The Straits Times Soroti Lagu Viral ‘Mas Bahlil Ganteng’, Disebut Gegerkan Internet Indonesia
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjawab pertanyaan wartawan sebelum bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (4/2/2025). Dalam pertemuan tersebut Presiden Prabowo menginstruksikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk melakukan reformasi subsidi LPG agar lebih tepat sasaran dan tidak lagi disalahgunakan pihak-pihak tertentu. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/Spt.(Galih Pradipta)
Newestindonesia.co.id, Fenomena viral lagu “Mas Bahlil Ganteng” tidak hanya menjadi perbincangan warganet Indonesia, tetapi juga menarik perhatian media internasional. Media terkemuka asal Singapura, The Straits Times, secara khusus mengulas lagu yang dibuat dengan bantuan kecerdasan buatan (AI) tersebut dan menyebutnya sebagai salah satu fenomena internet paling menarik yang muncul dari Indonesia dalam beberapa waktu terakhir.
Dalam laporan yang terbit pada Sabtu (6/6/2026), The Straits Times menyoroti bagaimana lagu yang mengangkat nama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Indonesia, Bahlil Lahadalia, menyebar secara masif di berbagai platform digital.
Media tersebut menulis bahwa sejak pertengahan Mei 2026, lagu “Mas Bahlil Ganteng” telah beredar luas di TikTok, Instagram hingga grup-grup WhatsApp, memunculkan berbagai kreasi turunan dari para pengguna internet. Menurut laporan itu, lagu tersebut telah melahirkan beragam konten kreatif, mulai dari video tarian, animasi kartun, hingga berbagai versi remix yang dibuat oleh pengguna media sosial.
Muncul Versi Bahasa Inggris hingga Mandarin
Popularitas lagu tersebut bahkan melampaui batas bahasa. The Straits Times mencatat bahwa pengguna internet telah membuat berbagai adaptasi lagu tersebut dalam sejumlah bahasa asing.
Media Singapura itu menyebut sejumlah kreator membuat versi bahasa Inggris dan Mandarin. Selain itu, muncul pula cover biola, remix bergenre ska, hingga aransemen a cappella yang beredar luas di media sosial. Fenomena tersebut menunjukkan bagaimana sebuah konten digital lokal dapat berkembang menjadi tren lintas komunitas dan lintas platform dalam waktu singkat.
Berawal dari Istilah MBG
Dalam ulasannya, The Straits Times menjelaskan bahwa lagu “Mas Bahlil Ganteng” disebut terinspirasi dari singkatan program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, yakni Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurut media tersebut, para pengguna internet secara kreatif mengubah singkatan MBG menjadi “Mas Bahlil Ganteng”. Dari permainan kata itulah kemudian lahir lagu yang belakangan menjadi viral di berbagai platform digital.
Laporan itu juga menyebut belum diketahui secara pasti siapa pencipta pertama lagu tersebut. Namun, berdasarkan pengamatan mereka, lagu itu tidak muncul sebagai bagian dari kampanye politik ataupun iklan politik.
Sebaliknya, lagu tersebut diduga lahir dari kumpulan komentar-komentar pengguna internet mengenai Bahlil Lahadalia yang kemudian dirangkai menjadi lirik dan dipadukan dengan melodi yang dihasilkan menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Dinilai Cerminkan Gaya Politik Indonesia
Lebih jauh, The Straits Times menilai fenomena “Mas Bahlil Ganteng” tidak sekadar berkaitan dengan sosok Bahlil Lahadalia semata. Media itu melihat tren tersebut sebagai gambaran unik cara masyarakat Indonesia membicarakan isu-isu politik melalui pendekatan yang ringan dan menghibur.
Menurut ulasan tersebut, masyarakat Indonesia memiliki kecenderungan membahas isu politik yang serius melalui humor, budaya populer, meme, serta bahasa internet yang khas. Fenomena ini dianggap sebagai karakteristik tersendiri dalam ruang diskusi publik Indonesia yang membedakannya dari banyak negara lain.
Dengan demikian, viralnya lagu “Mas Bahlil Ganteng” tidak hanya menjadi fenomena hiburan digital, tetapi juga menunjukkan bagaimana perkembangan teknologi AI, budaya internet, dan dinamika politik dapat bertemu dalam satu fenomena yang menarik perhatian hingga ke media internasional.
(DAW)