Newestindonesia.co.id, Kisah pejabat korup bukan hanya terjadi di era modern. Sejarah mencatat, praktik korupsi sudah mengakar sejak ratusan tahun lalu. Salah satu sosok paling kontroversial adalah Heshen, pejabat tinggi pada masa Dinasti Qing di China yang disebut memiliki kekayaan melampaui kas negara.
Heshen dikenal sebagai figur yang identik dengan korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan. Bahkan, kekayaannya saat meninggal dunia disebut-sebut melebihi pendapatan negara pada masa itu.
Karier Cepat dari Pengawal hingga Elite Kekaisaran
Mengutip sumber sejarah dalam buku The Peking Gazette: A Reader in Nineteenth-Century Chinese History karya Lane J. Harris, Heshen memulai kariernya dari posisi rendah sebagai pengawal kekaisaran pada tahun 1772.
Namun kariernya melesat cepat setelah menarik perhatian Kaisar Qianlong. Dalam waktu kurang dari satu tahun, Heshen memperoleh berbagai jabatan strategis di lingkungan kekaisaran.
Ia diangkat menjadi:
- Pengawal Ruang Depan Kekaisaran
- Wakil Letnan Jenderal
- Wakil Presiden Dewan Pendapatan
- Penasihat Agung
- Menteri Rumah Tangga Kekaisaran
Kenaikan karier ini disebut sebagai salah satu yang paling spektakuler dalam sejarah China.
Menguasai Kekuasaan Selama 25 Tahun
Selama sekitar 25 tahun, Heshen memegang berbagai posisi penting yang membuatnya memiliki pengaruh besar dalam pemerintahan Dinasti Qing.
Tak hanya itu, ia juga memperkuat posisinya melalui hubungan keluarga. Putranya dinikahkan dengan putri kesayangan Kaisar Qianlong, yang semakin mengokohkan statusnya di kalangan elite kekaisaran.
Pada tahun 1798, Heshen bahkan diangkat menjadi adipati, sebuah gelar bangsawan tinggi dalam struktur kekuasaan saat itu.
Dikenal Korup dan Kejam
Berbagai catatan sejarah menyebut Heshen sebagai pejabat yang sangat korup. Ia diduga:
- Mengisi birokrasi dengan orang-orang kepercayaannya
- Menggelapkan uang rakyat
- Menjarah logistik militer
- Melakukan tindakan kekerasan terhadap penduduk
Meski demikian, para sejarawan juga menilai bahwa kemunduran Dinasti Qing tidak hanya disebabkan oleh satu orang saja, melainkan faktor kompleks. Namun, nama Heshen tetap melekat sebagai simbol korupsi di era tersebut.
Akhir Tragis Setelah Kaisar Wafat
Kejatuhan Heshen terjadi tak lama setelah wafatnya Kaisar Qianlong. Pada 22 Februari 1799, hanya dua minggu setelah kematian sang kaisar, Heshen dijatuhi hukuman mati.
Ia diberi “tali sutra” sebagai bentuk eksekusi terhormat, yang berarti ia harus mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.
Peristiwa ini menandai berakhirnya kekuasaan salah satu pejabat paling berpengaruh sekaligus paling kontroversial dalam sejarah China.
Kekayaan Fantastis: Lampaui Kas Negara
Dalam buku Rising China and Its Postmodern Fate, Volume II karya Charles Horner, disebutkan bahwa kekayaan Heshen mencapai sekitar 1.100 juta tael perak.
Jumlah tersebut disebut setara dengan pendapatan pemerintah Dinasti Qing selama kurang lebih 15 tahun.
“Ia dikenal korup. Kekayaannya saat meninggal diperkirakan melebihi pendapatan negaranya,” demikian disebut dalam catatan sejarah.
Simbol Korupsi Sepanjang Sejarah
Heshen hingga kini sering dijadikan contoh ekstrem dari penyalahgunaan kekuasaan. Namanya kerap muncul dalam diskusi sejarah sebagai simbol keserakahan, korupsi, dan lemahnya pengawasan dalam pemerintahan.
Kisahnya menjadi pengingat bahwa praktik korupsi bukan hanya persoalan masa kini, melainkan masalah lama yang terus berulang dalam berbagai bentuk di sepanjang sejarah manusia.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login