Connect with us

Hallo, Mau Cari Berita Apa Nih?

Newest Indonesia

Nasional

Antisipasi Virus Nipah dari India, Kemenkes Perketat Pengawasan Di Bandara Dan Pelabuhan

Petugas Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Denpasar memantau suhu tubuh penumpang menggunakan alat pemindai suhu tubuh yang terpasang di Terminal Internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Badung Bali Kamis 2912026 Pengelola Bandara Bali bersama dengan instansi terkait melakukan pengawasan secara ketat dan menyeluruh terhadap penumpang yang tiba di Bali dengan memasang sejumlah alat thermal scanner di area kedatangan internasional dan domestik guna mencegah penularan virus Nipah ANTARA FOTOFikri Yusufrwa
Petugas Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Denpasar memantau suhu tubuh penumpang menggunakan alat pemindai suhu tubuh yang terpasang di Terminal Internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Kamis (29/1/2026). Pengelola Bandara Bali bersama dengan instansi terkait melakukan pengawasan secara ketat dan menyeluruh terhadap penumpang yang tiba di Bali dengan memasang sejumlah alat thermal scanner di area kedatangan internasional dan domestik guna mencegah penularan virus Nipah. (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/rwa)

Newestindonesia.co.id, Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meningkatkan kewaspadaan nasional dengan memperketat pengawasan kesehatan di seluruh pintu masuk negara. Langkah ini dilakukan sebagai respons atas kembali dilaporkannya kasus Virus Nipah di India, yang dinilai berpotensi menimbulkan risiko penyebaran lintas negara.

Penguatan kewaspadaan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor HK.02.02/C/445/2026 tentang Kewaspadaan terhadap Penyakit Virus Nipah, yang menginstruksikan peningkatan kesiapsiagaan seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bidang Kekarantinaan Kesehatan di bandara, pelabuhan, dan Pos Lintas Batas Negara (PLBN).

Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Murti Utami, menegaskan bahwa strategi pencegahan difokuskan pada penguatan surveilans, pengendalian faktor risiko, serta kesiapsiagaan sumber daya kesehatan secara terintegrasi.

“Deteksi dini di pintu masuk negara menjadi kunci untuk mencegah masuk dan menyebarnya Virus Nipah ke wilayah Indonesia,” ujarnya dalam keterangannya dikutip Senin (2/2/2026).

Advertisement. Scroll to continue reading.

Pengawasan Ketat Pelaku Perjalanan Internasional

Dalam pelaksanaan surveilans, UPT Bidang Kekarantinaan Kesehatan meningkatkan pengawasan terhadap alat angkut, orang, dan barang yang datang dari luar negeri, khususnya dari negara yang melaporkan kasus Virus Nipah.

Pengawasan dilakukan melalui pemeriksaan deklarasi kesehatan pelaku perjalanan menggunakan All Indonesia – SATUSEHAT Health Pass (SSHP). Selain itu, petugas melakukan pemantauan suhu tubuh dengan thermal scanner serta pengamatan tanda dan gejala klinis terhadap seluruh pelaku perjalanan yang tiba di Indonesia.

Petugas kekarantinaan kesehatan disiagakan di area kedatangan internasional untuk memastikan setiap indikasi awal penyakit dapat terdeteksi sejak dini.

Apabila ditemukan pelaku perjalanan dengan gejala seperti demam, penurunan kesadaran, kejang, muntah, batuk, pilek, dan/atau sesak napas, petugas segera melakukan pemeriksaan dan observasi lanjutan. Pelaku perjalanan yang dinyatakan sebagai kasus suspek atau probable Virus Nipah akan langsung dirujuk ke rumah sakit rujukan yang telah ditetapkan.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Pelaporan Terintegrasi dan Respons Cepat

Setiap temuan kasus dilaporkan sesuai pedoman melalui sistem event based surveillance pada Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR), Public Health Emergency Operations Centre (PHEOC), serta Sistem Informasi Kekarantinaan Kesehatan (SINKARKES).

Baca juga:  Menteri PU Sebut Biaya Renovasi Gedung DPRD Yang Rusak Saat Demo Capai Rp900 Miliar

Langkah ini bertujuan memastikan respons cepat dan terkoordinasi apabila terjadi indikasi kejadian luar biasa di pintu masuk negara.

Pengendalian Risiko Alat Angkut dan Barang

Selain pengawasan terhadap pelaku perjalanan, Kemenkes juga memperkuat pengendalian faktor risiko melalui penerapan penilaian berbasis risiko (risk-based assessment) terhadap alat angkut dan barang yang masuk ke wilayah Indonesia. Penilaian ini dilakukan untuk memastikan kelayakan dan keamanan dari sisi kesehatan masyarakat.

