Connect with us

Hallo, Mau Cari Berita Apa Nih?

Newest Indonesia

Internasional

Tragedi San Diego Picu Solidaritas Muslim Amerika, Seruan Lawan Islamofobia Menguat

Remaja Palestina-Amerika Mohammed Ibrahim, di tengah, yang dipenjara oleh pasukan Israel tahun lalu, dan mantan tahanan ICE Leqaa Kordia (kedua dari kanan) berpose untuk foto di konferensi ICNA di Baltimore, Maryland, pada 23 Mei [Ali Harb/Al Jazeera]

Newestindonesia.co.id, Komunitas Muslim di Amerika Serikat berupaya mengubah rasa duka menjadi gerakan kolektif melawan kebencian setelah penembakan mematikan di Islamic Center of San Diego, California, yang menewaskan tiga orang pekan lalu. Dalam pertemuan tahunan Islamic Circle of North America (ICNA), para tokoh Muslim menyerukan solidaritas, advokasi politik, dan perlindungan lebih kuat terhadap komunitas Muslim di AS.

Dilansir melalui Al Jazeera, Senin (25 Mei 2026), Peristiwa penembakan yang kini diselidiki sebagai kejahatan bermotif kebencian itu mengguncang komunitas Muslim Amerika. Tiga korban yang tewas diidentifikasi sebagai Amin Abdullah, petugas keamanan masjid, Mansour Kaziha, dan Nader Awad. Ketiganya disebut sebagai sosok yang berupaya melindungi jamaah saat serangan terjadi.

Menurut laporan otoritas AS, dua remaja pelaku diduga terpapar ideologi supremasi kulit putih dan kebencian anti-Muslim melalui internet. Mereka kemudian melakukan serangan bersenjata sebelum akhirnya ditemukan tewas akibat bunuh diri.

Dalam konferensi ICNA yang dihadiri lebih dari 25 ribu Muslim dari berbagai wilayah Amerika Serikat, isu keamanan komunitas dan meningkatnya Islamofobia menjadi perhatian utama. Banyak peserta menilai tragedi San Diego bukan sekadar serangan terhadap satu rumah ibadah, tetapi simbol meningkatnya ancaman terhadap minoritas Muslim di AS.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Lena Masri dari Council on American-Islamic Relations (CAIR) mengatakan komunitas Muslim tidak boleh hanya berhenti pada tahap berkabung. Ia menegaskan bahwa korban penembakan harus menjadi pengingat pentingnya memperkuat perjuangan melawan ujaran kebencian dan kekerasan.

“Kami berutang kepada mereka sebuah keteguhan,” kata Masri dalam pernyataannya.

Sejumlah pemimpin Muslim juga menyoroti meningkatnya retorika anti-Muslim di ruang publik dan media sosial sejak konflik Gaza memanas pada 2023. Mereka menilai narasi kebencian yang terus berkembang telah menciptakan lingkungan berbahaya bagi komunitas Muslim di Amerika.

Baca juga:  Trump Klaim Serangan Ke Iran Keputusan AS, Bukan Tekanan Israel

Direktur CAIR wilayah San Francisco Bay Area bahkan menuding sebagian pejabat publik ikut memperburuk situasi melalui pernyataan yang dianggap memicu sentimen anti-Muslim. Organisasi itu mendesak pemerintah federal memperkuat perlindungan terhadap rumah ibadah dan komunitas minoritas.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Di San Diego sendiri, suasana berkabung masih terasa. Ratusan warga lintas agama menghadiri doa bersama dan aksi solidaritas untuk mengenang para korban. Tokoh Muslim, Kristen, Yahudi, dan pejabat sipil hadir bersama menyerukan persatuan dan menolak kekerasan berbasis agama.

Imam Islamic Center of San Diego, Taha Hassane, menyebut komunitasnya telah lama hidup dengan kekhawatiran terhadap ancaman kebencian. Namun ia menegaskan tragedi itu tidak akan membuat komunitas Muslim mundur atau hidup dalam ketakutan.

Sementara itu, berbagai penggalangan dana untuk keluarga korban dan pemulihan komunitas terus mengalir. Donasi yang terkumpul dilaporkan telah mencapai jutaan dolar AS sebagai bentuk solidaritas masyarakat luas terhadap komunitas Muslim San Diego.

Kasus penembakan ini kembali memicu perdebatan nasional mengenai ekstremisme domestik, penyebaran ujaran kebencian di internet, dan keamanan rumah ibadah di Amerika Serikat. Banyak kelompok hak sipil meminta pemerintah mengambil langkah lebih serius untuk mencegah radikalisasi berbasis kebencian yang dinilai semakin mudah menyebar melalui platform digital.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Komunitas Muslim di Amerika Serikat berupaya mengubah rasa duka menjadi gerakan kolektif melawan kebencian setelah penembakan mematikan di Islamic Center of San Diego, California, yang menewaskan tiga orang pekan lalu. Dalam pertemuan tahunan Islamic Circle of North America (ICNA), para tokoh Muslim menyerukan solidaritas, advokasi politik, dan perlindungan lebih kuat terhadap komunitas Muslim di AS.

Peristiwa penembakan yang kini diselidiki sebagai kejahatan bermotif kebencian itu mengguncang komunitas Muslim Amerika. Tiga korban yang tewas diidentifikasi sebagai Amin Abdullah, petugas keamanan masjid, Mansour Kaziha, dan Nader Awad. Ketiganya disebut sebagai sosok yang berupaya melindungi jamaah saat serangan terjadi.

