Connect with us

Hallo, Mau Cari Berita Apa Nih?

Newest Indonesia

Kesehatan

Tiba-Tiba Kaget Saat Mau Tidur? Ini Penjelasan Ilmiah Tentang Hypnic Jerk

Foto: iStock/Nattakorn Maneerat

Newestindonesia.co.id, Banyak orang pernah mengalami sensasi aneh saat hampir tertidur: tubuh tiba-tiba tersentak, seperti terjatuh dari ketinggian, lalu langsung terbangun dengan rasa kaget. Fenomena ini sering terjadi ketika seseorang sedang sangat mengantuk atau berada di fase awal tidur.

Meski terasa mengejutkan, kondisi ini sebenarnya cukup umum dan dalam dunia medis dikenal sebagai hypnic jerk atau sleep start.

Lalu, apa sebenarnya yang terjadi pada tubuh ketika hal ini muncul? Apakah kondisi tersebut berbahaya? Dan mengapa tubuh bisa bereaksi seperti itu?

Fenomena Tubuh Tersentak Saat Akan Tidur

Hypnic jerk adalah kontraksi otot yang terjadi secara tiba-tiba ketika seseorang sedang bertransisi dari keadaan sadar menuju tidur. Biasanya kondisi ini disertai sensasi seperti jatuh, tersandung, atau bahkan mimpi singkat yang mengejutkan.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Beberapa orang juga merasakan:

  • tubuh tiba-tiba tersentak
  • jantung berdebar lebih cepat
  • sensasi seperti jatuh dari tempat tinggi
  • terbangun secara mendadak
  • kadang disertai mimpi singkat

Fenomena ini sebenarnya sangat umum. Penelitian menunjukkan sekitar 60 hingga 70 persen orang pernah mengalaminya setidaknya sekali dalam hidup mereka.

Pada sebagian orang, hypnic jerk bisa terjadi hanya sesekali. Namun pada orang lain, kondisi ini bisa muncul cukup sering, terutama saat tubuh sangat lelah.

Apa yang Terjadi Pada Tubuh Saat Hypnic Jerk?

Untuk memahami fenomena ini, kita perlu melihat bagaimana tubuh memasuki fase tidur.

Tidur tidak terjadi secara langsung. Tubuh melewati beberapa tahapan sebelum benar-benar tertidur pulas. Tahapan pertama disebut fase tidur ringan, ketika aktivitas otak mulai melambat.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Pada fase ini:

  • detak jantung mulai menurun
  • napas menjadi lebih lambat
  • otot tubuh mulai rileks
  • suhu tubuh sedikit menurun

Namun pada beberapa orang, otak justru memberikan sinyal yang salah kepada otot. Ketika otot mulai rileks, otak mengira tubuh sedang kehilangan keseimbangan atau bahkan jatuh.

Akibatnya, otak langsung mengirimkan sinyal darurat ke otot untuk berkontraksi secara tiba-tiba. Inilah yang menyebabkan tubuh tersentak dan seseorang langsung terbangun.

Mengapa Sensasinya Seperti Jatuh?

Banyak orang melaporkan bahwa saat mengalami hypnic jerk, mereka merasakan sensasi seperti jatuh dari ketinggian.

Baca juga:  BPOM Siap Kawal Jamu Indonesia Naik Kelas Dan Masuk Pasar Amerika Serikat

Para ahli menduga hal ini berkaitan dengan cara otak memproses transisi dari sadar ke tidur.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Ketika tubuh mulai rileks dan sistem saraf melambat, otak terkadang salah menafsirkan perubahan ini sebagai sinyal bahaya. Otak kemudian “membangunkan” tubuh dengan refleks kejut.

Inilah yang membuat seseorang merasa seperti tersandung atau jatuh, lalu terbangun secara tiba-tiba.

Faktor yang Memicu Hypnic Jerk

Meskipun hypnic jerk merupakan kondisi normal, beberapa faktor dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalaminya.

1. Kelelahan Berlebihan

Tubuh yang sangat lelah cenderung masuk ke fase tidur lebih cepat. Transisi yang terlalu cepat ini bisa membuat otak dan tubuh tidak sinkron, sehingga memicu kontraksi otot mendadak.

Advertisement. Scroll to continue reading.

2. Stres dan Kecemasan

Stres dapat membuat sistem saraf tetap aktif meskipun tubuh sedang mencoba tidur.

