Update Bentrok Bandar Sabu Katingan: Aiptu Sumaryanto Ditemukan Meninggal Di DAS Rantau Asem

proses-evakuasi-jenazah-aiptu-sumaryanto-dok-istimewa-1783227380127_169

Foto: Proses evakuasi jenazah Aiptu Sumaryanto (dok. Istimewa)

Harga Emas Hari Ini
Advertisement

Newestindonesia.co.id, Anggota Kepolisian Resor (Polres) Katingan, Aiptu Sumaryanto, yang sempat dilaporkan hilang misterius usai bentrok berdarah dalam operasi penggerebekan bandar narkoba jenis sabu di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah (Kalteng), akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia (gugur).

Jasad korban ditemukan oleh tim gabungan pada Minggu (5/7/2026) pagi di Daerah Aliran Sungai (DAS) Rantau Asem, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan. Penemuan ini mengakhiri pencarian intensif yang dilakukan sejak insiden penggerebekan pada Kamis (2/7/2026) lalu.

Penemuan jenazah Aiptu Sumaryanto tersebut dibenarkan langsung oleh Kapolres Katingan, AKBP Dodik Hartono.

“Iya benar, ditemukan pagi ini,” kata Dodik saat dikonfirmasi dari Palangka Raya, Minggu (5/7/2026) dikutip melalui Tribun Kalteng.

AKBP Dodik Hartono menjelaskan bahwa posisi korban saat pertama kali ditemukan berada di kawasan DAS Rantau Asem, Kecamatan Katingan Tengah. Berdasarkan informasi dan rekaman video evakuasi di lapangan, kondisi jenazah Aiptu Sumaryanto ditemukan dalam posisi tersangkut di dahan pohon yang berada di pinggiran sungai.

Pasca-ditemukan, tim gabungan langsung melakukan tindakan evakuasi secara hati-hati dari lokasi perairan. Pihak kepolisian bergerak cepat untuk membawa korban menuju fasilitas medis terdekat guna penanganan lebih lanjut.

“Jenazah Aiptu Sumaryanto yang berhasil ditemukan dan telah dievakuasi, segera dibawa ke RS Bhayangkara Palangka Raya,” jelas Dodik.

Kronologi Insiden Berdarah di Tumbang Kalemei

Peristiwa tragis ini bermula pada Kamis (2/7/2026), saat personel Satresnarkoba Polres Katingan melakukan operasi penegakan hukum dan penggerebekan terhadap target operasi (TO) bandar sabu di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah. Penggerebekan tersebut menyasar dua orang terduga bandar besar berinisial BIO dan BU.

Namun, di tengah jalannya operasi, situasi berubah mencekam ketika para pelaku melakukan perlawanan sengit hingga memicu bentrokan fisik yang tidak terhindarkan. Akibat penyerangan brutal dari para pelaku, tiga orang personel kepolisian menjadi korban.

Baca juga:  6 Jenazah Korban Pesawat ATR 42-500 Ditemukan Membengkak Di Jurang Gunung Bulusaraung

Pada hari pertama kejadian, Aipda Yudhie Perdana Putra ditemukan gugur di lokasi akibat luka fatal dari serangan senjata tajam. Sementara itu, dua personel lainnya, yakni Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana, dinyatakan hilang secara misterius di sekitar lokasi kejadian yang merupakan daerah perairan dan hutan.

Pencarian besar-besaran langsung dilakukan oleh tim gabungan dari Polda Kalteng, Polres Katingan, hingga di-back up penuh oleh Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri.

Sebelum ditemukannya Aiptu Sumaryanto, tim gabungan terlebih dahulu berhasil menemukan jasad Bripda Nopandri Ramadhana pada Sabtu (4/7/2026). Jenazah putra asli Dayak tersebut telah dievakuasi ke RS Bhayangkara untuk penanganan tim forensik dan kini telah dimakamkan secara layak di Katingan. Dengan ditemukannya Aiptu Sumaryanto pada Minggu pagi, total ada tiga personel Polri yang gugur dalam operasi pemberantasan narkoba tersebut.

Beberapa Pelaku Penyerangan Telah Ditangkap

Merespons peristiwa gugurnya para personel di lapangan, Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak dan warga lokal yang turut membantu menyisir area sungai dan hutan selama proses pencarian korban.

“Kapolda Kalteng menyampaikan terima kasih kepada masyarakat sekitar yang ikut membantu dalam upaya pencarian,” tulis keterangan resmi Polda Kalteng.

Lebih lanjut, Irjen Pol Iwan Kurniawan juga memberikan konfirmasi terkait perkembangan penegakan hukum terhadap para pelaku penyerangan berdarah dan bandar sabu tersebut. Iwan mengakui bahwa beberapa pelaku saat ini sudah berhasil diringkus oleh tim buru sergap kepolisian.

“Ya, sudah ada beberapa yang diamankan. Nanti akan saya rilis berkaitan dengan penegahan hukumnya,” tegas Irjen Pol Iwan Kurniawan.

Hingga saat ini, pihak kepolisian dan tim forensik masih terus mendalami serta menyelidiki penyebab pasti kematian dari para personel yang gugur tersebut, sembari melakukan pengejaran intensif terhadap jaringan narkoba sisa pelaku lainnya di wilayah Kalimantan Tengah.

(DAW)

Berita Hukum Dan Kriminal
Advertisement
Baca juga:  Jam Sekolah Di Bekasi Diterapkan 06.30 WIB Untuk Seluruh Jenjang Pendidikan