Dampak Keseringan Onani: Fakta Medis, Risiko, Dan Cara Mengatasinya

0
istockphoto-1290041525-612x612

Ilustrasi. Foto: iStock/Ildar Abulkhanov

Newestindonesia.co.id, Onani atau masturbasi adalah aktivitas seksual yang umum dilakukan oleh pria maupun wanita untuk mencapai kepuasan seksual tanpa pasangan. Dalam dunia medis, aktivitas ini sebenarnya dianggap normal dan bahkan bisa memberikan beberapa manfaat, seperti mengurangi stres dan membantu mengenal tubuh sendiri.

Namun, yang menjadi perhatian adalah ketika aktivitas ini dilakukan secara berlebihan atau terlalu sering hingga mengganggu kesehatan fisik, mental, maupun kehidupan sosial seseorang. Lalu, apa saja dampak keseringan onani? Apakah benar bisa berbahaya? Berikut ulasan lengkapnya.

Apa Itu Onani dan Seberapa Sering Disebut Berlebihan?

Secara medis, tidak ada batasan pasti mengenai seberapa sering seseorang boleh melakukan masturbasi. Hal ini sangat tergantung pada kondisi individu, usia, hormon, serta gaya hidup.

Namun, onani bisa dianggap berlebihan jika:

  • Mengganggu aktivitas sehari-hari (kerja, sekolah, atau ibadah)
  • Menyebabkan kelelahan fisik
  • Mengganggu hubungan sosial atau pasangan
  • Menjadi pelarian utama dari stres atau masalah emosional

Jika aktivitas ini sudah mulai mengganggu keseimbangan hidup, maka perlu diwaspadai.

Dampak Keseringan Onani dari Sisi Fisik

1. Kelelahan dan Lemas

Melakukan masturbasi terlalu sering dapat menyebabkan tubuh menjadi lelah. Hal ini karena tubuh mengeluarkan energi dan hormon tertentu saat orgasme.

Jika dilakukan berulang kali dalam waktu singkat, tubuh bisa mengalami:

  • Lemas
  • Kurang fokus
  • Penurunan energi harian

2. Iritasi atau Cedera pada Organ Intim

Gesekan yang terlalu sering, terutama jika dilakukan tanpa pelumas, bisa menyebabkan:

  • Iritasi kulit
  • Lecet
  • Rasa nyeri pada alat kelamin

Dalam kasus tertentu, bisa juga terjadi pembengkakan ringan.

3. Gangguan Tidur

Beberapa orang menggunakan onani sebagai cara untuk tidur. Namun jika dilakukan terlalu sering, justru bisa mengganggu pola tidur karena:

  • Ketergantungan sebelum tidur
  • Perubahan hormon dopamin dan serotonin
Baca juga:  Tips Ampuh Agar Terhindar Dari Penyakit Jantung

4. Penurunan Sensitivitas

Terlalu sering melakukan stimulasi pada area genital dapat menyebabkan penurunan sensitivitas. Hal ini bisa berdampak pada:

  • Sulit mencapai orgasme saat berhubungan dengan pasangan
  • Membutuhkan rangsangan lebih kuat dari biasanya

Dampak Psikologis Keseringan Onani

1. Rasa Bersalah dan Cemas

Dalam beberapa budaya, masturbasi masih dianggap tabu. Akibatnya, seseorang bisa mengalami:

  • Rasa bersalah
  • Kecemasan
  • Penurunan kepercayaan diri

Terutama jika dilakukan secara berlebihan.

2. Ketergantungan atau Adiksi

Onani bisa menjadi kebiasaan yang sulit dikontrol jika dilakukan sebagai pelarian dari stres. Dalam kondisi tertentu, hal ini bisa berkembang menjadi perilaku kompulsif.

Tanda-tandanya antara lain:

  • Tidak bisa berhenti meskipun ingin
  • Terus memikirkan aktivitas seksual
  • Mengabaikan tanggung jawab

3. Gangguan Fokus dan Produktivitas

Keseringan onani dapat mengganggu konsentrasi, terutama jika pikiran sering terdistraksi oleh dorongan seksual.