Kondisi ini membuat otak lebih sensitif terhadap perubahan pada tubuh, sehingga refleks kejut lebih mudah terjadi.

3. Konsumsi Kafein

Minuman berkafein seperti kopi, teh, atau minuman energi dapat meningkatkan aktivitas sistem saraf.

Jika dikonsumsi menjelang waktu tidur, kafein dapat membuat otak tetap aktif dan meningkatkan risiko hypnic jerk.

Advertisement. Scroll to continue reading.

4. Kurang Tidur

Kurang tidur juga menjadi salah satu pemicu utama. Saat tubuh sangat mengantuk, proses transisi menuju tidur bisa menjadi tidak stabil.

Akibatnya, refleks tubuh lebih mudah muncul.

5. Aktivitas Fisik Sebelum Tidur

Olahraga berat menjelang waktu tidur dapat membuat otot tetap aktif. Hal ini dapat memicu kontraksi otot secara tiba-tiba ketika tubuh mencoba memasuki fase tidur.

Apakah Hypnic Jerk Berbahaya?

Secara umum, hypnic jerk tidak berbahaya dan merupakan bagian normal dari proses tidur.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Banyak ahli tidur menyebut fenomena ini sebagai refleks alami tubuh.

Namun, kondisi ini bisa menjadi masalah jika:

  • terjadi hampir setiap malam
  • membuat seseorang sulit tidur
  • menyebabkan gangguan tidur kronis
  • disertai gangguan kecemasan berat
Baca juga:  Apa Itu Bell’s Palsy? Pengertian, Penyebab, Dan Cara Mengobatinya

Jika hypnic jerk terjadi sangat sering hingga mengganggu kualitas tidur, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli tidur.

Perbedaan Hypnic Jerk dan Gangguan Tidur Lain

Beberapa orang sering mengira hypnic jerk sebagai gangguan tidur serius, padahal sebenarnya berbeda dengan kondisi lain seperti:

Sleep Apnea

Sleep apnea adalah gangguan pernapasan saat tidur yang membuat seseorang berhenti bernapas beberapa detik.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Berbeda dengan hypnic jerk, sleep apnea biasanya disertai:

  • dengkuran keras
  • napas tersendat
  • rasa lelah berlebihan di pagi hari

Restless Leg Syndrome

Sindrom kaki gelisah menyebabkan dorongan kuat untuk menggerakkan kaki saat malam hari.

Kondisi ini biasanya terjadi saat seseorang sedang berbaring dan ingin tidur, namun berbeda dengan hypnic jerk yang terjadi secara tiba-tiba.

Cara Mengurangi Hypnic Jerk

Meskipun tidak berbahaya, ada beberapa cara yang dapat membantu mengurangi frekuensi hypnic jerk.

1. Menjaga Jadwal Tidur Teratur

Tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari dapat membantu tubuh menyesuaikan ritme sirkadian.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Ritme tidur yang stabil membuat transisi menuju tidur menjadi lebih halus.

2. Mengurangi Kafein

Sebaiknya hindari konsumsi kopi atau minuman berkafein setidaknya 4–6 jam sebelum tidur.

Hal ini dapat membantu sistem saraf menjadi lebih tenang saat malam hari.

3. Mengelola Stres

Teknik relaksasi seperti meditasi, pernapasan dalam, atau membaca buku sebelum tidur dapat membantu menenangkan pikiran.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Ketika pikiran lebih rileks, kemungkinan hypnic jerk juga bisa berkurang.

4. Hindari Gadget Sebelum Tidur

Paparan cahaya biru dari ponsel atau laptop dapat mengganggu produksi hormon melatonin.

Hormon ini berperan penting dalam mengatur siklus tidur.

5. Ciptakan Lingkungan Tidur yang Nyaman

Lingkungan tidur yang nyaman dapat membantu tubuh lebih cepat masuk ke fase tidur tanpa gangguan.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Pastikan kamar tidur:

  • gelap
  • tenang
  • memiliki suhu yang nyaman

Apakah Semua Orang Mengalaminya?

Tidak semua orang menyadari ketika mengalami hypnic jerk. Dalam beberapa kasus, kontraksi otot terjadi sangat ringan sehingga tidak sampai membangunkan seseorang.

Baca juga:  Penyebab Kanker Usus Dan Gejala Awal Yang Harus Diwaspadai

Namun bagi sebagian orang, sensasi ini bisa cukup kuat hingga membuat mereka terbangun dengan rasa kaget.

