UMP Gaji Rp 5,7 Juta Di Jakarta, Cukupkah Untuk Hidup Layak Di Ibu Kota?

0
Jakarta skyline at dusk

Foto: iStock/Nikada

Harga Emas Hari Ini
Advertisement

Newestindonesia.co.id – Jakarta, Upah Minimum Provinsi (UMP) Jakarta sebesar Rp 5,7 juta kembali menjadi sorotan publik. Di tengah tingginya biaya hidup ibu kota, banyak pekerja bertanya-tanya: apakah gaji Rp 5,7 juta benar-benar cukup untuk hidup layak di Jakarta?

Rincian Perkiraan Biaya Hidup di Jakarta

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, berikut gambaran kasar pengeluaran bulanan pekerja lajang di Jakarta:

  • Sewa kos / kontrakan: Rp 1,5–2,5 juta
  • Makan harian: Rp 1,2–1,8 juta
  • Transportasi: Rp 300–600 ribu
  • Listrik, air, internet: Rp 300–500 ribu
  • Kebutuhan lain (pulsa, hiburan, darurat): Rp 500 ribu – 1 juta

Total pengeluaran: sekitar Rp 3,8–6,4 juta per bulan

Dari hitungan tersebut, terlihat bahwa UMP Rp 5,7 juta masih berada di batas aman, namun sangat tergantung gaya hidup dan lokasi tempat tinggal.

Cukup untuk Bertahan, Tapi Sulit Menabung

Banyak pengamat ekonomi menilai UMP Jakarta saat ini cukup untuk bertahan hidup, namun belum ideal untuk menabung atau investasi.

“Kalau pekerja masih lajang dan tinggal di kos sederhana, UMP Jakarta relatif cukup. Tapi bagi yang sudah berkeluarga, jelas berat,” ujar salah satu ekonom ketenagakerjaan.

Biaya tak terduga seperti kesehatan, pendidikan, atau kenaikan harga kebutuhan pokok bisa langsung menggerus pendapatan bulanan.

Kunci Bertahan: Gaya Hidup dan Manajemen Keuangan

Pekerja dengan gaji UMP dituntut lebih cermat mengatur keuangan, seperti:

  • Memilih hunian dekat tempat kerja
  • Mengandalkan transportasi umum
  • Mengurangi pengeluaran konsumtif
  • Mencari penghasilan tambahan (freelance atau side job)

Kesimpulan

UMP Rp 5,7 juta di Jakarta cukup untuk hidup, namun belum tentu layak bagi semua orang. Tanpa pengelolaan keuangan yang baik, gaji tersebut bisa habis sebelum akhir bulan.

Baca juga:  Tiga Pengurus KoinWorks Jadi Tersangka, OJK Langsung Panggil Pemegang Saham

Pertanyaan besarnya kini bukan hanya “cukup atau tidak”, melainkan bagaimana pemerintah dan dunia usaha memastikan kesejahteraan pekerja di tengah mahalnya biaya hidup Jakarta.

Editor: DAW

Berita Hukum Dan Kriminal
Advertisement

Tinggalkan Balasan