Serangan Balasan Iran Ke Dimona, 30 Warga Israel Dilaporkan Luka

0
potret-iran-hujani-israel-dengan-rudal-2_169

Foto: Iran melancarkan serangan rudal dan drone ke Israel pada Minggu 14 April 2024. Sekitar 300 drone dan rudal ditembakan. (REUTERS/Amir Cohen)

Harga Emas Hari Ini
Advertisement

Newestindonesia.co.id, Serangan rudal Iran dilaporkan menghantam wilayah yang menjadi lokasi fasilitas nuklir Israel di Kota Dimona, memicu kerusakan bangunan serta melukai puluhan orang.

Militer Israel menyatakan bahwa satu rudal Iran menghantam langsung sebuah bangunan di Dimona, yang terletak di Gurun Negev, pada Sabtu (21/3) waktu setempat. Serangan tersebut menjadi bagian dari eskalasi konflik terbaru di kawasan.

Dilaporkan AFP, Dimona dikenal sebagai lokasi fasilitas nuklir Israel. Serangan langsung ini memperkuat ketegangan yang meningkat antara kedua negara dalam beberapa waktu terakhir.

Sementara itu, televisi pemerintah Iran menyebut serangan tersebut sebagai aksi balasan atas serangan terhadap situs nuklir Iran. Sebelumnya, organisasi energi atom Iran melaporkan bahwa kompleks pengayaan Natanz menjadi sasaran serangan, namun tidak ditemukan kebocoran bahan radioaktif.

Kerusakan Parah di Area Permukiman

Dampak serangan juga dirasakan di wilayah sekitar. Petugas pemadam kebakaran Israel melaporkan adanya serangan langsung di pusat kota Arad, yang berada di selatan Israel.

“Ini adalah serangan di pusat kota di antara bangunan tempat tinggal,” demikian pernyataan dinas pemadam kebakaran Israel. Mereka menambahkan bahwa kerusakan parah terjadi di lokasi tersebut akibat hantaman rudal.

Media lokal Israel turut menayangkan kondisi sejumlah bangunan yang mengalami kerusakan berat. Kota Arad sendiri berjarak sekitar 25 kilometer dari Dimona, wilayah yang sebelumnya juga menjadi sasaran serangan.

Puluhan Orang Terluka

Petugas medis Israel melaporkan sekitar 30 orang mengalami luka-luka akibat serangan tersebut. Korban terluka terjadi setelah puing-puing bangunan berjatuhan menyusul peringatan serangan dari Iran.

Situasi ini menambah daftar korban dalam konflik yang terus memanas, dengan serangan yang kini tidak hanya menyasar fasilitas militer, tetapi juga berdampak pada kawasan permukiman.

Baca juga:  Serangan Drone Hantam Sekolah Di Sudan, 17 Tewas Mayoritas Siswi

Latar Belakang Serangan

Sebelumnya, Amerika Serikat dan Israel dilaporkan menyerang fasilitas nuklir Iran di Natanz. Serangan tersebut disebut oleh otoritas Iran sebagai “tindakan kriminal” terhadap negara mereka.

Organisasi energi atom Iran menyatakan bahwa kompleks pengayaan Natanz menjadi target serangan, namun menegaskan tidak ada kebocoran radioaktif di wilayah tersebut.

Serangan rudal Iran ke Israel ini disebut sebagai respons langsung atas aksi tersebut, menandai peningkatan signifikan dalam konflik antara kedua pihak.

(DAW)

Berita Hukum Dan Kriminal
Advertisement

Tinggalkan Balasan