Connect with us

Hallo, Mau Cari Berita Apa Nih?

Newest Indonesia

Internasional

Yoon Suk Yeol Divonis Penjara Seumur Hidup: Kronologi Darurat Militer 2024

Foto: Wagner Meier/Getty Images)

Newestindonesia.co.id, Mantan Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol telah dijatuhi hukuman penjara seumur hidup oleh Pengadilan Distrik Pusat Seoul setelah dinyatakan bersalah atas tindakan pemberontakan yang mencakup upaya pemberlakuan darurat militer dan penggunaan kekuatan militer untuk memblokade serta menangkap anggota parlemen.

Sidang yang disiarkan secara langsung pada 19 Februari 2026 memutuskan bahwa Yoon secara langsung merencanakan dan mengorganisir pengerahan pasukan militer ke kompleks Majelis Nasional Korea Selatan dengan tujuan “melumpuhkan fungsi konstitusional lembaga legislatif”.

Hakim yang memimpin persidangan menegaskan kepada media bahwa tindakan Yoon menjadi bukti pemberontakan karena bertujuan “menetralisir lembaga konstitusional negara.” Hukuman penjara seumur hidup dipilih pengadilan, meskipun jaksa penuntut khusus sebelumnya telah mengajukan tuntutan hukuman mati.

Detail Vonis dan Pertimbangan Pengadilan

Menurut pengadilan:

Advertisement. Scroll to continue reading.
  • Yoon tidak menunjukkan penyesalan yang cukup selama proses persidangan.
  • Penggunaan militer yang dipimpin Yoon menimbulkan “kerugian sosial yang signifikan”.
  • Walaupun rencananya kurang matang dan dampak kekerasan terbatas, keterlibatan langsungnya memenuhi syarat pemberontakan berdasarkan konstitusi Korea Selatan.

Selain Yoon, tujuh terdakwa lainnya yang termasuk dalam jaringan tindakan tersebut juga menerima vonis awal:

  • Mantan Menteri Pertahanan Kim Yong-hyun — hukuman 30 tahun penjara.
  • Mantan Direktur Badan Kepolisian Nasional Cho Ji-ho — 12 tahun.
  • Mantan Direktur Kepolisian Metropolitan Seoul Kim Bong-sik — 10 tahun.

Latar Belakang Kasus

Aksi yang dipandang sebagai pemberontakan ini bermula dari keputusan Yoon untuk mengumumkan darurat militer secara tiba-tiba pada Desember 2024, ketika ketegangan politik di Korea Selatan mencapai puncaknya.

Langkah ini dimaksudkan untuk mempertahankan kekuasaan menghadapi oposisi politik, tetapi secara luas dikutuk sebagai upaya untuk “menghapus kekuatan anti-negara” dan secara cepat ditolak oleh Majelis Nasional dalam waktu hanya enam jam melalui pemungutan suara.

Baca juga:  Pasukan Militer Rusia Tembak Jatuh 287 Drone Milik Ukraina, Bandara Di Moskow Ditutup

Kasus ini juga membuka kembali memori politik Korea Selatan akan sejarah hukum terhadap pemimpin negara. Persidangan Yoon berlangsung di ruang sidang yang sama tempat mantan Presiden Chun Doo-hwan pernah dijatuhi hukuman mati pada tahun 1996 atas perannya dalam kudeta dan penindasan gerakan demokratisasi tahun 1980.

Reaksi dan Dampak yang Lebih Luas

Reaksi publik atas putusan ini sangat beragam:

  • Pendukung Yoon menilai keputusan itu sebagai “politically motivated” dan menolak tuduhan pemberontakan.
  • Oposisi dan banyak warga sipil menyatakan vonis sebagai cerminan tegaknya supremasi hukum di Korea Selatan.

Kasus Yoon merupakan salah satu momen paling dramatis dalam sejarah demokrasi modern Korea Selatan dan dipandang oleh pengamat internasional sebagai momen peringatan tentang batasan kekuasaan eksekutif dalam tatanan demokrasi.

(DAW)

Advertisement. Scroll to continue reading.
Newest Indonesia Saluran WhatsApp
Newest Indonesia hadir di Saluran WhatsApp

Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang

Ingin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Berita Lainnya

Internasional

Newestindonesia.co.id, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, melontarkan pernyataan keras terkait konflik yang terus memanas dengan Iran. Ia menyebut militer Israel akan mengejar hingga membunuh...

Nasional

Newestindonesia.co.id, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengusulkan agar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menghentikan penugasan pasukan perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL)...

Nasional

Newestindonesia.co.id, Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, menyampaikan harapan besar terhadap masa depan hubungan bilateral antara Indonesia dan Korea Selatan. Dalam pertemuannya dengan Presiden...

Nasional

Newestindonesia.co.id, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, tiba di Seoul, Republik Korea Selatan, dalam rangka kunjungan kenegaraan. Dalam kunjungan tersebut, Prabowo dijadwalkan bertemu dengan Presiden...

Hiburan

Newestindonesia.co.id, Kabar mengejutkan datang dari industri hiburan Korea Selatan. Saham HYBE Corporation, agensi yang menaungi megabintang K-pop BTS, dilaporkan anjlok tajam pada perdagangan Senin...

Nasional

Newestindonesia.co.id, Fenomena panas ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir memicu kekhawatiran serius. Menanggapi kondisi tersebut, Wakil Ketua MPR RI...

Internasional

Newestindonesia.co.id, Pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un, secara resmi terpilih kembali sebagai Presiden urusan negara dalam sidang Majelis Rakyat Tertinggi (parlemen) yang digelar...

Olahraga

Newestindonesia.co.id, Pelatih ganda putra, Herry Iman Pierngadi, menargetkan anak asuhnya mampu membalas kekalahan dari pasangan Korea Selatan, Kim/Seo, dalam ajang Kejuaraan Asia 2026. Turnamen...

Advertisement