Newestindonesia.co.id, Buron kasus narkoba Andre Fernando alias “The Doctor” akhirnya ditangkap aparat gabungan di Malaysia. Ia diamankan saat berada di sebuah hotel di Penang bersama seorang perempuan warga negara Kazakhstan.
Penangkapan dilakukan oleh tim gabungan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Divisi Hubungan Internasional Polri, serta kepolisian Malaysia pada Minggu, 5 April 2026 sekitar pukul 14.30 waktu setempat.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso mengungkapkan, saat diamankan Andre berada di kamar hotel bersama seorang perempuan asing.
“Yang bersangkutan berada di Crowne Plaza Penang Straits City di kamar nomor 1923 bersama satu orang perempuan kewarganegaraan Kazakhstan, BR,” kata Eko melalui keterangan tertulis, Selasa (7/4/2026).
Tanpa Paspor, Pemulangan Terkendala
Dalam proses penangkapan, polisi tidak menemukan dokumen perjalanan milik Andre. Hal ini sempat menghambat proses pemulangan ke Indonesia.
“Berdasarkan hasil penggeledahan, tidak ditemukan dokumen paspor milik yang bersangkutan sehingga subjek tidak dapat langsung dipulangkan atau dideportasi,” jelasnya.
Untuk mengatasi hal tersebut, pemulangan Andre akhirnya dilakukan setelah diterbitkan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) oleh KJRI Penang.
Sempat Kabur dan Buang Ponsel
Polisi juga mengungkap bahwa Andre sempat berupaya menghindari penangkapan sebelum akhirnya tertangkap di Malaysia.
Andre juga sempat mencoba melarikan diri ketika mengetahui dirinya menjadi buron Bareskrim Polri. Andre disebut sempat membuang ponsel miliknya di jalan tol.
Buron Kasus Narkoba Jaringan Internasional
Andre Fernando alias “The Doctor” merupakan salah satu buronan utama dalam kasus narkotika jaringan internasional yang melibatkan bandar Ko Erwin. Ia diketahui berperan sebagai distributor narkoba skala besar.
Dalam jaringan tersebut, Andre memasok berbagai jenis narkotika, termasuk sabu, “happy water”, hingga cairan vape yang mengandung etomidate.
Selain itu, ia juga diketahui menggunakan berbagai modus penyelundupan, mulai dari jalur laut hingga pengiriman melalui kargo dengan penyamaran barang untuk mengelabui petugas.
Penangkapan Andre menjadi hasil dari koordinasi lintas negara antara aparat Indonesia dan Malaysia, termasuk dukungan Interpol dalam pelacakan buronan.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login