Kronologi Bocah Tewas Diserang Anjing Pemburu Babi Hutan Di Jasinga Bogor

bocah-laki-laki-berusia-9-tahun-tewas-diserang-anjing-pemburu-babi-hutan-di-jasinga-bogor-jawa-barat-kasus-itu-mencuat-setelah-1780915104799_169

Bocah laki-laki berusia 9 tahun tewas diserang anjing pemburu babi hutan di Jasinga, Bogor, Jawa Barat. Kasus itu mencuat setelah ada penemuan mayat korban. (M Sholihin/detikcom)

Newestindonesia.co.id, Tragedi memilukan terjadi di Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Seorang bocah laki-laki berusia 9 tahun meninggal dunia setelah diserang kawanan anjing pemburu babi hutan saat sedang memancing bersama temannya di kawasan hutan. Sementara itu, seorang teman korban berhasil menyelamatkan diri dari serangan tersebut.

Peristiwa itu terungkap setelah warga menemukan jasad korban pada Minggu (7/6). Polisi kemudian melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kematian anak tersebut.

Kepala Bagian Operasional (KBO) Satreskrim Polres Bogor, Iptu Dwi Wiyanto, menjelaskan bahwa pihak kepolisian menerima laporan mengenai penemuan mayat seorang anak laki-laki di wilayah Jasinga.

“Kronologinya pada hari Minggu (7/6), berawal adanya informasi siang hari, informasi yang masuk ke Polsek Jasinga terkait penemuan mayat seorang anak laki-laki,” kata Dwi Wiyanto, Senin (8/6), dikutip melalui detikNews.

Hasil penyelidikan sementara mengungkap bahwa saat kejadian terdapat aktivitas perburuan babi hutan menggunakan sejumlah anjing pemburu di kawasan tersebut. Pada saat yang sama, korban bersama seorang temannya sedang memancing di area hutan.

Menurut Dwi, kawanan anjing yang sedang digunakan untuk berburu kemudian mengejar dua anak yang berada di lokasi tersebut.

“Dari hasil penyelidikan, ditemukan ada kegiatan memburu babi dengan menggunakan anjing-anjing. Di mana ada beberapa ekor anjing yang mengejar dua anak yang kebetulan berada di kawasan hutan, yang sedang melakukan aktivitas memancing,” ujarnya.

Dalam insiden itu, satu anak berhasil menyelamatkan diri. Namun nahas, korban tidak mampu menghindari serangan kawanan anjing hingga akhirnya meninggal dunia.

“Di mana satu anak berhasil selamat, kemudian satu anak lagi yang terkorban meninggal dunia akibat digigit oleh anjing-anjing yang sedang melakukan aktivitas perburuan,” imbuh Dwi.

Puluhan Pemburu Berada di Lokasi

Kapolsek Jasinga AKP Agus Hidayat mengungkapkan bahwa saat kejadian terdapat puluhan pemburu babi hutan yang sedang melakukan perburuan secara bersamaan di kawasan tersebut. Masing-masing pemburu membawa anjing pemburu untuk membantu mengejar babi hutan.

Baca juga:  Kabur Ke Bogor, Pelaku Pencurian Motor di Cianjur Akhirnya Dibekuk Polisi

“Yang jelas jumlahnya (pemburu babi hutan) sesuai yang kita amankan itu ada 43 orang, iya itu pemburu babi hutan semua. Nah masing-masing pemburu itu membawa anjing untuk berburu,” kata Agus.

Ia menjelaskan bahwa para pemburu tidak berkumpul di satu titik, melainkan menyebar di berbagai lokasi dalam area hutan yang cukup luas.

“Jadi gini, itu kan mereka berbarengan tuh memburu babi hutan. Nah areanya itu kan luas bisa 10 hektare, 20 hektare, kan di sekitar hutan gitu kan,” ujarnya.

“Nah kemudian mereka menyebar di beberapa titik, beberapa kelompok, nggak semua ngumpul di satu titik. Nanti titiknya ada kelompok di pinggir, terus di tengah, atau di mana, jaraknya ada sekitar 5 kilometer atau lebih setiap titik. Nah mungkin yang menyerang korban itu yang titiknya berdekatan dengan korban,” sambung Agus.

Polisi Lakukan Penyelidikan

Kasus ini kini masih dalam penyelidikan aparat kepolisian. Sebelumnya, polisi telah mengamankan sejumlah orang yang diduga terlibat dalam aktivitas perburuan untuk dimintai keterangan terkait insiden tersebut.

Pihak kepolisian juga terus mendalami kepemilikan anjing yang diduga menyerang korban serta mengumpulkan keterangan saksi guna memastikan adanya unsur kelalaian maupun kemungkinan pidana dalam kasus tersebut.

Tragedi ini menyita perhatian publik dan pemerintah daerah. Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi atau Jaro Ade meminta agar kasus tersebut diusut secara menyeluruh sehingga keluarga korban mendapatkan keadilan.

“Saya meminta pihak berwajib untuk mengusut tuntas peristiwa ini. Berikan keadilan kepada korban dan keluarganya. Jangan sampai ada pihak yang menghindari tanggung jawab atas kejadian yang sangat memilukan ini,” tegas Jaro Ade.

(DAW)