Menariknya, fenomena ini dapat terjadi pada semua usia, mulai dari remaja hingga orang dewasa.

Hubungan Hypnic Jerk dengan Evolusi Manusia

Beberapa ilmuwan memiliki teori menarik mengenai asal-usul hypnic jerk.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Salah satu teori menyebutkan bahwa refleks ini merupakan sisa mekanisme evolusi manusia ketika nenek moyang masih tidur di pohon.

Ketika tubuh mulai rileks dan otot melemas, otak mungkin menganggap tubuh sedang kehilangan pegangan dari cabang pohon. Akibatnya, otak langsung mengirim sinyal untuk mengencangkan otot agar tidak jatuh.

Meskipun teori ini belum sepenuhnya terbukti, banyak ahli menganggapnya sebagai penjelasan yang masuk akal.

Kapan Harus ke Dokter?

Sebagian besar kasus hypnic jerk tidak memerlukan pengobatan.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Namun Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter jika mengalami:

  • hypnic jerk sangat sering
  • gangguan tidur kronis
  • kelelahan berlebihan di siang hari
  • insomnia berkepanjangan

Dokter biasanya akan mengevaluasi pola tidur, tingkat stres, serta gaya hidup yang mungkin memicu kondisi tersebut.

Kesimpulan

Tersentak dan terbangun saat hampir tertidur merupakan fenomena alami yang dikenal sebagai hypnic jerk.

Kondisi ini terjadi ketika otak dan tubuh tidak sepenuhnya sinkron saat memasuki fase tidur. Akibatnya, otak mengirim sinyal mendadak ke otot yang menyebabkan tubuh tersentak.

Meski terasa mengejutkan, hypnic jerk umumnya tidak berbahaya dan dialami oleh sebagian besar orang setidaknya sekali dalam hidup mereka.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Dengan menjaga pola tidur, mengurangi stres, serta menghindari kafein sebelum tidur, frekuensi kejadian ini biasanya dapat dikurangi.

Jika kondisi tersebut muncul terlalu sering hingga mengganggu kualitas tidur, konsultasi dengan dokter dapat menjadi langkah yang tepat untuk memastikan tidak ada gangguan kesehatan lain yang mendasarinya.

(DAW)

Advertisement. Scroll to continue reading.
Newest Indonesia Saluran WhatsApp
Newest Indonesia hadir di Saluran WhatsApp

Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang

Ingin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Berita Lainnya

Kesehatan

Newestindonesia.co.id, Menjaga kesehatan area intim merupakan bagian penting dari kesehatan wanita secara keseluruhan. Banyak wanita mencari cara merapatkan vagina karena faktor usia, melahirkan, perubahan...

Kesehatan

Newestindonesia.co.id, Kutu air pada kaki atau yang dikenal secara medis sebagai Tinea pedis merupakan infeksi jamur yang umum terjadi, terutama pada orang yang sering...

Kesehatan

Newestindonesia.co.id, Dada sesak merupakan kondisi yang kerap membuat penderitanya merasa tidak nyaman hingga kesulitan bernapas. Keluhan ini bisa muncul secara tiba-tiba maupun bertahap, dengan...

Kesehatan

Newestindonesia.co.id, Air kencing atau urine merupakan salah satu indikator penting kesehatan tubuh. Melalui warna, bau, dan bentuknya, urine bisa memberikan sinyal tentang kondisi tubuh...

Kesehatan

Newestindonesia.co.id, Penyakit getah bening sering kali menjadi kekhawatiran masyarakat karena kerap dikaitkan dengan kondisi serius seperti kanker. Padahal, tidak semua gangguan pada kelenjar getah...

Regional

Newestindonesia.co.id, Kasus meninggalnya seorang dokter muda di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menjadi sorotan publik. Dokter internship berinisial AMW (25) dilaporkan meninggal dunia setelah terkonfirmasi...

Kesehatan

Newestindonesia.co.id, Onani atau masturbasi adalah aktivitas seksual yang umum dilakukan oleh pria maupun wanita untuk mencapai kepuasan seksual tanpa pasangan. Dalam dunia medis, aktivitas...

Internasional

Newestindonesia.co.id, Varian baru COVID-19 yang dijuluki “Cicada” (BA.3.2) mulai terdeteksi di berbagai wilayah Amerika Serikat dan menjadi perhatian otoritas kesehatan global. Berdasarkan laporan USA...

Advertisement