Newestindonesia.co.id, Serangan rudal Iran dilaporkan menghantam wilayah yang menjadi lokasi fasilitas nuklir Israel di Kota Dimona, memicu kerusakan bangunan serta melukai puluhan orang.
Militer Israel menyatakan bahwa satu rudal Iran menghantam langsung sebuah bangunan di Dimona, yang terletak di Gurun Negev, pada Sabtu (21/3) waktu setempat. Serangan tersebut menjadi bagian dari eskalasi konflik terbaru di kawasan.
Dilaporkan AFP, Dimona dikenal sebagai lokasi fasilitas nuklir Israel. Serangan langsung ini memperkuat ketegangan yang meningkat antara kedua negara dalam beberapa waktu terakhir.
Sementara itu, televisi pemerintah Iran menyebut serangan tersebut sebagai aksi balasan atas serangan terhadap situs nuklir Iran. Sebelumnya, organisasi energi atom Iran melaporkan bahwa kompleks pengayaan Natanz menjadi sasaran serangan, namun tidak ditemukan kebocoran bahan radioaktif.
Kerusakan Parah di Area Permukiman
Dampak serangan juga dirasakan di wilayah sekitar. Petugas pemadam kebakaran Israel melaporkan adanya serangan langsung di pusat kota Arad, yang berada di selatan Israel.
“Ini adalah serangan di pusat kota di antara bangunan tempat tinggal,” demikian pernyataan dinas pemadam kebakaran Israel. Mereka menambahkan bahwa kerusakan parah terjadi di lokasi tersebut akibat hantaman rudal.
Media lokal Israel turut menayangkan kondisi sejumlah bangunan yang mengalami kerusakan berat. Kota Arad sendiri berjarak sekitar 25 kilometer dari Dimona, wilayah yang sebelumnya juga menjadi sasaran serangan.
Puluhan Orang Terluka
Petugas medis Israel melaporkan sekitar 30 orang mengalami luka-luka akibat serangan tersebut. Korban terluka terjadi setelah puing-puing bangunan berjatuhan menyusul peringatan serangan dari Iran.
Situasi ini menambah daftar korban dalam konflik yang terus memanas, dengan serangan yang kini tidak hanya menyasar fasilitas militer, tetapi juga berdampak pada kawasan permukiman.
Latar Belakang Serangan
Sebelumnya, Amerika Serikat dan Israel dilaporkan menyerang fasilitas nuklir Iran di Natanz. Serangan tersebut disebut oleh otoritas Iran sebagai “tindakan kriminal” terhadap negara mereka.
Organisasi energi atom Iran menyatakan bahwa kompleks pengayaan Natanz menjadi target serangan, namun menegaskan tidak ada kebocoran radioaktif di wilayah tersebut.
Serangan rudal Iran ke Israel ini disebut sebagai respons langsung atas aksi tersebut, menandai peningkatan signifikan dalam konflik antara kedua pihak.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login