Connect with us

Hallo, Mau Cari Berita Apa Nih?

Newest Indonesia

Nasional

Misri Puspita, Wanita Jadi Tersangka Kasus Kompol Made Yogi Bunuh Brigadir Nurhadi, Disewa Rp10 Juta Satu Malam Di Gili Trawangan

Misri yang turut dijadikan tersangka dalam kasus Kompol Yogi membunuh Brigadir Nurhadi. Foto: Dok. Istimewa

Newestindonesia.co.id, Teka-teki perempuan yang turut dijadikan tersangka oleh Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) dalam kasus pembunuhan Brigadir Muhammad Nurhadi, terungkap.

Dilansir melalui Kumparan, Perempuan itu bernama Misri Puspita Sari, berusia 23 tahun, yang menerima bayaran Rp 10 juta dari Kompol I Made Yogi Purusa Utama, untuk menemani Yogi berpesta dan bermalam di vila di Gili Trawangan, NTB.

Kompol I Made Yogi Purusa Utama semasa menjabat Kasat Reskrim Polresta Mataram Foto: Instagram/@polresta_mataram/

Pada November 2025 nanti, Misri akan genap berusia 24 tahun. Misri hanya lulusan SMA, tapi tergolong siswi berprestasi. Ia anak yatim yang berasal dari keluarga sederhana.

Dulunya ayah Misri adalah buruh dan penjual ikan. Selepas kepergian sang ayah, Misri hidup sebagai tulang punggung keluarga, menghidupi ibu dan 5 saudaranya seorang diri.

Yogi merupakan tersangka utama kasus tersebut, bersama polisi lain bernama Ipda Haris Chandra. Yogi dan Haris adalah atasan langsung Nurhadi di Subbidpaminal Bidang Propam Polda NTB.

Advertisement. Scroll to continue reading.
Almarhum Brigadir Nurhadi Foto Dok Istimewa

“Mereka sudah kenal dari tahun 2024 tapi sepintas saja, Yogi dulu sempat dekat sama perempuan di Jakarta temannya Misri,” ujar Yan Mangandar Putra, pengacara Misri, kepada kumparan, Selasa (8/7).

Tiba-tiba suatu ketika, Yogi mengirimkan pesan ke Instagram Misri. Percakapan berlanjut ke WhatsApp, hingga kemudian percakapan tanggal 15 April 2025—sehari sebelum pembunuhan.

“Tanggal 15 itu Yogi mengontak Misri, membujuk ‘Ayo ke Lombok, temani saya liburan di sini sama di Gili Trawangan’,” ujar Yan.

Misri pun menyanggupi untuk ke Lombok.

“Dengan kesepakatan, semuanya ditanggung Yogi, akomodasi, transportasi, dan juga biasa jasa Rp 10 juta satu malam,” ujar Yan.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Sesampainya di Lombok, Misri dijemput Nurhadi. “Nurhadi itu sopirnya Yogi,” kata Yan.

Baca juga:  Prakiraan Cuaca BMKG: Bali & Nusa Tenggara Waspada Hujan Ringan Hingga Sedang 6–8 Feb

Usai diantarkan Nurhadi, Misri pun melihat telah ada tiga orang: Yogi, Haris, dan seorang perempuan yang menemani Haris bernama Melanie Putri—bukan istri Haris.

“Jadi Yogi sewa Misri, Haris Chandra sewa Melanie Putri,” ujar Yan.

“Sedangkan si almarhum enggak ada perempuan yang dia sewa, dia hanya jadi sopir,” lanjut Yan.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Yan menjelaskan bahwa di Teluk Nare (Nara), Gili Trawangan, Misri sekamar dengan Yogi, dan Haris sekamar dengan Melanie Putri. Nurhadi awalnya ikut Haris.

“Mendekati malam, mereka mulai party-nya. Semuanya konsumsi obat. Jadi ada dua jenis obat, yang pertama obat penenang Riklona, dikonsumsi masing-masing satu biji,” ujar Yan.

“Nah kemudian Inex, masing-masing setengah biji. Akhirnya mereka fly, hilang kesadaran,” kata Yan.

Dari mana narkoba itu?

Advertisement. Scroll to continue reading.

Riklona dibeli Misri di Bali, setelah Yogi menyuruhnya dan mentransfer uang Rp 2 juta; sedangkan Inex dibawa oleh Yogi.

Misri menyaksikan Yogi dan Haris menyuruh Nurhadi keluar mencari minuman beralkohol, lalu Nurhadi kembali dan hanya membawa Tequila karena yang tersedia cuma itu.

“Misri membela si Nurhadi, bilang ‘Minum saja apa yang ada’. Mereka awalnya enggak terima, akhirnya hanya Nurhadi dan Haris yang minum. Yang lain enggak minum, cuma fly,” kata Yan.

“Saat semua mengalami kondisi kurang sadar, Misri sempat melihat Nurhadi mendekati sampai menciumi Melanie Putri di atas kolam. Misri menegur Nurhadi dengan mengatakan ‘Jangan begitu, itu cewek abangmu’,” ujar Yan.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Tak berselang lama, Haris dan Melanie Putri kembali ke kamar mereka (di hotel sebelah). “Yogi ke kamar tidur-tiduran, sedangkan Misri duduk di sekitar kolam,” ujar Yan.

Baca juga:  Kabar Duka, Eks Ketua KPK Antasari Azhar Dikabarkan Meninggal Dunia

“Pukul 19.55 WITA, Misri membuat video 7 detik karena dia kan di bawah kesadaran, tiba-tiba melihat korban (Nurhadi) di kolam ‘Kok lucu?’. Jadi video tersebut membuktikan kondisi korban masih sehat pukul 19.55 WITA,” kata Yan.

