Kisah Haru Antonio Dan Bocah 11 Tahun, Dievakuasi Hidup-hidup Setelah 3 Hari Gempa Venezuela
Evakuasi korban di reruntuhan bangunan usai gempa di Venezuela. (Foto: Getty Images)
Newestindonesia.co.id, Mukjizat dan secercah harapan muncul di tengah duka mendalam yang menyelimuti Venezuela. Seorang anak laki-laki berusia 11 tahun berhasil diselamatkan dalam kondisi hidup setelah lebih dari tiga hari tertimbun reruntuhan bangunan akibat gempa bumi dahsyat yang mengguncang negara tersebut.
Penyelamatan dramatis ini dikonfirmasi langsung oleh Presiden Sementara Venezuela, Delcy Rodriguez. Melalui unggahan di media sosial X yang disertai rekaman video proses evakuasi, Rodriguez menegaskan bahwa keberhasilan menyelamatkan para korban di tengah situasi sulit ini memberikan kekuatan besar bagi seluruh warga negaranya.
“Beberapa menit yang lalu seorang bocah berusia 11 tahun diselamatkan hidup-hidup di Caraballeda. Saat ini, setiap nyawa adalah sumber harapan bagi Venezuela,” ujar Delcy Rodriguez seperti dilansir dari AFP, Minggu (28/6/2026).
Evakuasi Dramatis Antonio di La Guaira
Keajaiban tidak berhenti di Caraballeda. Di wilayah La Guaira, tim penyelamat juga berhasil mengevakuasi seorang pria dewasa bernama Antonio dari bawah puing-puing bangunan yang hancur total. Berdasarkan laporan CNN, sebuah rekaman video yang dirilis oleh Unit Darurat Militer Spanyol (Unidad Militar de Emergencias/UME) memperlihatkan momen-momen emosional saat Antonio ditarik keluar.
Dalam video tersebut, Antonio dievakuasi dengan posisi kaki terlebih dahulu. Begitu berhasil keluar dari himpitan beton, ia tampak duduk dan tersenyum, seolah tidak percaya bahwa dirinya masih diberi kesempatan untuk hidup. Rekaman itu juga menangkap suasana haru dan takjub dari orang-orang di sekelilingnya yang berteriak menyambutnya, “Antonio! Antonio, selamat datang!”
Antonio menjadi korban kedua yang berhasil diselamatkan dalam kondisi bernyawa oleh tim penyelamat dari Spanyol pada hari Sabtu, setelah hampir tiga hari terjebak tanpa kepastian di bawah reruntuhan bangunan.
Kerja Keras Tim Penyelamat Internasional
Keberhasilan evakuasi ini merupakan buah dari kerja keras dan sinergi dari berbagai tim penyelamat, termasuk bantuan personel internasional. Pihak UME Spanyol menyatakan bahwa proses penyelamatan berjalan sangat rumit dan membutuhkan waktu berjam-jam demi memastikan keamanan korban.
“Anggota UME @UMEgob, bekerja sama dengan tim penyelamat lainnya, telah berhasil mengakses dan menyelamatkan korban kedua yang terjebak, setelah beberapa jam melakukan pekerjaan pembersihan dan stabilisasi intensif di area yang terdampak,” tulis pernyataan resmi tim UME melalui media sosial.
Hingga saat ini, operasi pencarian dan penyelamatan masih terus digenjot di berbagai titik terdampak. Meskipun korban tewas akibat gempa kembar dahsyat di Venezuela dilaporkan telah mencapai 1.430 orang, keberhasilan menyelamatkan bocah 11 tahun dan Antonio menjadi bukti bahwa mukjizat masih bisa terjadi di tengah puing-puing bencana.
(DAW)
