Newestindonesia.co.id, Israel kembali melancarkan serangan ke ibu kota Lebanon, Beirut, dengan menargetkan sebuah apartemen di wilayah tersebut dalam eskalasi konflik yang terus meningkat di kawasan Timur Tengah.
Laporan kantor berita Lebanon, National News Agency (NNA), menyebut serangan itu terjadi melalui drone yang menghantam sebuah bangunan apartemen di wilayah Lebanon. Serangan ini menjadi bagian dari rangkaian operasi militer Israel yang disebut menargetkan kelompok militan di negara tersebut.
Dalam laporan yang sama, disebutkan bahwa serangan drone tersebut menewaskan seorang pejabat senior Hamas yang berada di Lebanon, bersama istrinya. Target tersebut diidentifikasi sebagai Wassim Atallah al-Ali.
Selain serangan terhadap apartemen, NNA juga melaporkan adanya serangan lain di berbagai wilayah Lebanon, termasuk di bagian selatan negara itu. Serangan tambahan tersebut dilaporkan menghantam kendaraan dan menewaskan sedikitnya tiga orang, meski belum ada konfirmasi resmi mengenai pihak yang bertanggung jawab.
Militer Israel sendiri menyatakan bahwa pihaknya menargetkan “beberapa pusat komando” milik Hizbullah dalam operasi tersebut. Namun, Israel tidak secara langsung mengonfirmasi seluruh serangan yang dilaporkan oleh otoritas Lebanon.
Di sisi lain, situasi di Lebanon terus memburuk sejak konflik meluas awal Maret. Otoritas setempat melaporkan puluhan orang tewas dan ratusan lainnya mengalami luka-luka akibat serangan yang terus berlanjut. Ribuan warga juga terpaksa mengungsi dari rumah mereka.
Pemimpin Hizbullah, Naim Qassem, menegaskan pihaknya akan terus melawan serangan Israel. Dalam pernyataannya, ia menyebut kelompoknya tidak akan menyerah meskipun menghadapi tekanan militer yang meningkat.
“Kita menghadapi agresi… kita tidak akan menyerah,” ujar Qassem.
Konflik antara Israel dan kelompok Hizbullah di Lebanon sendiri kembali memanas setelah aksi saling serang yang melibatkan rudal dan drone. Serangan balasan Israel kemudian meluas hingga ke berbagai wilayah, termasuk ibu kota Beirut.
Dalam beberapa hari terakhir, serangan udara Israel dilaporkan tidak hanya menyasar fasilitas militer, tetapi juga area permukiman. Hal ini memicu kekhawatiran internasional terkait keselamatan warga sipil di Lebanon.
Sejumlah pihak internasional pun menyerukan deeskalasi konflik guna mencegah jatuhnya lebih banyak korban jiwa dan memperburuk krisis kemanusiaan di kawasan tersebut.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login