Akibatnya:

  • Produktivitas menurun
  • Sulit fokus dalam pekerjaan atau belajar

Dampak Terhadap Kehidupan Sosial dan Hubungan

1. Menurunnya Minat pada Hubungan Nyata

Jika terlalu sering mendapatkan kepuasan sendiri, seseorang bisa kehilangan minat untuk menjalin hubungan dengan pasangan.

Hal ini dapat menyebabkan:

  • Kurangnya keintiman
  • Masalah dalam hubungan asmara

2. Isolasi Sosial

Dalam beberapa kasus, seseorang yang kecanduan masturbasi cenderung:

  • Menarik diri dari lingkungan sosial
  • Lebih memilih menyendiri

Apakah Onani Bisa Menyebabkan Penyakit?

Secara umum, masturbasi tidak menyebabkan penyakit serius seperti:

  • Kebutaan
  • Impotensi permanen
  • Kerusakan organ reproduksi

Namun, jika dilakukan secara ekstrem dan tidak sehat, bisa memicu masalah seperti:

  • Infeksi akibat kebersihan yang buruk
  • Cedera ringan
  • Gangguan psikologis

Jadi, yang perlu diperhatikan bukan aktivitasnya, tetapi frekuensi dan dampaknya terhadap kehidupan.

Manfaat Onani Jika Dilakukan Secukupnya

Perlu diketahui bahwa masturbasi juga memiliki manfaat jika dilakukan dengan wajar, antara lain:

  • Mengurangi stres
  • Membantu tidur lebih nyenyak
  • Mengenal tubuh sendiri
  • Meredakan ketegangan seksual
Baca juga:  Mengenal Hantavirus Yang Muncul Di Kapal Pesiar Dan Risiko Penularannya

Kuncinya adalah keseimbangan.

Cara Mengurangi Kebiasaan Onani Berlebihan

Jika Anda merasa terlalu sering melakukannya, berikut beberapa cara yang bisa membantu:

1. Alihkan Energi ke Aktivitas Positif

Lakukan kegiatan seperti:

  • Olahraga
  • Membaca
  • Mengembangkan hobi

2. Hindari Pemicu

Kurangi akses terhadap:

  • Konten pornografi
  • Situasi yang memicu fantasi seksual berlebihan

3. Atur Jadwal Harian

Kesibukan yang terstruktur dapat membantu mengurangi waktu kosong yang sering menjadi pemicu.

4. Kelola Stres dengan Cara Sehat

Gunakan metode lain seperti:

  • Meditasi
  • Jalan santai
  • Berbicara dengan teman

5. Konsultasi dengan Profesional

Jika sudah terasa sulit dikontrol, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan:

  • Psikolog
  • Dokter

Kapan Harus Khawatir?

Segera cari bantuan jika:

  • Aktivitas ini mengganggu kehidupan sehari-hari
  • Menyebabkan cedera fisik
  • Disertai perasaan depresi atau kecemasan berlebihan
  • Tidak bisa dikendalikan

Kesimpulan

Onani adalah aktivitas normal yang dilakukan banyak orang. Namun, seperti halnya segala sesuatu, jika dilakukan secara berlebihan dapat menimbulkan berbagai dampak, baik secara fisik, psikologis, maupun sosial.

Kunci utamanya adalah kontrol diri dan keseimbangan. Selama tidak mengganggu kesehatan dan kehidupan sehari-hari, masturbasi masih tergolong aman. Namun, jika sudah berlebihan, penting untuk segera mengambil langkah untuk mengatasinya.

Menjaga pola hidup sehat, menghindari pemicu, serta mencari bantuan profesional jika diperlukan adalah langkah terbaik untuk menjaga kesehatan secara menyeluruh.

(DAW)


Catatan: Artikel ini hanya ditujukan sebagai edukasi kepada pembaca berumur 21+

Tinggalkan Balasan