Connect with us

Hallo, Mau Cari Berita Apa Nih?

Newest Indonesia

Kesehatan

Mengenal Otot Frenulum Di Antara Gigi Depan, Fungsi Dan Dampaknya Bagi Kesehatan Mulut

Otot Frenulum. Foto: znp.ch

Newestindonesia.co.id, Di dalam rongga mulut manusia terdapat sebuah jaringan kecil namun memiliki peran penting yang sering luput dari perhatian, yaitu frenulum. Frenulum adalah lipatan jaringan lunak yang menghubungkan bibir atau lidah dengan gusi. Salah satu yang paling mudah terlihat adalah frenulum yang berada di tengah antara dua gigi depan atas, tepat di balik bibir atas.

Meski ukurannya kecil, frenulum berfungsi sebagai penopang posisi bibir agar tetap stabil saat berbicara, makan, dan menelan. Dalam kondisi normal, frenulum tidak menimbulkan masalah. Namun, pada sebagian orang, frenulum bisa terlalu tebal, pendek, atau menempel terlalu rendah pada gusi sehingga memicu berbagai gangguan kesehatan mulut.

Apa Itu Frenulum di Antara Gigi Depan?

Frenulum yang berada di tengah gigi depan atas dikenal secara medis sebagai labial frenulum. Jaringan ini berwarna merah muda pucat dan terasa elastis saat bibir ditarik ke atas. Struktur ini membantu membatasi gerakan bibir agar tidak terlalu jauh sekaligus menjaga keseimbangan jaringan mulut.

Pada anak-anak, frenulum biasanya lebih tebal dan akan menipis seiring pertumbuhan. Namun pada sebagian orang dewasa, frenulum tetap besar dan menonjol, bahkan bisa menyebabkan celah permanen di antara dua gigi depan atau yang dikenal sebagai diastema.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Fungsi Utama Frenulum

Beberapa fungsi penting frenulum di antaranya:

  • Menjaga posisi bibir agar stabil
  • Membantu koordinasi saat berbicara
  • Mendukung proses mengunyah dan menelan
  • Menjaga struktur jaringan gusi tetap seimbang

Tanpa frenulum, gerakan bibir bisa menjadi terlalu bebas dan mengganggu kontrol otot mulut.

Masalah yang Sering Terjadi Akibat Frenulum

Frenulum yang tidak normal bisa menimbulkan berbagai keluhan, seperti:

1. Celah Gigi Depan (Diastema)
Frenulum yang menempel terlalu rendah dapat menarik gusi dan mendorong gigi depan menjauh satu sama lain.

Baca juga:  Terungkap! Dampak MSG Bagi Pencernaan Menurut Ilmu Kesehatan

2. Gusi Mudah Berdarah
Tarikan berlebih dari frenulum bisa membuat jaringan gusi lebih sensitif dan rentan iritasi.

Advertisement. Scroll to continue reading.

3. Gangguan Bicara
Pada kasus tertentu, frenulum yang terlalu kaku dapat memengaruhi pelafalan huruf tertentu.

4. Nyeri Saat Menggerakkan Bibir
Beberapa orang merasakan ketegangan atau rasa tidak nyaman saat tersenyum lebar atau makan.

Kapan Frenulum Perlu Ditangani?

Tidak semua kondisi frenulum membutuhkan perawatan medis. Namun, pemeriksaan ke dokter gigi disarankan jika:

  • Celah gigi depan semakin melebar
  • Gusi sering meradang atau berdarah
  • Terjadi kesulitan berbicara
  • Muncul rasa nyeri yang berulang

Dokter biasanya akan mengevaluasi apakah frenulum cukup fleksibel atau perlu tindakan koreksi.

Prosedur Penanganan: Frenektomi

Jika frenulum dinilai mengganggu, dokter dapat melakukan prosedur sederhana yang disebut frenektomi. Ini adalah tindakan pemotongan sebagian atau seluruh frenulum untuk melepaskan tarikan berlebih pada gusi dan gigi.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Prosedur ini:

  • Cepat (biasanya kurang dari 30 menit)
  • Minim rasa sakit dengan anestesi lokal
  • Penyembuhan relatif singkat

Banyak pasien merasakan perbaikan langsung pada kenyamanan mulut setelah tindakan ini.

Perawatan Setelah Tindakan

Pasca frenektomi, pasien disarankan untuk:

  • Menjaga kebersihan mulut dengan baik
  • Menghindari makanan keras selama beberapa hari
  • Menggunakan obat kumur antiseptik bila dianjurkan dokter
  • Datang kontrol sesuai jadwal

Biasanya luka akan sembuh dalam 1–2 minggu tanpa komplikasi serius.

Pentingnya Pemeriksaan Rutin

Frenulum sering dianggap sepele karena tidak menimbulkan rasa sakit langsung. Padahal, dalam jangka panjang, struktur ini bisa memengaruhi kesehatan gigi dan estetika senyum. Pemeriksaan rutin ke dokter gigi setidaknya setiap enam bulan sekali sangat dianjurkan untuk mendeteksi masalah sejak dini.

Baca juga:  Ini Dia Kebiasaan Buruk Yang Dapat Merusak Otak

(DAW)

Advertisement. Scroll to continue reading.
Newest Indonesia Saluran WhatsApp
Newest Indonesia hadir di Saluran WhatsApp

Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang

Ingin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Berita Lainnya

Regional

Newestindonesia.co.id, Kasus meninggalnya seorang dokter muda di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menjadi sorotan publik. Dokter internship berinisial AMW (25) dilaporkan meninggal dunia setelah terkonfirmasi...

Kesehatan

Newestindonesia.co.id, Onani atau masturbasi adalah aktivitas seksual yang umum dilakukan oleh pria maupun wanita untuk mencapai kepuasan seksual tanpa pasangan. Dalam dunia medis, aktivitas...

Internasional

Newestindonesia.co.id, Varian baru COVID-19 yang dijuluki “Cicada” (BA.3.2) mulai terdeteksi di berbagai wilayah Amerika Serikat dan menjadi perhatian otoritas kesehatan global. Berdasarkan laporan USA...

Kesehatan

Newestindonesia.co.id, Banyak pria mengira bahwa mandi sudah cukup untuk menjaga kebersihan seluruh tubuh, termasuk area vital. Namun, bagaimana jika setelah mandi justru muncul bau...

Kesehatan

Newestindonesia.co.id, Banyak perempuan merasa bingung dan tidak nyaman ketika mengalami vagina berbau tidak sedap, padahal sudah rutin mandi dan menjaga kebersihan tubuh. Kondisi ini...

Kesehatan

Newestindonesia.co.id, HIV-AIDS masih menjadi salah satu masalah kesehatan global yang membutuhkan perhatian serius. Meski pengetahuan masyarakat tentang penyakit ini semakin meningkat, masih banyak orang...

Internasional

Newestindonesia.co.id, Wabah meningitis di wilayah Kent, Inggris, menewaskan sedikitnya dua orang dan menyebabkan sejumlah kasus infeksi lainnya. Otoritas kesehatan mengingatkan bahwa penyakit ini dapat...

Kesehatan

Newestindonesia.co.id, Banyak orang pernah mengalami sensasi aneh saat hampir tertidur: tubuh tiba-tiba tersentak, seperti terjatuh dari ketinggian, lalu langsung terbangun dengan rasa kaget. Fenomena...

Advertisement