Kim Jong Un Menang Mutlak 99,9% Suara, Kembali Pimpin Korea Utara

0
Orang-orang menonton layar televisi yang menampilkan siaran berita dengan foto pemimpin Korea Utara Kim Jong Un yang menghadiri Kongres ke-9 Partai Buruh Korea, di sebuah stasiun kereta api di Seoul pada 26 Februari 2026. Kim Jong Un mengatakan Korea Utara dapat "bergaul dengan baik" dengan Amerika Serikat jika Washington mengakui status nuklirnya, tetapi menghancurkan harapan akan pencairan hubungan diplomatik dengan Seoul, demikian dilaporkan media pemerintah pada 26 Februari. (Foto oleh Jung Yeon-je / AFP via Getty Images)

Orang-orang menonton layar televisi yang menampilkan siaran berita dengan foto pemimpin Korea Utara Kim Jong Un yang menghadiri Kongres ke-9 Partai Buruh Korea, di sebuah stasiun kereta api di Seoul pada 26 Februari 2026. Kim Jong Un mengatakan Korea Utara dapat "bergaul dengan baik" dengan Amerika Serikat jika Washington mengakui status nuklirnya, tetapi menghancurkan harapan akan pencairan hubungan diplomatik dengan Seoul, demikian dilaporkan media pemerintah pada 26 Februari. (Foto oleh Jung Yeon-je / AFP via Getty Images)

Harga Emas Hari Ini
Advertisement

Newestindonesia.co.id, Pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un, secara resmi terpilih kembali sebagai Presiden urusan negara dalam sidang Majelis Rakyat Tertinggi (parlemen) yang digelar di Pyongyang. Kim meraih dukungan mutlak sebesar 99,9 persen suara, sebuah angka yang menegaskan dominasi politiknya di negara bersenjata nuklir tersebut.

Kantor berita pemerintah Korea Utara melaporkan pada Senin (23/3/2026), bahwa pengangkatan kembali Kim Jong Un merupakan bentuk kepercayaan penuh rakyat terhadap kepemimpinannya.

Kim kembali menjabat sebagai kepala Komisi Urusan Negara, yang merupakan badan pembuat kebijakan sekaligus lembaga pemerintahan tertinggi di Korea Utara.

“Ruang sidang di Pyongyang dipenuhi semangat politik yang tinggi dan antusiasme revolusioner dari para anggota yang baru dilantik,” tulis laporan media pemerintah tersebut seperti dikutip dari AFP.

Legitimasi Politik dan Kekuasaan Generasi Ketiga

Terpilihnya kembali Kim Jong Un ini mengikuti rangkaian agenda politik penting, termasuk pertemuan lima tahunan partai berkuasa yang digelar bulan lalu. Kim, yang merupakan penguasa generasi ketiga setelah kakeknya Kim Il Sung dan ayahnya Kim Jong Il, telah memegang kendali penuh atas Korea Utara sejak tahun 2011.

Dalam laporannya, media pemerintah menekankan bahwa hasil pemungutan suara ini mencerminkan “kesatuan tak tergoyahkan” antara pemimpin dan rakyat.

“Hasil ini menunjukkan dukungan bulat dari seluruh rakyat dan anggota militer untuk terus maju di bawah kepemimpinan kamerad Kim Jong Un guna mencapai kemenangan besar dalam pembangunan sosialis,” lanjut laporan tersebut.

Pamer Calon Penerus

Momentum terpilihnya kembali Kim Jong Un ini juga bertepatan dengan gencarnya publikasi mengenai sosok yang digadang-gadang sebagai calon penerusnya, Kim Ju Ae. Belakangan, Kim Jong Un kerap mengajak putrinya tersebut dalam berbagai kegiatan militer strategis, mulai dari memantau latihan menembak hingga menaiki tank tempur.

Baca juga:  Inggris Siap Perang? Kapal Induk Raksasa Dikerahkan Hadapi Rusia Di Atlantik Utara

Para pengamat menilai, terpilihnya kembali Kim sebagai Presiden dengan angka suara mendekati sempurna bertujuan untuk memperkuat legitimasi politik internal di tengah tekanan sanksi internasional dan ketegangan geopolitik terkait program nuklir Pyongyang.

(DAW)

Berita Hukum Dan Kriminal
Advertisement

Tinggalkan Balasan