Investigasi epidemiologis dan respons penanggulangan dilakukan secara terkoordinasi dengan otoritas di pintu masuk negara, dinas kesehatan, serta pemangku kepentingan terkait lainnya.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Pengawasan turut diperketat untuk mengidentifikasi potensi faktor risiko kesehatan yang dibawa oleh hewan, tumbuhan, dan sejenisnya, melalui koordinasi dengan instansi karantina hewan, ikan, dan tumbuhan setempat.

Kesiapsiagaan SDM dan Koordinasi Lintas Sektor

Dalam aspek penguatan sumber daya kesehatan, Kemenkes meningkatkan kesiapsiagaan petugas kekarantinaan kesehatan, termasuk pemenuhan logistik serta sarana dan prasarana untuk deteksi dini dan penanggulangan Virus Nipah di pintu masuk negara.

Koordinasi lintas sektor juga diperkuat dengan otoritas pelabuhan, bandar udara, dan PLBN, imigrasi, bea cukai, karantina hewan, ikan, dan tumbuhan, dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/kota, laboratorium, serta rumah sakit rujukan setempat.

UPT Bidang Kekarantinaan Kesehatan turut melaksanakan sosialisasi kewaspadaan Virus Nipah kepada seluruh lintas sektor di wilayah kerjanya. Selain itu, UPT mendukung pengiriman spesimen dengan mekanisme port to port ke laboratorium rujukan serta menyusun rencana kontinjensi sebagai bagian dari kesiapan menghadapi potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) atau wabah, termasuk Virus Nipah.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Risiko dan Imbauan kepada Masyarakat

Virus Nipah merupakan penyakit zoonotik dengan tingkat kematian yang tinggi, berkisar antara 40 hingga 75 persen. Meski hingga kini belum terdapat kasus konfirmasi pada manusia di Indonesia, Kemenkes menilai kewaspadaan harus terus ditingkatkan.

Baca juga:  Virus Mematikan Nipah Mewabah Di India, Kemenkes RI Langsung Keluarkan Edaran Darurat

Indonesia dinilai memiliki risiko karena tingginya mobilitas penduduk dan kedekatan geografis dengan negara yang pernah mengalami wabah Virus Nipah. Selain itu, keberadaan virus pada kelelawar buah (Pteropus sp.) yang merupakan reservoir alami penyakit tersebut turut menjadi perhatian.

Kemenkes mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan selalu mengikuti informasi resmi dari kanal komunikasi pemerintah terkait perkembangan situasi kesehatan global.

(DAW)

Advertisement. Scroll to continue reading.
Newest Indonesia Saluran WhatsApp
Newest Indonesia hadir di Saluran WhatsApp

Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang

Ingin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Berita Lainnya

Nasional

Newestindonesia.co.id – Jakarta, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menyatakan telah menerima notifikasi resmi dari otoritas kesehatan Australia mengenai dua kasus penyakit campak (measles)...

Otomotif

Newestindonesia.co.id, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad meminta pemerintah menunda sementara rencana impor 105.000 unit mobil pickup dari India yang ditujukan untuk operasional...

Nasional

Newestindonesia.co.id – Jakarta, Indonesia kembali menegaskan arah transformasi digital strategisnya dengan memperkuat posisi negara dalam rantai pasok digital global melalui keikutsertaannya dalam India AI...

Kesehatan

Newestindonesia.co.id, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) merespons serius notifikasi resmi kasus campak yang dilaporkan otoritas kesehatan Australia pada seorang warga negara asing (WNA)...

Otomotif

Newestindonesia.co.id, SUV terbaru dari pabrikan Suzuki menjadi fenomena di pasar otomotif India, mencatat angka penjualan yang mengesankan sejak pertama kali diperkenalkan beberapa bulan lalu....

Kesehatan

Newestindonesia.co.id – Jakarta, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.02/D/539/2026 pada Rabu, 11 Februari 2026, yang menegaskan bahwa rumah...

Nasional

Newestindonesia.co.id, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan hasil evaluasi pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang telah berjalan selama satu tahun sejak diluncurkan pada awal 2025....

Internasional

Newestindonesia.co.id, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi satu kasus kematian akibat infeksi virus Nipah yang terjadi di Bangladesh pada akhir Januari lalu, meningkatkan perhatian terhadap...

Advertisement