Newestindonesia.co.id, Polda Metro Jaya menggelar apel gelar pasukan menjelang peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026. Sebanyak 24.980 personel gabungan disiagakan untuk mengamankan rangkaian kegiatan buruh yang dipusatkan di kawasan Monumen Nasional (Monas) hingga Gedung DPR/MPR RI, Jakarta.
Apel kesiapan pengamanan tersebut dipimpin langsung Wakapolda Metro Jaya Brigjen Dekananto Eko Purwono di Silang Monas, Jakarta Pusat, Kamis (30/4/2026). Personel yang diterjunkan berasal dari unsur Polri, TNI, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, hingga elemen pengamanan lainnya.
Dalam apel tersebut, aparat diminta mengedepankan pendekatan humanis selama pengamanan berlangsung. Polisi juga menekankan pentingnya menjaga situasi tetap kondusif mengingat jumlah massa buruh yang diperkirakan hadir cukup besar.
Peringatan Hari Buruh tahun ini dipusatkan di kawasan Monas dan diprediksi dihadiri ratusan ribu buruh dari berbagai daerah, termasuk kelompok pekerja dan pengemudi ojek online. Berdasarkan informasi sebelumnya, sekitar 300 ribu hingga 400 ribu massa diperkirakan akan turun ke Jakarta untuk mengikuti agenda May Day 2026.
Selain kawasan Monas, pengamanan juga difokuskan di sejumlah titik strategis seperti Gedung DPR/MPR RI, jalur protokol ibu kota, serta akses keluar-masuk Jakarta. Rekayasa lalu lintas pun disiapkan secara situasional untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan saat mobilisasi massa berlangsung.
Wakapolda Metro Jaya Brigjen Dekananto Eko Purwono meminta seluruh personel menjalankan tugas secara profesional dan mengutamakan pelayanan kepada masyarakat. Ia juga mengingatkan pentingnya koordinasi lintas instansi demi memastikan peringatan Hari Buruh berjalan aman dan tertib.
“Pasukan yang terlibat terdiri dari unsur Polri, TNI, Pemprov DKI Jakarta, hingga unsur pengamanan lainnya,” demikian disampaikan dalam apel kesiapan pengamanan May Day 2026 di kawasan Monas dikutip melalui detikNews.
Sebelumnya, sejumlah organisasi buruh telah menyampaikan agenda penyampaian aspirasi terkait kesejahteraan pekerja, perlindungan tenaga kerja, hingga isu pemutusan hubungan kerja (PHK). Pemerintah dan aparat keamanan berharap seluruh kegiatan berlangsung damai tanpa mengganggu ketertiban umum.
Momentum Hari Buruh Internasional yang diperingati setiap 1 Mei menjadi salah satu agenda tahunan dengan tingkat mobilisasi massa terbesar di Indonesia. Karena itu, pengamanan skala besar kembali diterapkan untuk menjaga stabilitas dan keamanan ibu kota selama peringatan May Day berlangsung.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp


