Inggris Siap Perang? Kapal Induk Raksasa Dikerahkan Hadapi Rusia Di Atlantik Utara

0
gettyimages-2236147746-612x612

Foto: Leon Neal/Getty Images

Harga Emas Hari Ini
Advertisement

Newestindonesia.co.id, Pemerintah Inggris resmi mengumumkan pengerahan carrier strike group atau kelompok serang kapal induk ke Atlantik Utara dan wilayah Kutub Utara tahun ini sebagai bentuk unjuk kekuatan terhadap ancaman dari Rusia, terutama di kawasan Arktik yang semakin strategis.

Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, saat memberi pidato di Konferensi Keamanan Munich 2026 di Munich, Jerman.

“Saya dapat mengumumkan hari ini bahwa Inggris akan mengerahkan kelompok serang kapal induk kami ke Atlantik Utara dan Kutub Utara tahun ini … dalam unjuk kekuatan yang dahsyat atas komitmen kami terhadap keamanan Euro-Atlantik,” ujar Starmer kepada para delegasi dikutip melalui media AFP.

Operasi Firecrest: Fokus Pencegahan dan Deterrence

Dalam pernyataannya, Kementerian Pertahanan Inggris menjelaskan pengerahan ini akan mencakup kapal-kapal perang Angkatan Laut Kerajaan (Royal Navy), jet tempur F-35, serta helikopter, dalam sebuah misi yang dinamai “Operasi Firecrest.”

Kementerian menyatakan operasi tersebut bukan sekadar latihan, tetapi bagian dari upaya untuk:

  • Mencegah agresi Rusia,
  • Melindungi infrastruktur bawah laut yang vital,
  • Dan memperkuat daya pencegah (deterrence) NATO di kawasan Atlantik Utara, yang kini menjadi semakin penting setelah pencairan es laut membuka jalur pelayaran baru.

Gelombang peningkatan aktivitas militer Moskow di utara juga disebut sebagai alasan strategis di balik langkah ini. Inggris mencatat bahwa dalam dua tahun terakhir terjadi peningkatan 30 persen jumlah kapal angkatan laut Rusia yang mengancam perairan Inggris.

HMS Prince of Wales dan Aliansi NATO

Kapal induk yang dipilih sebagai pemimpin gugus serang adalah HMS Prince of Wales — salah satu kapal perang terbesar milik Royal Navy. Dalam deployment ini, kapal induk tersebut akan beroperasi bersama pasukan dari Amerika Serikat, Kanada, dan sekutu-sekutu NATO lainnya.

Baca juga:  Bocah Indonesia Tewas Ditabrak Mobil Di Singapura, KBRI Kawal Proses Hukum

Menurut catatan militer, HMS Prince of Wales memiliki tonase besar, dek panjang yang bisa digunakan untuk lepas-landasnya puluhan jet tempur F-35, serta fitur teknologi pertahanan modern yang menunjang operasi jarak jauh dan kompleks.

Starmer juga menegaskan bahwa Inggris harus “siap berperang” bila diperlukan sebagai bentuk komitmen terhadap sekutu.

“Kita harus mampu mencegah agresi, dan, ya, jika perlu, kita harus siap berperang,” tegasnya.

Konteks Geopolitik yang Lebih Luas

Langkah ini menandai upaya London untuk memperkuat peran militer Inggris dan NATO di wilayah yang kini menjadi lebih sensitif secara geopolitik, terutama setelah tekanan Rusia di Eropa Timur dan Arktik meningkat pasca konflik di Ukraina.

Operasi ini juga dipandang sebagai bagian dari misi Arctic Sentry NATO, yang baru diluncurkan untuk meningkatkan keamanan di kawasan Arktik — wilayah yang kini sering dilintasi kapal dagang dan militer menjelang berkurangnya es laut akibat perubahan iklim.

Bukan hanya Inggris — Prancis juga telah mengumumkan pengerahan kapal induknya di wilayah Atlantik tahun 2026, sebagai bagian dari respons kolektif Eropa terhadap dinamika ketegangan global.

(DAW)

Berita Hukum Dan Kriminal
Advertisement

Tinggalkan Balasan