Newestindonesia.co.id, Pemerintah Qatar mengecam keras serangan Iran yang menargetkan Pelabuhan Komersial Duqm di Kesultanan Oman serta sebuah kapal tanker minyak di perairan lepas pantainya. Serangan tersebut dinilai sebagai tindakan yang melanggar kedaulatan Oman dan berpotensi memperburuk eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Kementerian Luar Negeri Qatar menyampaikan kecaman tersebut melalui pernyataan resmi yang dipublikasikan di platform media sosial X pada Sabtu (1/3/2026).
“Negara Qatar mengecam keras serangan Iran yang menargetkan pelabuhan komersial Duqm di Kesultanan Oman dan sebuah kapal tanker minyak di lepas pantainya,” tulis Kementerian Luar Negeri Qatar dalam keterangannya.
Pemerintah Qatar menilai tindakan tersebut tidak hanya membahayakan stabilitas kawasan, tetapi juga dianggap sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan negara Oman yang selama ini berperan penting dalam menjaga stabilitas regional.
Dinilai Sebagai Eskalasi yang Tidak Dapat Diterima
Dalam pernyataannya, Qatar menyebut serangan tersebut sebagai bentuk eskalasi serius yang tidak dapat diterima oleh komunitas internasional.
Menurut Doha, serangan itu juga menargetkan negara yang selama ini dikenal memainkan peran penting dalam memediasi berbagai konflik di Timur Tengah, termasuk dalam hubungan antara Iran dan negara-negara Barat.
“Qatar menggambarkan serangan tersebut sebagai pelanggaran kedaulatan Kesultanan, eskalasi yang tidak dapat diterima, dan penargetan pengecut terhadap negara yang memainkan peran mediasi aktif antara Republik Islam Iran dan komunitas internasional untuk meredakan krisis dan mempromosikan dialog konstruktif untuk menyelesaikan masalah yang belum terselesaikan,” ujar pernyataan tersebut.
Pemerintah Qatar juga menyatakan solidaritas penuh kepada Oman dalam menjaga stabilitas wilayahnya.
“Kementerian Luar Negeri menegaskan solidaritas penuh Qatar dengan Kesultanan Oman dalam semua langkah yang diambil untuk menjaga kedaulatan, keamanan, dan stabilitasnya,” lanjut pernyataan itu.
Pelabuhan Duqm Jadi Target Serangan
Pelabuhan Duqm merupakan salah satu pelabuhan komersial strategis di Oman yang memiliki peran penting dalam jalur perdagangan dan distribusi energi di kawasan Teluk.
Selain melayani kegiatan perdagangan internasional, pelabuhan tersebut juga berada di jalur penting distribusi minyak dunia yang menghubungkan Timur Tengah dengan pasar global.
Serangan terhadap pelabuhan tersebut serta kapal tanker minyak di sekitar perairannya memicu kekhawatiran meningkatnya gangguan terhadap rantai pasok energi global, terutama di tengah situasi geopolitik yang sudah memanas.
Para pengamat menilai insiden ini berpotensi memperluas konflik regional jika tidak segera diredam melalui jalur diplomasi.
Latar Belakang Ketegangan di Timur Tengah
Serangan Iran terhadap pelabuhan dan kapal tanker tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Sebelumnya, Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi militer besar terhadap Iran yang diberi nama Epic Fury pada Sabtu (28/2). Operasi tersebut menargetkan sejumlah fasilitas strategis Iran.
Serangan tersebut dilaporkan menewaskan sejumlah petinggi Iran, termasuk pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, serta ratusan warga lainnya.
Peristiwa itu memicu respons keras dari Teheran.
Sebagai balasan, Iran kemudian meluncurkan sejumlah serangan balasan ke beberapa target di kawasan Timur Tengah.
Pada Sabtu (28/2), Iran dilaporkan meluncurkan serangan ke Riyadh serta wilayah Provinsi Timur Arab Saudi. Serangan balasan tersebut berlanjut hingga Minggu (1/3), menandai meningkatnya eskalasi konflik di kawasan.
Kekhawatiran Meluasnya Konflik Regional
Kecaman dari Qatar menunjukkan kekhawatiran negara-negara di kawasan terhadap potensi meluasnya konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat.
Negara-negara Teluk selama ini berupaya menjaga stabilitas kawasan, terutama karena wilayah tersebut merupakan pusat produksi energi global yang sangat penting bagi perekonomian dunia.
Oman sendiri dikenal sebagai negara yang kerap mengambil peran netral dalam konflik Timur Tengah. Negara ini sering menjadi mediator dalam berbagai perundingan diplomatik antara Iran dan negara-negara Barat.
Karena itu, serangan yang menargetkan wilayah Oman dinilai sebagai perkembangan serius yang dapat mengganggu upaya diplomasi di kawasan.
Seruan Menjaga Stabilitas Kawasan
Melalui pernyataannya, Qatar juga menegaskan pentingnya menjaga stabilitas regional serta menghindari tindakan yang dapat memperburuk situasi.
Negara tersebut menilai langkah-langkah diplomasi dan dialog konstruktif harus kembali diutamakan agar konflik tidak berkembang menjadi krisis yang lebih besar.
Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, berbagai pihak internasional diperkirakan akan terus memantau perkembangan situasi di Timur Tengah, terutama terkait potensi dampaknya terhadap keamanan global dan stabilitas ekonomi dunia.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login