Newestindonesia.co.id, Hotel mewah ikonik Burj Al Arab di Dubai mengalami kerusakan ringan setelah sebuah drone yang menyerang wilayah tersebut berhasil diblokir. Puing-puing dari drone yang dihancurkan itu memicu kebakaran kecil pada bagian luar gedung hotel.
Insiden tersebut terjadi pada Sabtu (28/2/2026) ketika ketegangan di kawasan Timur Tengah meningkat akibat serangan balasan Iran yang menyasar sejumlah lokasi strategis di kawasan Teluk, termasuk wilayah Dubai.
Dikutip dari Reuters, Minggu (1/3/2026), kebakaran yang muncul di bagian luar bangunan Burj Al Arab segera berhasil dipadamkan oleh petugas. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Peristiwa ini sekaligus menegaskan bahwa bahkan simbol kemewahan dan pariwisata dunia seperti Burj Al Arab tidak sepenuhnya kebal dari dampak konflik regional yang semakin meluas di Timur Tengah.
Ikon Pariwisata Dubai
Burj Al Arab dikenal sebagai salah satu hotel paling mewah dan ikonik di dunia. Hotel ini dibuka pada 1 Desember 1999 dan berdiri di atas pulau buatan yang terletak sekitar 280 meter dari Pantai Jumeirah di Dubai. Bangunan tersebut terhubung ke daratan melalui sebuah jembatan privat.
Desain bangunan Burj Al Arab sangat khas karena menyerupai layar kapal yang sedang mengembang. Bentuk tersebut dirancang untuk mencerminkan visi Dubai sebagai kota modern yang identik dengan kemewahan dan inovasi arsitektur.
Dengan ketinggian sekitar 321 meter, Burj Al Arab sering disebut sebagai salah satu hotel tertinggi di dunia dan menjadi simbol pariwisata kelas atas di Uni Emirat Arab.
Hotel ini terkenal dengan fasilitas supermewahnya, mulai dari suite besar dengan pemandangan laut, layanan butler pribadi, restoran kelas dunia, hingga helipad yang sering menjadi lokasi berbagai acara eksklusif.
Interiornya juga dikenal sangat mewah dengan penggunaan emas, marmer, serta berbagai karya seni eksklusif yang menghiasi hampir seluruh bagian bangunan.
Selama lebih dari dua dekade, Burj Al Arab tidak hanya menjadi tempat menginap bagi wisatawan kelas atas dari berbagai negara, tetapi juga menjadi landmark global yang sering muncul dalam promosi pariwisata Dubai.
Serangan Juga Menyasar Bandara
Serangan yang terjadi di kawasan Teluk tersebut tidak hanya berdampak pada Burj Al Arab. Laporan juga menyebutkan bahwa Bandara Internasional Dubai (DXB) dan Bandara Abu Dhabi (AUH) turut terkena dampak serangan.
Kantor media Dubai melalui platform X menyatakan bahwa salah satu concourse di Bandara Dubai mengalami kerusakan ringan akibat ledakan.
Dalam insiden yang berkaitan dengan serangan tersebut, dilaporkan satu orang tewas dan 11 orang lainnya mengalami luka-luka.
Situasi keamanan di kawasan Timur Tengah pun semakin menjadi perhatian internasional karena potensi eskalasi konflik yang dapat berdampak pada berbagai sektor, termasuk transportasi udara dan pariwisata global.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login