Tim DVI Ungkap Proses Identifikasi 7 Jenazah Korban Pesawat ATR 42-500 Di Sulsel

0
Foto: Sejumlah jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 dibawa ke Posko DVI Biddokkes Polda Sulsel untuk proses identifikasi. (Nurul Hidayah/detikSulsel)

Foto: Sejumlah jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 dibawa ke Posko DVI Biddokkes Polda Sulsel untuk proses identifikasi. (Nurul Hidayah/detikSulsel)

Metode dan Proses Identifikasi

Menurut Brigjen Sumy Hastry Purwanti, Kepala Biro Labdokkes Pusdokkes Polri, proses identifikasi jenazah korban dilakukan secara bertahap melalui berbagai metode, dimulai dari pemeriksaan antemortem dan postmortem, sidik jari, serta bila diperlukan pemeriksaan DNA untuk memastikan kecocokan dengan data keluarga korban.

“Kami sudah mengumpulkan data antemortem, yaitu data sebelum mereka meninggal dunia, termasuk sidik jari sampai sampel DNA dari seluruh keluarga korban yang kami ambil,” ujarnya.

Hastry menambahkan bahwa apabila proses pemeriksaan sidik jari atau gigi sulit dilakukan karena kondisi jenazah, DVI akan melanjutkan pemeriksaan menggunakan DNA untuk memastikan identitas dengan akurat.

Target Waktu Identifikasi

Kapolda Sulsel menyebutkan bahwa tim DVI menargetkan proses identifikasi terhadap tujuh jenazah tersisa dan satu kantong berisi potongan tulang dapat diselesaikan dalam waktu satu minggu dengan dukungan data antemortem yang telah terkumpul.

Operasi SAR Resmi Ditutup

Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) RI, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menyatakan bahwa operasi SAR resmi ditutup setelah seluruh korban berhasil ditemukan dan dievakuasi. Saat ini, fokus operasional dilanjutkan untuk mendukung proses identifikasi dan investigasi penyebab kecelakaan.

(DAW)

Baca juga:  Memanas! Gedung DPRD Di Makassar Dibakar Massa Aksi, Yang Sedang Rapat Dievakuasi

Tinggalkan Balasan