Connect with us

Hallo, Mau Cari Berita Apa Nih?

Newest Indonesia

Finansial

Deal Prabowo-Trump: Arus Data Konsumen RI Ke AS Dan Implikasi Kesepakatan Dagang

Presiden AS Donald Trump kiri berjabat tangan dengan Presiden Indonesia Prabowo Subianto pada pertemuan Dewan Perdamaian selama pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia WEF di Davos pada 22 Januari 2026 Presiden AS Donald Trump akan memamerkan Dewan Perdamaian barunya di Davos pada 22 Januari 2026 memperkuat klaimnya sebagai pembawa perdamaian sehari setelah menarik kembali ancamannya sendiri terhadap Greenland Awalnya dimaksudkan untuk mengawasi pembangunan kembali Gaza setelah perang antara Hamas dan Israel piagam dewan tersebut tidak membatasi perannya hanya pada Jalur Gaza dan telah memicu kekhawatiran bahwa Trump ingin dewan tersebut menyaingi Perserikatan Bangsa Bangsa Foto oleh Fabrice COFFRINI  AFP via Getty Images
Presiden AS Donald Trump (kiri) berjabat tangan dengan Presiden Indonesia Prabowo Subianto pada pertemuan "Dewan Perdamaian" selama pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos pada 22 Januari 2026. Presiden AS Donald Trump akan memamerkan "Dewan Perdamaian" barunya di Davos pada 22 Januari 2026, memperkuat klaimnya sebagai pembawa perdamaian sehari setelah menarik kembali ancamannya sendiri terhadap Greenland. Awalnya dimaksudkan untuk mengawasi pembangunan kembali Gaza setelah perang antara Hamas dan Israel, piagam dewan tersebut tidak membatasi perannya hanya pada Jalur Gaza, dan telah memicu kekhawatiran bahwa Trump ingin dewan tersebut menyaingi Perserikatan Bangsa-Bangsa. (Foto oleh Fabrice COFFRINI / AFP via Getty Images)

Newestindonesia.co.id – Jakarta, Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat (AS) sepakat membuka skema transfer data lintas negara secara terbatas sebagai bagian dari perjanjian dagang resiprokal yang diteken Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Trump di Washington DC, Kamis (20/2/2026).

Kesepakatan tersebut diumumkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers virtual dari Jakarta pada Jumat pagi (20/2). Menurut Airlangga, pembahasan transfer data ini muncul sebagai respons terhadap tantangan hambatan non-tarif di era perdagangan digital global.

“Indonesia juga mendorong transfer data lintas batas terbatas sesuai dengan undang-undang yang berlaku di Indonesia,” ujar Airlangga dikutip melalui detikFinance.

Pengertian dan Jaminan Perlindungan

Airlangga menegaskan bahwa istilah “transfer data lintas batas” bukan berarti Amerika Serikat akan mengambil alih atau semena-mena mengakses seluruh data konsumen Indonesia. Skema ini dimaksudkan untuk memfasilitasi arus data terkait kegiatan ekonomi digital, seperti e-commerce dan layanan pembayaran, yang selama ini menemui hambatan karena aturan lintas negara.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Airlangga menambahkan bahwa AS sepakat memberikan perlindungan terhadap data konsumen Indonesia setara dengan standar yang diberlakukan di dalam negeri.

“Amerika pun akan memberikan perlindungan kepada data konsumen setara dengan perlindungan data konsumen yang diberlakukan di Indonesia,” tegasnya.

Menurut pengamat kebijakan digital, kesepakatan semacam ini bisa membantu perusahaan teknologi dan startup Indonesia terlibat lebih aktif dalam ekonomi digital global, khususnya dalam layanan lintas batas. Namun, dia menekankan bahwa “batasan yang jelas harus ditetapkan agar tidak terjadi penyalahgunaan data konsumen.”

Penghapusan Biaya Transaksi Elektronik

Selain isu transfer data, Indonesia dan AS juga sepakat menghapus biaya masuk (entry fees) untuk transaksi elektronik antar kedua negara sebagai bagian dari paket kesepakatan. Airlangga menekankan bahwa kebijakan ini bukan hak istimewa hanya untuk AS, tetapi juga telah diterapkan bagi mitra dagang lain, termasuk negara-negara Eropa.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Kedua belah negara sepakat untuk tidak mengenakan biaya masuk transaksi elektronik dan ini juga di kita berikan kepada Eropa, jadi bukan Amerika saja,” ujar Airlangga.

