Newestindonesia.co.id, Pemerintah Jerman mendesak Israel untuk segera menghentikan serangan militernya di Lebanon selatan dan membuka jalan bagi perundingan damai dengan pemerintah Lebanon.
Desakan itu disampaikan langsung oleh Kanselir Jerman, Friedrich Merz, kepada Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dalam percakapan telepon yang berlangsung baru-baru ini.
Dilansir AFP melalui detikNews, Selasa 14 April 2026, Seorang juru bicara pemerintah Jerman mengatakan, Merz meminta Israel untuk mengakhiri pertempuran dan mengedepankan jalur diplomasi.
“Merz mendesak Netanyahu untuk mengakhiri pertempuran di Lebanon selatan dan memulai pembicaraan perdamaian langsung dengan pemerintah Lebanon,” ujar juru bicara tersebut.
Kekhawatiran Meluasnya Konflik
Selain mendesak penghentian serangan di Lebanon, Merz juga menyampaikan keprihatinan serius terhadap perkembangan situasi di wilayah Palestina.
Ia menegaskan bahwa tidak boleh ada langkah sepihak terkait wilayah yang disengketakan.
“Tidak boleh ada aneksasi sebagian Tepi Barat secara de facto,” tegas juru bicara pemerintah Jerman.
Pernyataan tersebut mencerminkan kekhawatiran Jerman atas potensi eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.
Jerman Siap Dukung Jalur Diplomatik
Dalam kesempatan yang sama, pemerintah Jerman juga menyatakan kesiapannya untuk terus mendukung upaya diplomasi internasional, termasuk mendorong tercapainya kesepahaman antara Amerika Serikat dan Iran.
Jerman menawarkan dukungan berkelanjutan untuk upaya “mencapai kesepahaman diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran”.
Langkah ini dinilai penting untuk meredam konflik yang berpotensi meluas menjadi perang regional.
Perubahan Sikap Jerman
Sikap Jerman terhadap konflik ini juga mengalami pergeseran. Jika sebelumnya Berlin menyambut baik operasi militer yang dilakukan Israel dan Amerika Serikat, kini pemerintah Jerman mulai menunjukkan kekhawatiran lebih besar.
Perubahan tersebut dipicu oleh meningkatnya risiko dampak ekonomi global serta ancaman eskalasi konflik di kawasan Teluk.
Serangan balasan Iran terhadap negara-negara Teluk disebut berpotensi memperluas konflik menjadi perang regional yang lebih besar.
Ancaman terhadap Jalur Energi Global
Ketegangan juga berdampak pada stabilitas jalur energi global, khususnya di Selat Hormuz yang merupakan jalur vital distribusi minyak dunia.
Jerman menyatakan kesiapan untuk berkontribusi menjaga keamanan jalur tersebut, namun dengan sejumlah syarat.
“Jerman siap berkontribusi untuk memastikan kebebasan navigasi di Selat Hormuz, tetapi hanya setelah penghentian permusuhan,” kata juru bicara tersebut.
Sebelum konflik memanas, sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melewati jalur ini. Namun, pengiriman kini terganggu akibat ancaman serangan terhadap kapal tanker.
Situasi Semakin Kompleks
Situasi semakin rumit setelah Amerika Serikat menyatakan blokade angkatan laut parsial di Selat Hormuz, menyusul kegagalan negosiasi dengan Iran.
Langkah tersebut menambah tekanan geopolitik di kawasan dan meningkatkan kekhawatiran akan gangguan pasokan energi global.
Dengan meningkatnya eskalasi, seruan Jerman untuk penghentian serangan dan dimulainya dialog damai menjadi salah satu upaya untuk mencegah konflik yang lebih luas.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login