Newestindonesia.co.id, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menghadapi tekanan politik besar setelah hampir 80 anggota parlemen dari Partai Buruh mendesaknya untuk mengundurkan diri dari jabatan perdana menteri. Desakan itu muncul setelah hasil buruk yang dialami Partai Buruh dalam pemilu lokal di berbagai wilayah Inggris.
Laporan yang dikutip dari Deutsche Welle (DW) menyebutkan, sejumlah anggota parlemen Partai Buruh meminta Starmer untuk segera meletakkan jabatan dan meninggalkan Downing Street 10 lebih awal dari masa jabatannya.
Gelombang tekanan terhadap Starmer semakin membesar setelah Partai Buruh kehilangan lebih dari 1.300 kursi dewan dalam pemilu lokal pekan lalu. Kekalahan itu dinilai menjadi pukulan telak bagi pemerintahan Starmer yang baru berjalan kurang dari dua tahun.
Selain kekalahan elektoral, krisis internal Partai Buruh juga dipicu oleh menurunnya kepercayaan publik terhadap kepemimpinan Starmer. Sejumlah anggota parlemen menilai janji perubahan yang selama ini diusung belum mampu meyakinkan pemilih.
Menurut laporan Reuters, Starmer menegaskan dirinya tidak akan mengundurkan diri. Dalam rapat kabinet pada Selasa (12/5), ia mengatakan mekanisme resmi untuk mengganti pemimpin partai belum dimulai. Ia juga meminta seluruh anggota kabinet tetap fokus menjalankan pemerintahan di tengah situasi politik yang memanas.
“Negara mengharapkan kita untuk segera menjalankan pemerintahan,” kata Starmer dalam rapat kabinet sebagaimana dikutip media Inggris.
Meski demikian, tekanan dari internal partai terus bertambah. Sedikitnya empat pejabat pemerintahan dilaporkan telah mengundurkan diri sebagai bentuk protes terhadap kepemimpinan Starmer. Di antaranya adalah Menteri Perlindungan Inggris Jess Phillips yang secara terbuka menyatakan tidak lagi bisa bekerja di bawah kepemimpinan Starmer saat ini.
Dalam surat pengunduran dirinya, Phillips menilai kepemimpinan Partai Buruh gagal menghadirkan perdebatan yang dibutuhkan untuk memperbaiki arah pemerintahan. Ia menyebut situasi itu menghambat kemajuan partai.
Krisis politik ini juga memunculkan spekulasi mengenai calon pengganti Starmer. Nama Menteri Kesehatan Wes Streeting hingga Wali Kota Manchester Andy Burnham disebut-sebut sebagai figur potensial untuk memimpin Partai Buruh apabila terjadi pergantian kepemimpinan.
Meski mendapat tekanan besar, sejumlah menteri senior masih memberikan dukungan kepada Starmer. Mereka menilai pergantian pemimpin di tengah situasi ekonomi dan politik global yang tidak stabil justru dapat memperburuk kondisi Inggris.
Gejolak politik tersebut bahkan mulai berdampak terhadap kondisi ekonomi Inggris. Reuters melaporkan ketidakpastian politik menyebabkan meningkatnya biaya pinjaman pemerintah Inggris dan memicu kekhawatiran investor terhadap stabilitas pemerintahan.
Hingga kini, Starmer tetap bersikeras mempertahankan posisinya sebagai perdana menteri meskipun tekanan dari internal Partai Buruh terus meningkat.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp


