Newestindonesia.co.id, Seorang pelajar bernama Raka Mudiawan (14) dilaporkan hilang setelah diduga terseret ombak saat berenang di kawasan Pantai Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap korban.
Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (12/3/2026) sekitar pukul 18.41 WIB ketika korban sedang berenang di perairan pantai bersama rekannya. Saat berada di laut, korban diduga terseret arus yang cukup kuat hingga akhirnya hilang dari pandangan.
Kasubsi Siaga dan Operasi Basarnas Banten Rizki Dwianto mengatakan korban sebelumnya berada di pinggir pantai bersama temannya sebelum insiden terjadi.
“Saat berada di perairan, korban diduga terseret arus,” kata Rizki Dwianto, Kamis (12/3/2026) dikutip melalui detikNews.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari tim penyelamat, kejadian bermula ketika korban bersama seorang rekannya berenang di area pantai pada sore hari. Aktivitas berenang tersebut awalnya berlangsung normal tanpa tanda bahaya.
Namun tidak lama kemudian, ombak dan arus laut diduga menjadi lebih kuat. Dalam kondisi tersebut, korban tiba-tiba terseret arus dan terbawa menjauh dari bibir pantai.
Rekan korban yang berada di lokasi sempat berusaha memberikan pertolongan. Meski demikian, upaya penyelamatan tidak berhasil karena arus laut terlalu kuat.
Menurut keterangan pihak Basarnas, korban diketahui merupakan warga Rajeg, Kabupaten Tangerang. Setelah kejadian, laporan mengenai hilangnya korban segera diterima oleh pihak berwenang.
“Rekan korban sempat berusaha menolong, namun korban tidak sempat tertolong dan dinyatakan hilang,” ujar Rizki.
Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian
Setelah menerima laporan, tim SAR gabungan langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan operasi pencarian. Tim yang terlibat dalam operasi ini terdiri dari unsur Basarnas, aparat setempat, serta masyarakat sekitar.
Operasi pencarian dilakukan dengan menyisir wilayah darat maupun perairan di sekitar lokasi kejadian.
Tim SAR menggunakan berbagai metode pencarian, mulai dari penyisiran garis pantai hingga pemantauan area laut yang diduga menjadi lokasi korban terseret arus.
“Operasi pencarian akan terus dilakukan untuk menemukan korban secepatnya,” kata Rizki.
Hingga laporan terakhir, korban masih belum ditemukan dan proses pencarian terus dilanjutkan oleh petugas di lapangan.
Kondisi Pantai dan Risiko Arus Laut
Pantai Carita dikenal sebagai salah satu destinasi wisata populer di Kabupaten Pandeglang, terutama bagi wisatawan dari Banten dan wilayah Jabodetabek.
Meski menjadi tujuan wisata favorit, kawasan pantai ini juga memiliki karakteristik ombak dan arus laut yang dapat berubah sewaktu-waktu, terutama saat kondisi cuaca tidak stabil.
Perubahan arus laut sering kali menjadi faktor yang meningkatkan risiko kecelakaan laut bagi wisatawan yang berenang terlalu jauh dari bibir pantai.
Dalam sejumlah kejadian sebelumnya, korban tenggelam atau terseret ombak kerap terjadi akibat arus laut yang tiba-tiba menguat.
Karena itu, wisatawan yang berkunjung ke kawasan pantai diimbau untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca dan mengikuti arahan petugas penjaga pantai.
Imbauan Keselamatan bagi Wisatawan
Insiden yang menimpa pelajar di Pantai Carita ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan pantai.
Beberapa langkah keselamatan yang perlu diperhatikan wisatawan antara lain:
- Tidak berenang terlalu jauh dari bibir pantai.
- Memperhatikan tanda peringatan atau arahan petugas penjaga pantai.
- Menghindari berenang saat ombak besar atau arus kuat.
- Selalu berenang bersama teman atau dalam pengawasan orang dewasa.
Dengan memperhatikan langkah-langkah tersebut, risiko kecelakaan laut dapat diminimalkan.
Pencarian Masih Berlangsung
Sementara itu, tim SAR gabungan masih terus melakukan upaya pencarian terhadap korban. Proses pencarian difokuskan di area sekitar lokasi korban terakhir terlihat.
Petugas berharap korban dapat segera ditemukan sehingga proses evakuasi dapat dilakukan secepat mungkin.
Operasi pencarian biasanya melibatkan penyisiran laut menggunakan perahu karet serta pemantauan di sepanjang garis pantai.
Pihak Basarnas juga mengimbau masyarakat yang berada di sekitar lokasi untuk segera melapor apabila melihat tanda-tanda keberadaan korban.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login