Hidup Dengan Payudara Seberat 25 Kg, Wanita Ini Kesulitan Bernapas Dan Tak Berani Keluar Sendiri
Summer Roberts. Foto: Instagram
Newestindonesia.co.id, Memiliki payudara berukuran besar kerap dianggap sebagai kelebihan oleh sebagian orang. Namun bagi Summer Roberts, kondisi tersebut justru menjadi sumber penderitaan yang memengaruhi kesehatan fisik, mental, hingga kehidupan sosialnya.
Perempuan berusia 28 tahun asal Glasgow, Skotlandia, itu mengidap macromastia, sebuah kondisi langka yang menyebabkan jaringan payudara tumbuh secara berlebihan dan tidak terkendali. Akibatnya, payudara Summer memiliki berat mencapai sekitar 25 kilogram.
Dengan tinggi badan sekitar 150 sentimeter, ukuran payudara yang sangat besar membuat tubuhnya terlihat tidak proporsional dan memicu berbagai gangguan kesehatan.
Pertumbuhan Abnormal Sejak Usia 7 Tahun
Dilansir melalui VN Express, Rabu (24/6), Summer mengungkapkan bahwa kondisi tersebut mulai terlihat ketika dirinya masih berusia tujuh tahun. Saat itu, pertumbuhan payudaranya berlangsung jauh lebih cepat dibandingkan anak-anak seusianya.
Seragam sekolah yang dikenakannya mendadak menjadi sempit dan ia bahkan harus menggunakan bra milik ibunya untuk menopang payudara yang terus membesar.
Ketika berusia 13 tahun, Summer sudah mengenakan bra ukuran B-cup. Dalam kurun waktu dua tahun, ukurannya meningkat menjadi DD-cup.
“Periode pertumbuhan paling pesat terjadi antara usia 22 dan 24 tahun,” kata Summer.
Menyebabkan Sakit Punggung hingga Sulit Bernapas
Kondisi Summer semakin memburuk setelah lulus kuliah. Dalam waktu relatif singkat, ukuran dan berat payudaranya meningkat drastis hingga menekan bagian tulang rusuk.
Tekanan tersebut menyebabkan kesulitan bernapas dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Dokter kemudian memastikan bahwa jaringan payudaranya menunjukkan respons berlebihan terhadap hormon wanita.
Selain gangguan pernapasan, beban payudara yang sangat berat membuat Summer mengalami sakit punggung kronis. Bahkan, beberapa waktu lalu ia harus menjalani operasi korektif akibat tulang belakangnya mengalami kelengkungan karena tekanan yang terus-menerus.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa ukuran payudara yang sangat besar dapat meningkatkan beban biomekanik pada tulang belakang dan memicu nyeri muskuloskeletal, termasuk nyeri leher dan punggung.
Untuk membantu aktivitas sehari-hari, Summer harus mengenakan bra kompresi khusus yang diresepkan dokter. Alat tersebut digunakan saat berjalan maupun melakukan pekerjaan rumah tangga.
Kesulitan Mendapatkan Perawatan yang Diinginkan
Tantangan yang dihadapi Summer tidak berhenti pada masalah kesehatan. Ia juga mengalami kesulitan memperoleh bra dengan ukuran yang sesuai karena harganya bisa mencapai ratusan pound sterling.
Di sisi lain, upayanya untuk menjalani operasi pengecilan payudara juga belum membuahkan hasil. Summer mengaku telah enam kali mengajukan permohonan operasi tersebut.
Namun, dokter menolak permintaannya karena tindakan operasi dinilai belum tentu memberikan hasil jangka panjang. Jaringan payudara Summer masih berpotensi terus tumbuh meskipun operasi sudah dilakukan.
Menjadi Sasaran Pelecehan Sejak Remaja
Selain menghadapi gangguan kesehatan, Summer juga harus berhadapan dengan tekanan sosial yang tidak ringan.
Sejak usia muda, ia mengaku sering menjadi sasaran siulan dan komentar dari orang asing. Padahal, ia selalu berusaha mengenakan pakaian longgar untuk menutupi bentuk tubuhnya.
Pengalaman yang paling membekas terjadi saat dirinya bekerja. Ia pernah menangis setelah sekelompok pria terus-menerus melontarkan komentar bernada seksual dan menolak berhenti meskipun sudah diminta.
Insiden tersebut membuat rasa percaya dirinya menurun dan memengaruhi aktivitas sehari-hari.
Trauma hingga Tak Berani Keluar Sendiri
Pengalaman pelecehan yang berulang membuat Summer merasa tidak nyaman berada di ruang publik seorang diri.
Ia mengaku hanya merasa aman ketika ditemani orang-orang terdekatnya.
“Saya hanya merasa aman ketika bersama teman-teman. Ketika tidak ada lagi siulan, saya merasa tenang,” ujar Summer.
Kisah Summer menjadi gambaran bahwa kondisi fisik yang terlihat berbeda tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga dapat memengaruhi kualitas hidup seseorang secara menyeluruh. Di balik anggapan sebagian orang bahwa payudara besar merupakan simbol daya tarik, terdapat realitas lain berupa rasa sakit, keterbatasan aktivitas, hingga tekanan psikologis yang harus dihadapi setiap hari.
(DAW)