Kritik Dan Pertanyaan Di Balik Penunjukan Ginka Ginting Sebagai Komisaris Pertamina Retail
Ginka Febriyanti Br Ginting jabat sebagai komisaris PT. Pertamina Retail
Newestindonesia.co.id, Nama Ginka Febriyanti Br Ginting, Koordinator Barisan Intelektual Strategi Objektif Nasional atau BISON, belakangan ini ramai menjadi perbincangan publik. Hal tersebut mencuat setelah namanya resmi tercatat dalam jajaran Dewan Komisaris PT Pertamina Retail, yang merupakan anak usaha dari Subholding PT Pertamina Patra Niaga.
Figur Ginka menarik perhatian publik tidak hanya karena usianya yang tergolong masih muda untuk menduduki posisi strategis di Badan Usaha Milik Negara (BUMN), tetapi juga karena statusnya sebagai pemimpin tertinggi BISON. BISON sendiri dikenal luas sebagai salah satu organisasi relawan yang bertindak sebagai tim sukses dalam kampanye pemenangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka pada pemilu lalu.
Sudah Menjabat Sejak November 2025
Berdasarkan penelusuran pada profil resmi Dewan Komisaris Pertamina Retail, penunjukan Ginka ternyata bukan merupakan kebijakan yang baru saja diambil, melainkan telah dilakukan sejak tahun lalu.
“Menjabat sebagai Komisaris PT Pertamina Retail berdasarkan keputusan Pemegang Saham secara Sirkuler PT Pertamina Retail yang diterbitkan sejak 21 November 2025,” demikian tertulis dalam dokumen profil resmi perusahaan, sebagaimana dikutip dari Tempo pada Minggu, 28 Juni 2026.
Langkah resmi penunjukan ini sejalan dengan ucapan selamat yang sempat beredar di media sosial jauh sebelumnya. Melalui unggahan akun Instagram resmi @bison_indonesia tertanggal 29 Oktober 2025, organisasi tersebut telah menyampaikan apresiasinya. “Selamat dan sukses atau pencapaian luar biasa, Ginka Febriyanti Ginting atas amanah barunya sebagai Komisaris Pertamina Retail,” tulis unggahan tersebut. Hingga saat ini, nama Ginka pun dilaporkan masih tersemat sebagai ketua dalam berbagai unggahan terkini organisasi kepemudaan itu.
Dengan masuknya Ginka, saat ini terdapat tiga orang yang mengisi struktur Dewan Komisaris di PT Pertamina Retail. Ketiga nama tersebut adalah Lia Itok Garbianto, Devi Taurisa, dan Ginka Febriyanti Br Ginting sendiri.
Profil Pendidikan dan Keorganisasian
Melansir laman resmi perusahaan, Ginka merupakan Warga Negara Indonesia yang berdomisili di Jakarta. Dari latar belakang akademisnya, ia tercatat memegang gelar Sarjana Akuntansi (S1) serta Magister Manajemen (S2) yang keduanya ditempuh di Universitas Esa Unggul.
Pihak perusahaan menyebutkan bahwa Ginka merupakan figur muda yang aktif di berbagai organisasi kepemudaan, kemasyarakatan, serta sosial. Ia diklaim “memiliki ketertarikan kuat pada pengembangan tata kelola, kepemimpinan, serta kontribusi strategis bagi organisasi.”
Sebagai informasi, PT Pertamina Retail bergerak di bidang bisnis ritel vital, khususnya penyaluran bahan bakar melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) serta pengelolaan, pengembangan, hingga pemasaran produk-produk bahan bakar maupun non-bahan bakar. Skala bisnis yang besar ini memicu pertanyaan dari berbagai pihak mengenai urgensi dan transparansi penunjukan ketua relawan politik di posisi pengawasan korporasi energi negara.
Sorotan Isu Massa Bayaran
Di samping status politiknya sebagai relawan tim sukses, rekam jejak Ginka juga sempat diterpa isu miring. Namanya pernah terseret dalam dugaan mobilisasi massa atau demo bayaran pada aksi yang berlangsung tanggal 25 Agustus 2025.
Komisi Pencari Fakta (KPF) menyatakan telah menemukan indikasi yang kuat mengenai keberadaan massa bayaran dalam demonstrasi Agustus 2025 tersebut. Keterlibatan organisasi BISON diungkapkan secara blak-blakan oleh koalisi masyarakat sipil.
“Apakah ada massa bayaran? Iya. Ada pengakuan massa bayaran yang ini dipimpin oleh organisasi bernama Barisan Intelektual Strategi Objektif Nasional atau BISON,” tegas Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Muhammad Isnur, saat berbicara di Kantor Indonesia Corruption Watch (ICW), Kalibata, Jakarta Selatan, pada Rabu, 18 Februari 2026 lalu.
Konfirmasi Pihak Pertamina
Hingga naskah berita ini diturunkan, kejelasan mengenai penilaian kapasitas, kompetensi, serta mekanisme hukum di balik penunjukan Ginka Ginting sebagai komisaris masih menyisakan tanda tanya.
Usaha konfirmasi telah dilakukan kepada Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga selaku perusahaan induk dari PT Pertamina Retail, Roberth MV Dumatubun. Namun, pihak manajemen Pertamina Patra Niaga belum memberikan respons maupun pernyataan resmi terkait penunjukan yang kontroversial tersebut.
(DAW)
