Connect with us

Hallo, Mau Cari Berita Apa Nih?

Newest Indonesia

Nasional

Peran Bupati Pekalongan Dalam Kasus Korupsi Outsourcing Rp46 Miliar Terkuak

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan tindak pidana korupsi pengadaan jasa outsourcing dan pengadaan lainnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan, Jawa Tengah. (Foto: Dok KPK)

Newestindonesia.co.id, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap dugaan praktik korupsi dalam pengadaan jasa outsourcing di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan yang menyeret Bupati Pekalongan Fadia Arafiq. Kasus ini mencuat setelah KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) dan menetapkan Fadia sebagai tersangka.

Kasus tersebut berkaitan dengan proyek pengadaan jasa outsourcing di berbagai perangkat daerah dengan nilai transaksi mencapai sekitar Rp46 miliar pada periode 2023–2026.

Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu mengungkapkan bahwa konstruksi perkara bermula ketika perusahaan bernama PT Raja Nusantara Berjaya (RNB) didirikan oleh keluarga Bupati Pekalongan. Perusahaan tersebut kemudian terlibat dalam berbagai proyek pengadaan jasa di lingkungan Pemkab Pekalongan.

“Jadi tadi diawali PT RNB itu dibentuk oleh suami dan anak dari bupati… dan pada akhirnya mendapat pekerjaan pengadaan barang dan jasa. Nah ini di sini lah titiknya,” kata Asep dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Diduga Intervensi Proses Lelang

KPK menduga terdapat intervensi terhadap proses pengadaan barang dan jasa agar perusahaan milik keluarga tersebut memenangkan proyek.

Asep menjelaskan bahwa Fadia diduga mengarahkan orang kepercayaannya untuk memengaruhi para kepala dinas agar memenangkan PT RNB dalam proses lelang pengadaan outsourcing di sejumlah perangkat daerah.

“FAR melalui MSA dan orang kepercayaannya diduga melakukan intervensi kepada para kepala dinas agar memenangkan PT RNB,” ujarnya.

Bahkan, menurut KPK, praktik tersebut diduga dilakukan secara sistematis. Meski terdapat perusahaan lain yang mengajukan penawaran lebih rendah, perangkat daerah tetap diminta memenangkan perusahaan tersebut.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Meskipun ada perusahaan lain yang mengajukan penawaran lebih rendah, namun para perangkat daerah diharuskan untuk memenangkan perusahaan ibu,” kata Asep.

Baca juga:  Prabowo Subianto Sampaikan Ucapan Imlek 2026, Tekankan Harapan Kedamaian Dan Kemakmuran

Selain itu, proses pengadaan juga diduga dimanipulasi dengan meminta perangkat daerah menyerahkan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sebelum proses lelang dilakukan.

“Penawaran yang diajukan PT RNB akhirnya klop dengan HPS karena memang diminta disesuaikan seperti itu,” jelasnya.

Melibatkan Sejumlah Perangkat Daerah

KPK menyebut intervensi tersebut diduga terjadi di banyak instansi daerah. Praktik ini melibatkan sejumlah dinas hingga rumah sakit daerah di lingkungan Pemkab Pekalongan.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Perusahaan keluarga bupati itu kemudian memperoleh berbagai proyek pengadaan jasa tenaga outsourcing yang tersebar di berbagai instansi pemerintah daerah.

Sebagian pegawai perusahaan bahkan disebut berasal dari tim sukses bupati yang kemudian ditempatkan di perangkat daerah.

Skema tersebut membuat PT RNB memperoleh kontrak proyek bernilai puluhan miliar rupiah dari pemerintah daerah. Dari total transaksi sekitar Rp46 miliar, sebagian dana digunakan untuk membayar tenaga outsourcing, sementara sisanya diduga dinikmati sejumlah pihak.

KPK mengungkap sekitar Rp22 miliar digunakan untuk membayar gaji tenaga kerja outsourcing. Namun sekitar Rp19 miliar diduga dibagikan kepada keluarga bupati dan pihak terkait lainnya.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Bupati Pekalongan Resmi Jadi Tersangka

Setelah melakukan serangkaian penyelidikan dan pemeriksaan, KPK akhirnya menaikkan status perkara tersebut ke tahap penyidikan dan menetapkan Fadia Arafiq sebagai tersangka.

