Newestindonesia.co.id, Sebuah toko kelontong bernama Adi Jaya di kawasan Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta Pusat, menjadi sorotan publik setelah video keributan dan aksi perusakan di lokasi tersebut viral di media sosial.
Peristiwa yang terjadi pada Minggu (3/5/2026) itu diduga dipicu perselisihan terkait biaya admin pembayaran QRIS sebesar Rp1.000 antara seorang anggota TNI AD dan penjaga toko.
Warga sekitar bernama Maya (40) mengaku datang ke lokasi setelah mendengar keributan dari arah toko.
“Kejadiannya karena QRIS, setahu saya. Gara-gara QRIS,” ujar Maya saat ditemui, Selasa (5/5/2026) seperti dikutip melalui Kompas.com.
Menurut penuturan Maya yang mendengar langsung cerita dari pemilik dan penjaga toko, insiden bermula ketika seorang anggota TNI AD membeli rokok pada Minggu sore. Namun, karena tidak membawa uang tunai, transaksi dilakukan menggunakan QRIS.
Penjaga toko kemudian menjelaskan bahwa pembayaran non-tunai dikenakan biaya tambahan Rp1.000 sebagai biaya admin.
“Itu karena ada potongan dari adminnya dan segala macamnya,” tutur Maya.
Penjaga toko juga sempat menyarankan agar pembayaran dilakukan secara tunai jika pembeli keberatan dengan biaya tambahan tersebut.
“Tapi pelakunya itu tidak bawa cash, sehingga dia cekcok,” jelas Maya.
Cekcok Memanas hingga Dugaan Pemukulan
Situasi kemudian memanas setelah anggota TNI tersebut disebut marah dan mengaku berasal dari satuan militer.
Menurut Maya, anggota TNI itu sempat mengancam penjaga toko agar tidak macam-macam terhadap dirinya.
“Dikatakan, ‘Kalau kamu anggota, mau apa? Mau borgol saya?’, gitu. Terus terjadi cekcok, ya sudah akhirnya marah-marah,” tutur Maya.
Dalam keributan tersebut, penjaga toko perempuan disebut sempat melontarkan ucapan yang memancing emosi.
“Mbak-mbak itu mengatakan ‘jelek’, ‘dasar jelek’ gitu,” lanjut Maya.
Setelah itu, anggota TNI diduga langsung memukul wajah penjaga toko perempuan tersebut. Suami penjaga toko yang berada di lokasi kemudian mencoba melerai dan menangkis pukulan berikutnya.
Keributan pun berubah menjadi aksi saling pukul.
“Bangun lagi lalu mukul suaminya mbaknya tadi. Pukul-pukulan di situ. Habis itu mungkin dia belum puas, lalu ambil gas 3 kg langsung menghancurkan semuanya,” jelas Maya.
Etalase hingga Kulkas Dirusak
Maya mengaku sempat melihat langsung aksi perusakan di dalam toko. Ia menyebut oknum tersebut menggunakan tabung gas 3 kilogram untuk menghancurkan sejumlah barang.
Etalase rokok, etalase beras hingga kulkas es krim disebut menjadi sasaran amukan.
“Oknumnya mengejar juga ke dalam buat hantam pakai gas. Jadi gontok-gontokan gitu di dalam,” kata Maya.
Setelah kejadian itu, anggota TNI tersebut kembali ke markas yang berada tidak jauh dari lokasi. Namun, tidak lama kemudian ia disebut kembali bersama lebih dari 10 prajurit lainnya.
Menurut Maya, para prajurit tersebut kemudian memukuli penjaga toko laki-laki.
“Penjaga toko disuruh keluar, dipukuli. Dia luka-luka di muka, kaki dan badan yang saya lihat,” ujarnya.
Dugaan Penusukan Jadi Pemicu Kedatangan Rekan Prajurit
Maya menduga kedatangan sejumlah prajurit TNI itu dipicu informasi bahwa anggota TNI yang terlibat sebelumnya mengalami penusukan.
Ia mengaku sempat melihat anggota TNI membuka bajunya dan memperlihatkan luka di bagian perut.
“Terus akhirnya teman-temannya geram, langsung dihancurkan lagi (toko). Katanya sih dengar-dengar ada (penusukan),” kata Maya.
Namun, berdasarkan informasi yang ia dengar dari pihak toko, luka tersebut disebut bukan akibat penusukan oleh penjaga toko.
“Cuma ternyata saya dengar dari orang dalamnya (pihak toko) enggak ada. Dia kena barang yang dia pegang sendiri, gunting atau apa gitu,” imbuhnya.
Penjelasan Resmi TNI AD
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Kolonel Inf Donny Pramono membenarkan adanya insiden yang melibatkan seorang prajurit TNI AD dan warga sipil di lokasi tersebut.
“Dapat kami sampaikan bahwa memang benar telah terjadi insiden keributan antara seorang prajurit TNI AD dengan warga sipil di lokasi tersebut,” ujar Donny saat dikonfirmasi, Selasa.
Donny menyebut prajurit yang terlibat diketahui bernama Sertu AW.
Menurut pihak TNI AD, kejadian bermula dari kesalahpahaman saat transaksi di warung yang kemudian berkembang menjadi cekcok.
“Dalam peristiwa itu, justru prajurit TNI AD atas nama Sertu AW mengalami luka akibat penusukan oleh pemilik warung,” kata Donny.
Saat ini, Sertu AW disebut sedang menjalani penanganan medis di RS Hermina Kemayoran.
Terkait kerusakan toko yang terjadi, Donny mengatakan hal tersebut merupakan bagian dari rangkaian kejadian saat situasi di lokasi sudah memanas.
“Namun demikian, seluruh peristiwa ini saat ini telah ditangani oleh Polres Jakarta Pusat dan juga didalami oleh pihak terkait untuk memastikan fakta secara utuh,” tuturnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi video yang beredar di media sosial.
“TNI AD memastikan, setiap prajurit yang terlibat akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku apabila terbukti melakukan pelanggaran,” kata Donny.
Polisi: Tidak Ada Korban Meninggal
Sementara itu, Kapolsek Kemayoran Kompol Agung Ardiansyah memastikan tidak ada korban meninggal dunia dalam insiden tersebut.
Menurut Agung, kasus tersebut kini ditangani Polres Metro Jakarta Pusat.
“Kedua belah pihak sepakat berdamai secara kekeluargaan,” ujar Agung.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp


