Newestindonesia.co.id, Kepergian Fahdly Arjasubrata (17), siswa kelas XI SMAN 5 Bandung yang tewas usai diduga menjadi korban bentrokan antarpelajar, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Di balik tragedi tersebut, orang tua korban berharap peristiwa serupa tidak lagi terjadi di masa depan.
Fahdly ditemukan meninggal dunia di kawasan Jalan Cihampelas, Kota Bandung. Ia diduga menjadi korban bentrokan antarpelajar yang terjadi setelah kegiatan buka puasa bersama (bukber).
Ayah korban, Firdan Ardjasubrata, mengaku telah mengikhlaskan kepergian putranya. Namun, ia berharap tragedi tersebut menjadi pelajaran agar kejadian serupa tidak kembali merenggut nyawa generasi muda.
“Semua pihak sudah terbuka, termasuk kepolisian. Justru sekarang kita harus bersama-sama supaya kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” kata Firdan dikutip melalui detikJabar.
Menurut keterangan warga sekitar, peristiwa bermula ketika korban bersama rombongannya pulang dari kegiatan buka puasa bersama. Mereka diketahui melintas di kawasan Cihampelas menggunakan puluhan sepeda motor dari arah Ciumbuleuit.
Korban diduga berada di bagian belakang rombongan saat insiden terjadi. Setibanya di lokasi, situasi mendadak memanas hingga bentrokan antar pelajar pun pecah.
Berdasarkan informasi sementara, bentrokan tersebut diduga melibatkan pelajar dari SMAN 5 Bandung dan SMAN 2 Bandung. Insiden itu kemudian berujung pada dugaan penganiayaan yang menyebabkan satu korban meninggal dunia.
Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi lengkap serta pihak-pihak yang terlibat dalam kejadian tersebut.
Pelaksana tugas Kapolrestabes Bandung Kombes Adiwijaya membenarkan adanya insiden yang menimbulkan korban jiwa tersebut.
“Pada kesempatan ini kami menyampaikan bahwa ada kejadian keributan yang terjadi di Jalan Cihampelas yang mengakibatkan satu korban meninggal dunia,” ujarnya.
Ia juga meminta masyarakat untuk mempercayakan penanganan kasus tersebut kepada kepolisian yang saat ini tengah melakukan penyelidikan.
“Kami meminta masyarakat untuk mempercayakan kepada Polrestabes Bandung dalam melakukan pendalaman dan penyidikan berkaitan dengan kejadian tersebut,” kata Adiwijaya.
Kasus ini pun mendapat perhatian berbagai pihak. Pemerintah daerah dan aparat kepolisian menegaskan bahwa penyelidikan akan terus dilakukan untuk memastikan penyebab pasti serta pihak yang bertanggung jawab dalam insiden tersebut.
Sementara itu, keluarga korban berharap tragedi yang merenggut nyawa Fahdly dapat menjadi pengingat bagi semua pihak agar lebih menjaga generasi muda dari kekerasan dan konflik antar pelajar.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login