Newestindonesia.co.id – Bali, Sebuah video syur berdurasi 23 detik yang diduga melibatkan pasangan pelajar SMA di Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, Bali menjadi viral di media sosial dan memicu kehebohan di jagat maya. Kasus ini kini menjadi fokus penyelidikan aparat kepolisian sambil mempertimbangkan dampak psikologis terhadap korban yang masih di bawah umur.
Video yang beredar memperlihatkan seorang remaja perempuan mengenakan seragam sekolah menengah atas (SMA). Dalam rekaman tersebut, nama sekolah sempat terlihat, namun hingga kini lokasi dan waktu pembuatan video masih belum dipastikan.
Kapolsek Abang, AKP I Komang Gede Susiawan, membenarkan adanya video yang viral tersebut. Ia mengatakan bahwa siswi yang terekam berasal dari wilayah hukum Polsek Abang, sementara pemeran laki-laki diduga berasal dari kecamatan lain di Karangasem.
“Yang perempuan belum bisa diminta keterangan karena masih syok, kami memahami secara psikologis dan tidak berani memaksakan,” ujar AKP I Komang Gede Susiawan kepada wartawan, Selasa (24/2/2026) dikutip melalui detikBali.
Susiawan menambahkan bahwa identitas kedua pelajar belum dapat dipastikan karena pihak keluarga belum mengajukan laporan resmi kepada polisi. Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa penyelidikan akan terus berlanjut untuk mengungkap motif dan pihak pertama kali menyebarkan video tersebut.
Diduga Disebar Mantan Pacar
Informasi yang beredar di kalangan warga dan media sosial menyebutkan bahwa video tersebut kemungkinan besar disebarkan oleh mantan pacar korban melalui akun media sosial sang korban sendiri, diduga karena motif emosi atau sakit hati setelah hubungan asmara mereka berakhir. Namun, penyebab pastinya masih dalam tahap pendalaman pihak kepolisian.
Pendampingan Psikologis dan Imbauan
Mendapati kondisi korban yang masih terguncang secara emosional, UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Karangasem telah bergerak cepat untuk memberikan pendampingan awal. Kepala UPTD PPA, Nyoman Budiartini, menyatakan bahwa pihaknya turun tangan langsung untuk memastikan kondisi psikologis korban pasca-viral-nya video tersebut.
“Kondisinya sangat syok dan tidak enak makan sejak video itu tersebar. Kami berencana memberikan pendampingan psikolog untuk memulihkan trauma yang dialami korban,” ujar Nyoman Budiartini.
PPA menekankan pentingnya dukungan psikologis untuk korban, serta menjaga kerahasiaan identitas dan proses hukum agar tidak memperburuk dampak emosional terhadap pelajar yang terlibat.
Sementara itu, aparat kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tidak ikut menyebarkan video tersebut, karena selain memperparah dampak psikologis korban, tindakan itu berpotensi melanggar hukum terkait perlindungan anak dan privasi individu.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login