Kenali Penyebab Wajah Beruntusan Dan Merah, Jangan Langsung Salah Pilih Skincare
Kulit sensitif berjerawat. Foto: iStock/Maksym Belchenko
Newestindonesia.co.id, Banyak orang menganggap wajah yang dipenuhi jerawat beruntusan disertai kemerahan pasti merupakan tanda kulit sensitif. Padahal, kondisi tersebut belum tentu disebabkan oleh sensitivitas kulit semata. Ada berbagai faktor yang dapat memicu munculnya beruntusan dan kemerahan, mulai dari gangguan skin barrier, penggunaan produk skincare yang tidak cocok, perubahan hormon, hingga reaksi alergi.
Karena gejalanya sering kali mirip, tidak sedikit orang yang salah memilih perawatan. Alih-alih membaik, kondisi kulit justru semakin meradang akibat penggunaan produk yang terlalu keras atau tidak sesuai dengan kebutuhan kulit.
Lalu, benarkah wajah berjerawat beruntusan dan merah selalu menjadi tanda kulit sensitif? Berikut penjelasan lengkapnya.
Apa Itu Jerawat Beruntusan?
Jerawat beruntusan adalah kondisi ketika muncul bintik-bintik kecil di permukaan kulit. Umumnya, beruntusan terasa kasar saat diraba dan sering muncul di area dahi, pipi, dagu, maupun rahang.
Beruntusan biasanya terjadi karena pori-pori tersumbat oleh minyak, sel kulit mati, bakteri, atau sisa produk kosmetik.
Pada beberapa orang, beruntusan dapat berkembang menjadi jerawat yang meradang apabila tidak ditangani dengan tepat.
Mengapa Wajah Menjadi Merah?
Kemerahan pada wajah merupakan respons alami kulit terhadap iritasi atau peradangan. Saat kulit mengalami gangguan, pembuluh darah kecil di bawah permukaan kulit melebar sehingga wajah tampak memerah.
Kondisi ini bisa bersifat sementara maupun berlangsung cukup lama tergantung penyebabnya.
Jika kemerahan muncul bersamaan dengan rasa perih, panas, gatal, atau kulit mengelupas, kemungkinan besar terdapat gangguan pada lapisan pelindung kulit.
Apakah Beruntusan dan Kemerahan Selalu Tanda Kulit Sensitif?
Jawabannya adalah tidak selalu.
Kulit sensitif memang sering menunjukkan gejala berupa kemerahan, rasa terbakar, gatal, hingga muncul beruntusan. Namun gejala yang sama juga bisa disebabkan oleh berbagai kondisi lain.
Misalnya:
- Skin barrier yang rusak.
- Reaksi alergi terhadap bahan tertentu.
- Jerawat akibat hormon.
- Dermatitis kontak.
- Rosacea.
- Infeksi jamur pada wajah.
- Penggunaan skincare yang terlalu banyak.
Oleh karena itu, penting untuk mengetahui penyebab utamanya sebelum menentukan jenis perawatan.
Ciri-Ciri Kulit Sensitif
Kulit sensitif sebenarnya bukan jenis kulit, melainkan kondisi ketika kulit lebih mudah bereaksi terhadap berbagai faktor.
Beberapa cirinya antara lain:
- Mudah memerah.
- Terasa panas setelah memakai skincare.
- Sering muncul rasa gatal.
- Kulit mudah kering.
- Mudah iritasi.
- Cepat bereaksi terhadap cuaca.
- Tidak tahan terhadap produk dengan kandungan aktif tinggi.
Pada orang dengan kulit sensitif, penggunaan produk yang mengandung alkohol, parfum, atau asam dengan konsentrasi tinggi dapat memicu peradangan.
Penyebab Beruntusan dan Kemerahan
1. Skin Barrier Rusak
Skin barrier adalah lapisan pelindung kulit yang menjaga kelembapan sekaligus melindungi dari bakteri dan polusi.
Jika lapisan ini rusak, kulit menjadi lebih sensitif sehingga mudah merah, kering, dan beruntusan.
Penyebabnya antara lain:
- Terlalu sering eksfoliasi.
- Terlalu banyak memakai skincare aktif.
- Sabun wajah yang terlalu keras.
- Paparan sinar matahari berlebihan.
2. Reaksi Terhadap Skincare
Tidak semua produk cocok untuk setiap orang.
Beberapa kandungan yang dapat memicu iritasi antara lain:
- Fragrance.
- Essential oil tertentu.
- Alkohol tinggi.
- Retinol konsentrasi besar.
- AHA dan BHA berlebihan.
Jika setelah menggunakan produk baru wajah menjadi merah dan muncul beruntusan, hentikan pemakaian sementara untuk melihat apakah gejala membaik.
3. Perubahan Hormon
Jerawat akibat hormon biasanya muncul pada:
- Dagu.
- Rahang.
- Sekitar mulut.
Jerawat hormon dapat disertai kemerahan akibat peradangan, meskipun kulit sebenarnya tidak sensitif.
4. Alergi
Alergi terhadap kosmetik, sunscreen, masker wajah, hingga deterjen pada sarung bantal dapat menyebabkan:
- Ruam.
- Gatal.
- Beruntusan.
- Kemerahan.
Jika disebabkan alergi, gejala biasanya muncul cukup cepat setelah kontak dengan pemicunya.
