Gunakan fotografer lokal yang memahami karakter setiap lokasi sehingga proses pemotretan menjadi lebih efisien. Beberapa fotografer berpengalaman di Bali antara lain Agra Photo & Film — Bali Wedding Photography & Videography, Gusmank Wedding Photography, dan Bali Pixtura.

Penutup

Memilih lokasi pre-wedding tidak selalu harus mengikuti tempat-tempat yang sedang viral. Bali masih memiliki banyak destinasi tersembunyi yang menawarkan pemandangan spektakuler sekaligus suasana lebih intim.

Dengan memilih lokasi yang tepat dan waktu pemotretan yang sesuai, pasangan dapat menghasilkan foto pre-wedding yang lebih personal, estetik, dan memiliki cerita tersendiri.

(DAW)

Berita Hukum Dan Kriminal
Advertisement