Baca juga:  Ketegangan Di Iran, Kemlu RI Intensif Pantau Keamanan WNI

Menurut laporan otoritas AS, dua remaja pelaku diduga terpapar ideologi supremasi kulit putih dan kebencian anti-Muslim melalui internet. Mereka kemudian melakukan serangan bersenjata sebelum akhirnya ditemukan tewas akibat bunuh diri.

Dalam konferensi ICNA yang dihadiri lebih dari 25 ribu Muslim dari berbagai wilayah Amerika Serikat, isu keamanan komunitas dan meningkatnya Islamofobia menjadi perhatian utama. Banyak peserta menilai tragedi San Diego bukan sekadar serangan terhadap satu rumah ibadah, tetapi simbol meningkatnya ancaman terhadap minoritas Muslim di AS.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Lena Masri dari Council on American-Islamic Relations (CAIR) mengatakan komunitas Muslim tidak boleh hanya berhenti pada tahap berkabung. Ia menegaskan bahwa korban penembakan harus menjadi pengingat pentingnya memperkuat perjuangan melawan ujaran kebencian dan kekerasan.

“Kami berutang kepada mereka sebuah keteguhan,” kata Masri dalam pernyataannya.

Sejumlah pemimpin Muslim juga menyoroti meningkatnya retorika anti-Muslim di ruang publik dan media sosial sejak konflik Gaza memanas pada 2023. Mereka menilai narasi kebencian yang terus berkembang telah menciptakan lingkungan berbahaya bagi komunitas Muslim di Amerika.

Direktur CAIR wilayah San Francisco Bay Area bahkan menuding sebagian pejabat publik ikut memperburuk situasi melalui pernyataan yang dianggap memicu sentimen anti-Muslim. Organisasi itu mendesak pemerintah federal memperkuat perlindungan terhadap rumah ibadah dan komunitas minoritas.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Di San Diego sendiri, suasana berkabung masih terasa. Ratusan warga lintas agama menghadiri doa bersama dan aksi solidaritas untuk mengenang para korban. Tokoh Muslim, Kristen, Yahudi, dan pejabat sipil hadir bersama menyerukan persatuan dan menolak kekerasan berbasis agama.

Imam Islamic Center of San Diego, Taha Hassane, menyebut komunitasnya telah lama hidup dengan kekhawatiran terhadap ancaman kebencian. Namun ia menegaskan tragedi itu tidak akan membuat komunitas Muslim mundur atau hidup dalam ketakutan.

Baca juga:  Rusia Klaim Kuasai Luhansk, Ukraina Membantah Jelang Negosiasi Dengan AS

Sementara itu, berbagai penggalangan dana untuk keluarga korban dan pemulihan komunitas terus mengalir. Donasi yang terkumpul dilaporkan telah mencapai jutaan dolar AS sebagai bentuk solidaritas masyarakat luas terhadap komunitas Muslim San Diego.

Kasus penembakan ini kembali memicu perdebatan nasional mengenai ekstremisme domestik, penyebaran ujaran kebencian di internet, dan keamanan rumah ibadah di Amerika Serikat. Banyak kelompok hak sipil meminta pemerintah mengambil langkah lebih serius untuk mencegah radikalisasi berbasis kebencian yang dinilai semakin mudah menyebar melalui platform digital.

Advertisement. Scroll to continue reading.

(DAW)

Newest Indonesia Saluran WhatsApp
Newest Indonesia hadir di Saluran WhatsApp

Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang

Ingin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp

Berita Lainnya

Internasional

Newestindonesia.co.id, Krisis kemiskinan dan kelaparan yang semakin memburuk di Afghanistan memaksa sejumlah keluarga mengambil keputusan paling menyakitkan dalam hidup mereka: menjual anak sendiri demi...

Olahraga

Newestindonesia.co.id, Dunia balap Amerika Serikat diselimuti suasana haru pada akhir pekan Memorial Day setelah NASCAR menggelar penghormatan besar-besaran untuk mendiang pembalap legendaris Kyle Busch...

Internasional

Newestindonesia.co.id, Serangan udara Israel kembali mengguncang wilayah Lebanon selatan pada Sabtu (24/5/2026) waktu setempat. Sedikitnya enam orang dilaporkan tewas setelah rentetan serangan menghantam sejumlah...

Internasional

Newestindonesia.co.id, Presiden Taiwan Lai Ching-te menegaskan bahwa masa depan Taiwan tidak boleh ditentukan oleh kekuatan asing mana pun. Pernyataan itu disampaikan di tengah meningkatnya...

Internasional

Newestindonesia.co.id, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akhirnya buka suara terkait viralnya video perlakuan aparat Israel terhadap para aktivis Global Sumud Flotilla yang ditahan setelah...

Finansial

Newestindonesia.co.id, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan pemerintah menggelontorkan dana hingga Rp2 triliun per hari untuk membantu Bank Indonesia (BI) menjaga stabilitas nilai tukar...

Internasional

Newestindonesia.co.id, Kasus dugaan spionase kembali mengguncang Amerika Serikat. Kali ini, sorotan tertuju pada mantan Wali Kota Arcadia, California, bernama Eileen Wang yang mengaku bertindak...

Internasional

Newestindonesia.co.id, Sebuah batu ruby raksasa seberat 11.000 karat ditemukan di wilayah Mogok, Myanmar, kawasan yang dikenal sebagai pusat tambang batu mulia dunia. Penemuan tersebut...

Advertisement