5. Rosacea
Rosacea adalah gangguan kulit kronis yang sering disalahartikan sebagai jerawat.
Gejalanya meliputi:
- Wajah merah menetap.
- Benjolan kecil menyerupai jerawat.
- Pembuluh darah terlihat.
- Sensasi panas pada wajah.
Rosacea memerlukan penanganan berbeda dibanding jerawat biasa.
6. Infeksi Jamur
Beruntusan kecil yang terasa gatal dan jumlahnya banyak terkadang disebabkan oleh pertumbuhan jamur di kulit.
Kondisi ini sering memburuk saat cuaca panas dan lembap.
Kesalahan yang Sering Dilakukan
Banyak orang justru memperparah kondisi kulit karena melakukan beberapa kesalahan berikut.
Menggunakan Terlalu Banyak Produk
Semakin banyak skincare bukan berarti semakin baik.
Kulit yang sedang meradang membutuhkan rutinitas sederhana agar dapat pulih.
Terlalu Sering Eksfoliasi
Eksfoliasi memang membantu mengangkat sel kulit mati.
Namun jika dilakukan terlalu sering, lapisan pelindung kulit menjadi rusak sehingga kemerahan semakin parah.
Memencet Beruntusan
Kebiasaan ini dapat menyebabkan:
- Infeksi.
- Bekas jerawat.
- Peradangan lebih luas.
- Kulit semakin merah.
Sering Ganti Produk
Kulit membutuhkan waktu untuk beradaptasi.
Mengganti skincare setiap beberapa hari justru membuat kulit semakin stres.
Cara Mengatasi Beruntusan dan Kemerahan
Gunakan Pembersih yang Lembut
Pilih sabun wajah dengan formula ringan dan tidak membuat kulit terasa kering setelah mencuci muka.
Hindari penggunaan sabun dengan kandungan deterjen yang terlalu kuat.
Fokus Memperbaiki Skin Barrier
Gunakan pelembap yang mengandung:
- Ceramide.
- Glycerin.
- Hyaluronic acid.
- Panthenol.
- Squalane.
Bahan-bahan tersebut membantu menjaga kelembapan sekaligus memperbaiki lapisan pelindung kulit.
Hindari Produk yang Berpotensi Mengiritasi
Sementara waktu, kurangi penggunaan:
- Retinol.
- AHA.
- BHA.
- Scrub wajah.
- Toner dengan alkohol tinggi.
Biarkan kulit pulih terlebih dahulu sebelum kembali menggunakan bahan aktif.
Gunakan Sunscreen Setiap Hari
Paparan sinar UV dapat memperparah kemerahan dan memperlambat proses penyembuhan kulit.
Pilih sunscreen dengan formula ringan dan sesuai jenis kulit.
Jangan Menyentuh Wajah Terlalu Sering
Tangan dapat membawa bakteri dan minyak yang memperburuk kondisi kulit.
Biasakan mencuci tangan sebelum menyentuh wajah.
Perhatikan Kebersihan Barang yang Menempel di Wajah
Beberapa benda yang sering terlupakan antara lain:
- Sarung bantal.
- Handuk wajah.
- Spons makeup.
- Kuas makeup.
- Layar ponsel.
Membersihkan benda-benda tersebut secara rutin dapat membantu mengurangi risiko timbulnya jerawat.
Kapan Harus ke Dokter Kulit?
Segera konsultasikan ke dokter apabila:
- Beruntusan semakin banyak.
- Kemerahan tidak membaik setelah dua hingga empat minggu.
- Kulit terasa sangat perih.
- Muncul nanah.
- Jerawat meninggalkan bekas yang dalam.
- Wajah mengalami pembengkakan.
Dokter dapat membantu menentukan apakah penyebabnya adalah jerawat, alergi, rosacea, dermatitis, atau kondisi kulit lainnya.
Pola Hidup yang Mendukung Kesehatan Kulit
Selain skincare, kesehatan kulit juga dipengaruhi oleh gaya hidup.
Beberapa kebiasaan yang dapat membantu menjaga kondisi kulit meliputi:
- Tidur cukup setiap malam.
- Mengonsumsi sayur dan buah.
- Minum air putih yang cukup.
- Mengelola stres.
- Berolahraga secara rutin.
- Mengurangi konsumsi makanan tinggi gula jika dirasa memicu jerawat.
Meskipun hubungan antara makanan dan jerawat dapat berbeda pada setiap orang, menerapkan pola makan seimbang tetap bermanfaat bagi kesehatan tubuh dan kulit secara keseluruhan.
Kesimpulan
Wajah berjerawat beruntusan dan kemerahan tidak selalu berarti seseorang memiliki kulit sensitif. Kondisi tersebut dapat dipicu oleh berbagai faktor, seperti skin barrier yang rusak, penggunaan skincare yang tidak sesuai, perubahan hormon, alergi, hingga gangguan kulit tertentu seperti rosacea.
Langkah terbaik adalah mengenali penyebabnya terlebih dahulu sebelum mencoba berbagai produk perawatan. Rutinitas skincare yang sederhana, menjaga kelembapan kulit, menggunakan tabir surya setiap hari, serta menghindari bahan yang memicu iritasi dapat membantu proses pemulihan. Bila keluhan tidak kunjung membaik atau semakin berat, pemeriksaan ke dokter kulit diperlukan agar diagnosis dan penanganan yang diberikan sesuai dengan penyebabnya.
(DAW)