“KPK menaikkan perkara ini ke tahap penyidikan dengan menetapkan satu orang sebagai tersangka, yaitu Saudari FAR selaku Bupati Pekalongan periode 2025–2030,” kata Asep.

Fadia kemudian ditahan untuk 20 hari pertama guna kepentingan penyidikan lebih lanjut.

“KPK selanjutnya melakukan penahanan terhadap Saudari FAR untuk 20 hari pertama sejak 4 sampai 23 Maret 2026,” ujar Asep.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Ia ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) cabang Gedung Merah Putih KPK di Jakarta.

Baca juga:  Kemkomdigi Awasi Ketat Normalisasi Grok, X Corp Wajib Patuhi Hukum Indonesia

Dalam kasus ini, Fadia disangkakan melanggar ketentuan dalam Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

OTT Amankan 14 Orang

Operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK tidak hanya mengamankan Bupati Pekalongan. Dalam rangkaian operasi tersebut, total 14 orang diamankan dari beberapa lokasi di Jawa Tengah.

Sebagian dari mereka diamankan di Semarang, sementara lainnya ditangkap di wilayah Pekalongan.

Advertisement. Scroll to continue reading.

OTT ini menjadi salah satu rangkaian penindakan KPK terhadap dugaan korupsi yang melibatkan pejabat daerah di Indonesia.

Dugaan Konflik Kepentingan

KPK juga menyoroti adanya dugaan konflik kepentingan dalam kasus ini. Hal tersebut berkaitan dengan posisi jabatan bupati yang memiliki kewenangan dalam pemerintahan daerah, sementara perusahaan yang memenangkan proyek disebut terkait dengan keluarganya.

Menurut Asep, unsur konflik kepentingan tersebut terlihat dari kesesuaian waktu, posisi jabatan, dan lokasi kejadian.

“Waktunya tepat saat yang bersangkutan jadi Bupati. Tempatnya di tempat yang bersangkutan menjabat… ini tiga-tiganya berpadu,” kata Asep.

Advertisement. Scroll to continue reading.

KPK menegaskan penyidikan kasus ini masih terus berkembang. Lembaga antirasuah tersebut membuka kemungkinan adanya pihak lain yang turut terlibat dalam praktik dugaan korupsi tersebut.

(DAW)

Newest Indonesia Saluran WhatsApp
Newest Indonesia hadir di Saluran WhatsApp

Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang

Ingin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Berita Lainnya

Nasional

Newestindonesia.co.id, Komisi Yudisial (KY) bersama Mahkamah Agung (MA) menjatuhkan sanksi berat kepada dua hakim setelah terbukti melanggar Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim (KEPPH)....

Regional

Newestindonesia.co.id, Seorang pengemudi taksi online diduga menjadi korban penganiayaan oleh oknum prajurit TNI Angkatan Darat (AD) di wilayah Setu, Tangerang Selatan (Tangsel), Banten. Insiden...

Regional

Newestindonesia.co.id, Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Rabu (4/3/2026) sore. Bencana tersebut menyebabkan pohon...

Regional

Newestindonesia.co.id, Kasus dugaan kekerasan seksual di lingkungan pondok pesantren kembali mencuat. Seorang pimpinan pondok pesantren di Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat...

Regional

Newestindonesia.co.id, Seorang mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) Semarang diduga menjadi korban pengeroyokan oleh puluhan mahasiswa satu jurusan hingga mengalami luka serius. Kasus ini viral di...

Regional

Newestindonesia.co.id, Polisi menetapkan seorang sopir bus TransJakarta berinisial Y sebagai tersangka dalam kasus kecelakaan adu banteng dua armada bus di jalur layang Koridor 13...

Regional

Newestindonesia.co.id, Polisi berhasil menangkap pelaku pembunuhan pasangan suami istri (pasutri) warga negara Pakistan yang jasadnya ditemukan di dalam mobil di kawasan Padalarang, Kabupaten Bandung...

Regional

Newestindonesia.co.id – Jateng, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq resmi ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah terjaring operasi tangkap tangan (OTT). Penahanan tersebut dilakukan setelah...

Advertisement