Newestindonesia.co.id, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, melontarkan pernyataan keras terkait konflik yang terus memanas dengan Iran. Ia menyebut militer Israel akan mengejar hingga membunuh para pemimpin Iran di tengah eskalasi perang yang masih berlangsung.
Katz juga menegaskan bahwa Israel tidak hanya akan membidik tokoh penting Iran, tetapi juga akan menyasar aset strategis negara tersebut jika serangan terhadap wilayah Israel terus berlanjut.
“Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, sesumbar bahwa pasukan Israel akan mengejar dan membunuh para pemimpin Iran,” demikian dilaporkan AFP dikutip melaui detikNews, Senin 6 April 2026.
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya intensitas konflik antara Israel dan Iran yang telah berlangsung sejak akhir Februari 2026. Dalam periode tersebut, kedua negara terlibat saling serang, termasuk penggunaan rudal dan serangan udara.
Selain menargetkan para pemimpin Iran, Katz juga menyebut bahwa langkah militer Israel akan diperluas dengan menghantam berbagai aset strategis milik Teheran apabila serangan terhadap Israel tidak dihentikan.
“Dia juga menyebut pasukan Israel akan menargetkan aset strategis Iran jika serangan rudal terhadap Israel terus berlanjut,” lanjut laporan tersebut.
Konflik Terus Memanas
Pernyataan keras dari Israel ini tidak muncul dalam ruang kosong. Konflik antara Israel, Iran, dan sekutunya telah berkembang menjadi perang terbuka sejak 28 Februari 2026.
Serangan awal yang dilancarkan oleh Israel dan sekutunya dilaporkan menargetkan fasilitas militer hingga jajaran elite Iran. Sejumlah pejabat tinggi bahkan dilaporkan tewas dalam gelombang serangan tersebut.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan rudal ke wilayah Israel dan target militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Eskalasi ini memicu kekhawatiran global karena berpotensi meluas menjadi konflik regional yang lebih besar.
Dalam perkembangan terbaru, Israel juga secara terbuka menyatakan strategi militernya memang menyasar kepemimpinan Iran, sebagai bagian dari upaya melemahkan struktur kekuasaan negara tersebut.
Ancaman Terbuka dan Risiko Eskalasi
Retorika yang disampaikan Menteri Pertahanan Israel memperlihatkan bahwa konflik tidak hanya berlangsung di medan perang, tetapi juga dalam bentuk tekanan politik dan psikologis.
Ancaman untuk membunuh para pemimpin Iran dinilai sebagai sinyal bahwa Israel akan terus meningkatkan tekanan, bahkan hingga ke level kepemimpinan tertinggi.
Di sisi lain, langkah tersebut juga berisiko memicu balasan yang lebih besar dari Iran, yang sebelumnya telah menunjukkan kemampuan serangan balistik ke berbagai target di kawasan.
Dengan situasi yang terus berkembang, dunia internasional kini menaruh perhatian besar terhadap konflik ini, mengingat dampaknya tidak hanya terbatas pada kawasan Timur Tengah, tetapi juga terhadap stabilitas global, termasuk energi dan keamanan internasional.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login