Misri menyaksikan bahwa Haris bolak-balik ke vilanya dari hotelnya sampai tiga kali.

“Kemudian pukul 19.58 WITA, katanya di CCTV hotel terlihat Haris masuk vila yang ketiga kali,” ujar Yan.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Nah itulah detik-detik krusial.

“Klien saya tidak bisa mengingat jelas kejadian setelah pukul 19.55 WITA. Dia sempat bangunkan Yogi, kemudian masuk ke kamar mandi cukup lama, lebih dari 20 menit. Kejadian sesaat sebelum masuk kamar mandi dan kejadian sesaat setelah keluar dari kamar mandi, dia benar-benar enggak bisa ingat,” ujar Yan.

“Sedangkan di waktu itu adalah waktu yang dimungkinkan meninggalnya korban antara pukul 20.00 sampai dengan 21.00 WITA,” kata Yan.

Keterangan Misri, Yogi, dan Haris, menurut Yan, sama: Mereka tidak tahu kejadian tersebut padahal hasil visum et repertum-nya adalah korban mengalami kekerasan yang cukup parah.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Anehnya, tiga orang ini enggak ada yang menyaksikan kejadian itu, sebagaimana pengakuan di BAP (Berita Acara Pemeriksaan). Makanya dianggap tiga orang ini bekerja sama,” ujar Yan.

Yan menilai ada ketidakadilan yang dialami Misri.

“Yang pertama, mereka memanfaatkan ketidakmampuan Misri untuk mengingat kejadian antara pukul 20.00 sampai 21.00 WITA,” ujarnya.

Menurut Yan, wajar bila Misri tidak ingat karena kondisinya fly.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Yang kedua, Misri ini ke sana niatnya liburan atas ajakan Yogi, dan karena tuntutan pekerjaan, jadi dia melayani mengikuti pelanggan yang ia layani,” ujar Yan.

Baca juga:  Eks Pegawai Manajer Keuangan Di Bali Tilap Uang Penjualan Tiket Rp661,2 Juta

Maksud Yan, apabila pelanggan mengajak minum alkohol, maka Misri minum; juga kalau pelanggannya minum obat penenang dan ekstasi, maka Misri ikutan.

Misri pun tidak menjadi ketergantungan ekstasi, karena setelah kejadian tanggal 16 April 2025 itu, menurut Yan, Misri selama dua pekan setelahnya masih bisa bekerja full.

Selain itu, Yogi pun sempat meminta Misri untuk tidak menceritakan ke siapa pun soal obat-obatan termasuk Inex yang dikonsumsi.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Menurut Yan, ketidakadilan selanjutnya adalah proses hukum yang lama sejak kematian Nurhadi. “Ini memungkinkan terjadinya proses manipulasi,” ujarnya.

Yan bercerita, bahwa Misri sempat dua hari didampingi psikolog hingga ia menjalani proses hipnoterapi.

Kenapa?

“Sejak ditetapkan sebagai tersangka pada 17 Juni 2025, Misri kerap stres bahkan kerasukan arwah Nurhadi yang mengatakan nama pelaku dan cara dibunuhnya,” ujar Yan.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Itu tetap ingatannya tidak bisa dibuka. Saat hipno, dia bilang sulit menceritakan, seakan-akan ada sosok raksasa yang wajahnya enggak kelihatan yang melarang dia tidak boleh bercerita di bagian itu,” ujar Yan.

“Saya melihat Misri, selain dia takut dengan Kompol Yogi, ya dia ada satu jaringan dengan, mohon maaf, mereka yang pemasok, atau ‘mami’-nya, perkiraan saya, muncikarinya yang menekan ke Misri,” kata Yan.

Editor: DAW

Advertisement. Scroll to continue reading.
Newest Indonesia Saluran WhatsApp
Newest Indonesia hadir di Saluran WhatsApp

Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang

Ingin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Berita Lainnya

Regional

Newestindonesia.co.id, Tim kuasa hukum tersangka pembunuhan mahasiswi Universitas Mataram (Unram), Radiet Adiansyah, secara mengejutkan mengundurkan diri secara bersamaan. Sebanyak sepuluh pengacara yang sebelumnya mendampingi...

Regional

Newestindonesia.co.id, Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri kembali mengembangkan kasus peredaran narkotika yang melibatkan bandar sabu Ko Erwin. Terbaru, polisi berhasil menangkap seorang kurir...

Regional

Newestindonesia.co.id, Pulau Bungin di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat budidaya kerang mutiara. Kawasan pesisir tersebut...

Regional

Newestindonesia.co.id, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan prakiraan cuaca resmi untuk wilayah Bali dan Nusa Tenggara pada periode 26–28 Februari 2026. Pemerhati cuaca...

Regional

Newestindonesia.co.id – NTB, Peristiwa protes terhadap suara pengeras suara mushala di Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB) berujung temuan administratif tak...

Regional

Newestindonesia.co.id – NTB, Jabatan Pelaksana Harian (Plh) Kapolres Bima Kota kembali berubah hanya sepekan setelah penunjukan sebelumnya. AKBP Catur Erwin Setiawan resmi digantikan oleh...

Regional

Newestindonesia.co.id – NTB, Sebuah kericuhan tak biasa terjadi di Dusun Gili Trawangan, Desa Gili Indah, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, provinsi Nusa Tenggara Barat...

Regional

Newestindonesia.co.id – NTB, Mantan Kapolres Bima Kota, AKBP Didik Putra Kuncoro, resmi dijatuhi sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) oleh Komisi Kode Etik dan...

Advertisement