Baca juga:  Sultan Dunia! Gaji Elon Musk Disetujui Pemegang Saham Senilai Rp16 Ribu Triliun

Konteks Perjanjian Dagang RI-AS

Kesepakatan transfer data ini merupakan bagian dari perjanjian dagang komprehensif antara Indonesia dan AS yang dikenal sebagai Agreement on Reciprocal Trade (ART). Perjanjian ini menyentuh berbagai aspek penting hubungan ekonomi bilateral, termasuk tarif perdagangan dan akses pasar kedua negara.

Menurut dokumen resmi AS, Indonesia akan menghapus tarif impor untuk lebih dari 99% produk AS, sementara AS akan menurunkan tarif barang Indonesia menjadi sekitar 19%. Selain itu, kedua negara meneken kesepakatan senilai sekitar US$38,4 miliar yang mencakup perdagangan komoditas seperti energi, pertanian, dan teknologi.

Tanggapan Pengusaha dan Kelompok Konsumen

Perhimpunan Pengusaha Digital Indonesia menyambut baik ruang transfer data lintas batas.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Kesepakatan ini bisa mempercepat inovasi layanan digital domestik dan mendorong pertumbuhan e-commerce di Asia Tenggara,” kata Ketua Perhimpunan

Namun, Aliansi Konsumen Indonesia mengingatkan bahwa perlindungan privasi wajib menjadi prioritas utama.

“Keseimbangan antara akses data ekonomi dan perlindungan hak konsumen tidak boleh diremehkan,” ujar juru bicara aliansi tersebut.

Airlangga menyebut langkah selanjutnya adalah pembuatan aturan turunan yang memastikan keamanan data sesuai kerangka hukum nasional Indonesia, termasuk penerapan undang-undang perlindungan data pribadi yang sudah berlaku. (Catatan redaksi)

Advertisement. Scroll to continue reading.

Dengan berbagai komponen kesepakatan ini, pemerintah berharap hubungan ekonomi Indonesia-AS memasuki babak baru yang saling menguntungkan di tengah dinamika ekonomi digital global.

Kesimpulan Utama (bullet points)

  • Indonesia dan AS mencapai kesepakatan transfer data konsumen secara terbatas sebagai bagian dari perjanjian dagang resiprokal.
  • AS menjamin perlindungan data konsumen setara standar Indonesia.
  • Kesepakatan ini juga mencakup penghapusan biaya masuk transaksi elektronik dan penyesuaian tarif perdagangan.
  • Kesepakatan dagang lebih luas melibatkan pembelian barang AS dan fasilitasi ekspor Indonesia, dengan nilai sekitar US$38,4 miliar.

(DAW)

Baca juga:  Menagih Hutang Kenapa Sulit Dan Malah Emosi? Ini Alasannya
Newest Indonesia Saluran WhatsApp
Newest Indonesia hadir di Saluran WhatsApp

Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang

Ingin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Berita Lainnya

Finansial

Newestindonesia.co.id, Pasar saham Amerika Serikat menguat pada Selasa (24/2/2026) setelah investor mendapat dorongan baru bahwa gelombang artificial intelligence (AI) masih menyimpan peluang kenaikan, meskipun...

Internasional

Newestindonesia.co.id, Pemerintah Hong Kong secara resmi memprotes tindakan pemerintah Panama yang mengambil alih kendali dua pelabuhan strategis di Terusan Panama, yang selama puluhan tahun...

Nasional

Newestindonesia.co.id – Jakarta, Pemerintah mulai memberi sinyal kuat akan dibukanya seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada tahun 2026, menyusul gelombang pensiunnya pegawai negeri...

Internasional

Newestindonesia.co.id, Nemesio Ruben Oseguera Cervantes, alias El Mencho, pemimpin salah satu organisasi kriminal paling berpengaruh di Meksiko, Cartel Jalisco Nueva Generación (CJNG), tewas dalam...

Finansial

Newestindonesia.co.id, Kabar baik bagi para profesional di bidang data dan teknologi informasi. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) resmi membuka kesempatan karier bagi...

Otomotif

Newestindonesia.co.id, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad meminta pemerintah menunda sementara rencana impor 105.000 unit mobil pickup dari India yang ditujukan untuk operasional...

Finansial

Newestindonesia.co.id, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan mengambil langkah tegas baru dalam penagihan pajak dengan mulai memblokir dan menyita saham milik wajib pajak yang...

Finansial

Newestindonesia.co.id, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia pada Januari 2026 mencatatkan defisit Rp 54,6 triliun. Realisasi itu merupakan posisi tercatat per 31 Januari...

Advertisement