Pemerintah Benahi Tata Kelola MBG, Mensesneg: Kekurangan Yang Terjadi Akan Diperbaiki

Mensesneg Prasetyo Hadi

Foto: Dok. Setneg

Newestindonesia.co.id, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memastikan pemerintah akan segera melakukan perbaikan menyeluruh terhadap tata kelola pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah evaluasi total ini diambil guna mematangkan jalannya program prioritas nasional tersebut agar berjalan lebih efektif dan efisien ke depan.

Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Prasetyo Hadi setelah menghadiri rapat koordinasi yang digelar di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan), Menteng, Jakarta Pusat, pada Kamis (11/6/2026). Ia menekankan bahwa penataan ulang skema operasional dan administrasi program menjadi kesepakatan bersama jajaran kabinet.

“Tadi kan juga udah disampaikan Pak Menko ya. Jadi memang kita menyepakati bersama-sama bahwa kita butuh penataan menyeluruh dari program MBG ini. Kalau bicaranya waktu tentu secepat-cepatnya,” kata Prasetyo Hadi kepada wartawan usai jalannya rapat dikutip melalui detikNews.

Dalam keterangannya, Prasetyo menguraikan bahwa pemerintah telah memetakan sejumlah klaster permasalahan yang muncul sepanjang pelaksanaan program MBG. Salah satu fokus krusial yang memerlukan penataan ulang segera adalah terkait akurasi klaster penerima manfaat.

Secara khusus, Mensesneg menyoroti pentingnya penajaman prioritas distribusi di wilayah 3T—yaitu daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar. Menurutnya, daerah-daerah tersebut membutuhkan penanganan cepat agar asas keadilan sosial dalam pemenuhan gizi nasional terpenuhi secara merata.

“Nah ada klaster-klaster yang memang harus kita tata ulang, kita benahi. Termasuk tadi ada satu permohonan yang menurut kami juga bagus untuk kita segera prioritaskan juga di daerah yang 3T untuk bisa secepatnya saudara-saudara kita mendapatkan manfaat dari program makan bergizi gratis ini,” ujarnya menjelaskan.

Lebih lanjut, Prasetyo Hadi membeberkan adanya perkembangan signifikan terkait penambahan profil penerima manfaat program dalam kurun waktu dua minggu terakhir. Program MBG yang semula menyasar sektor pendidikan, kini diperluas secara masif untuk menjangkau kelompok rentan lainnya, yakni ibu hamil, ibu menyusui, serta balita di bawah usia lima tahun.

Baca juga:  Zulhas Pastikan MBG Tetap Jalan Di Ramadan, Siswa Muslim Dapat Paket Kering

“Termasuk juga ada peningkatan yang signifikan dalam dua minggu ini berkenaan dengan penerima manfaat untuk istilahnya 3B. Untuk Ibu hamil, kemudian ibu yang menyusui, dan balita di bawah lima tahun,” papar Mensesneg.

Kendati evaluasi berkala dan perbaikan tata kelola sedang dipacu dengan target secepat-cepatnya, Prasetyo memberikan garansi bahwa implementasi program MBG yang tengah berjalan di lapangan tidak akan dihentikan. Proses distribusi makanan bergizi dipastikan tetap bergulir berdampingan dengan proses pembenahan sistem internal.

“Jadi yang… sebagian besar kan berjalan sesuai dengan mekanisme dan SOP yang sudah ditetapkan, jadi itu jalan terus,” tegas Pras.

Di akhir keterangannya, pihak Istana melalui Mensesneg meminta dukungan serta kerja sama dari semua elemen masyarakat selama masa transisi perbaikan ini berlangsung, agar target jangka panjang pembenahan sistem distribusi nasional ini dapat tercapai optimal.

“Jadi mohon dukungannya, mohon bersabarnya untuk kita kerja keras kita tata ulang semua,” tutur Prasetyo menutup wawancara.

(DAW)