Newestindonesia.co.id – Jabar, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat bergerak cepat menanggulangi dampak banjir yang melanda wilayah Kabupaten Karawang dan Kabupaten Bekasi sejak akhir pekan lalu. Banjir yang disebabkan oleh intensitas hujan tinggi tersebut telah merendam belasan kecamatan dan ribuan rumah warga, sehingga penanganan darurat langsung diinstruksikan oleh pemerintah provinsi.
Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Herman Suryatman, mengatakan pemerintah provinsi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) turun langsung ke lapangan sejak banjir terjadi.
“Saya pastikan, petugas BPBD telah disiagakan di lokasi terdampak. Di Kabupaten Karawang, BPBD Provinsi Jabar menugaskan lima personel untuk berkoordinasi langsung dengan BPBD setempat. Sementara di Kabupaten Bekasi, delapan personel BPBD Provinsi Jabar diturunkan untuk memperkuat penanganan di lapangan,” ujar Herman, Senin (19/1/2026) seperti dikutip melalui Media Indonesia.
Ribuan Warga Terdampak
Data sementara menunjukkan banjir di Karawang melanda 12 kecamatan dan 23 desa, dengan total 3.932 kepala keluarga terdampak. Sementara di Bekasi, banjir merendam 16 kecamatan dan 33 desa, dengan jumlah warga terdampak mencapai 4.622 kepala keluarga.
Langkah Cepat Penanganan
Pemprov Jabar telah membuka dapur umum di kedua daerah terdampak dan mengirimkan bantuan logistik berupa paket sembako. Di masing-masing wilayah, sebanyak 85 paket logistik sudah disalurkan, termasuk 50 paket awal dan tambahan 35 paket berikutnya.
Selain logistik, pemerintah juga mengirim bantuan teknis berupa beronjong (struktur penahan tanah) untuk memperbaiki tanggul dan mengamankan aliran sungai yang berpotensi memperparah banjir. Untuk tahap ini, sebanyak 50 beronjong dikirim ke Karawang dan 50 ke Bekasi.
Fokus pada Keselamatan dan Normalisasi Sungai
Herman menegaskan, keselamatan warga menjadi prioritas utama dalam penanganan banjir. Evakuasi telah dilakukan bersama BPBD, TNI, dan Polri di titik-titik terdampak.
“Nomor satu warga harus selamat, baru kemudian penanganan lainnya menyusul,” tegasnya.
Untuk jangka menengah hingga panjang, Pemprov Jabar akan terus melanjutkan program normalisasi sungai yang selama ini menjadi kendala utama banjir, termasuk pelebaran dan pengerukan sungai yang dangkal. Menurut Herman upaya ini sebelumnya telah dilakukan namun belum sepenuhnya tuntas.
(DAW)




You must be logged in to post a comment Login