Newestindonesia.co.id, Raksasa streaming Netflix memutuskan mundur dari rencana akuisisi Warner Bros. Discovery, membuka jalan bagi perusahaan media Paramount Skydance untuk mengambil alih salah satu studio Hollywood paling berpengaruh tersebut.
Dilansir melalui Associated Press, Keputusan tersebut muncul setelah dewan direksi Warner Bros. Discovery menyatakan bahwa tawaran terbaru dari Paramount Skydance dinilai lebih unggul dibanding proposal Netflix. Tawaran Paramount mencapai US$31 per saham atau sekitar US$111 miliar (sekitar Rp1.700 triliun termasuk utang).
Netflix sebelumnya memiliki kesepakatan untuk membeli unit studio dan streaming Warner Bros. dengan nilai sekitar US$27,75 per saham, namun memilih tidak menaikkan penawarannya.
Dalam pernyataan resminya, Netflix mengatakan harga yang diperlukan untuk menyaingi tawaran Paramount membuat kesepakatan tersebut tidak lagi menarik secara finansial.
“Pada harga yang diperlukan untuk menyamai tawaran terbaru Paramount Skydance, kesepakatan ini tidak lagi menarik secara finansial,” kata pimpinan Netflix dalam pernyataan perusahaan dikutip melalui The Guardian.
Paramount Berpeluang Kuasai Warner Bros
Jika akuisisi ini berhasil diselesaikan, Paramount akan menggabungkan sejumlah aset media terbesar dunia dalam satu grup. Di antaranya HBO Max, CNN, dan studio film Warner Bros yang memiliki waralaba terkenal seperti Harry Potter dan DC Comics.
Aset tersebut nantinya akan berada di bawah satu perusahaan bersama jaringan milik Paramount seperti CBS, MTV, dan layanan streaming Paramount+.
CEO Warner Bros. Discovery, David Zaslav, mengatakan perusahaan melihat potensi besar dari penggabungan dua raksasa media tersebut.
“Kami sangat antusias dengan potensi gabungan Paramount Skydance dan Warner Bros Discovery untuk terus menghadirkan cerita yang menggerakkan dunia,” ujar Zaslav.
Pertarungan Sengit di Industri Streaming
Pertarungan antara Netflix dan Paramount untuk memperebutkan Warner Bros telah berlangsung selama berbulan-bulan dan menjadi salah satu bidding war terbesar dalam sejarah industri hiburan global.
Netflix sempat memimpin proses akuisisi pada akhir 2025, yang juga menandai perubahan strategi perusahaan yang sebelumnya dikenal lebih fokus membangun konten sendiri daripada membeli studio besar.
Namun Paramount akhirnya menawarkan harga yang lebih tinggi dan mengincar seluruh perusahaan Warner Bros Discovery, bukan hanya bisnis studio dan streaming seperti yang diinginkan Netflix.
Kekhawatiran Konsolidasi Media
Meski berpotensi menciptakan konglomerasi media yang sangat kuat, rencana merger ini juga memicu kekhawatiran dari sejumlah politisi dan pengamat industri.
Beberapa pihak menilai akuisisi tersebut dapat meningkatkan konsolidasi media, mengurangi kompetisi, hingga memicu pemutusan hubungan kerja di industri film dan televisi.
Selain itu, proses akuisisi juga diperkirakan akan menghadapi pengawasan ketat dari regulator antimonopoli di Amerika Serikat sebelum dapat diselesaikan.
Dampak ke Industri Hiburan Global
Jika merger ini disetujui regulator, kombinasi Paramount dan Warner Bros dapat mengubah lanskap industri hiburan global. Dua perusahaan ini akan menguasai perpustakaan konten raksasa sekaligus dua layanan streaming besar.
Kesepakatan tersebut diperkirakan baru bisa selesai pada akhir 2026, setelah melalui proses persetujuan regulator dan pemegang saham.
Para analis menilai keputusan Netflix mundur justru disambut positif oleh pasar karena perusahaan dinilai menghindari risiko utang besar yang diperlukan untuk membeli Warner Bros.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login