Newestindonesia.co.id, Seorang pedagang sekaligus pengantar gas LPG nyaris kehilangan nyawa setelah menjadi korban penganiayaan brutal di Kabupaten Serang, Banten. Korban dipukul menggunakan tabung gas LPG 3 kilogram oleh seorang pria yang kesal karena ditagih pembayaran gas yang telah dipesannya.
Peristiwa tersebut menimpa Aris Munandar (34). Ia mengalami luka serius di bagian kepala setelah dipukul berulang kali oleh pelaku bernama Jaenudin. Insiden kekerasan itu terjadi di Kampung Pakusaji, Desa Pringwulan, Kecamatan Bandung, Kabupaten Serang.
Korban yang berprofesi sebagai pengantar gas datang ke rumah pelaku untuk mengantarkan pesanan tabung LPG. Namun, situasi berubah menjadi aksi penganiayaan yang hampir merenggut nyawanya.
Kronologi Kejadian
Kapolsek Pamarayan, AKP Yusuf Ependi, menjelaskan peristiwa penganiayaan berat tersebut terjadi pada Rabu (25/2/2026) sekitar pukul 16.40 WIB di rumah pelaku.
Saat itu korban datang untuk mengantarkan pesanan gas milik pelaku.
“Korban saat itu datang untuk mengantarkan 20 tabung gas LPG pesanan pelaku ke rumahnya,” kata AKP Yusuf Ependi dikutip melalui detikNews.
Setelah gas diantar, pelaku ternyata belum membayar pesanan tersebut. Total nilai gas yang harus dibayar sekitar Rp400 ribu.
Korban kemudian menunggu pembayaran di teras rumah pelaku. Ia tidak meninggalkan lokasi karena berharap pelaku segera melunasi pesanan gas tersebut.
“Karena pelaku belum membayar, korban kemudian menunggu di teras rumah pelaku sambil menunggu pembayaran,” jelas Yusuf.
Namun, situasi yang semula biasa berubah menjadi kekerasan secara tiba-tiba.
Dipukul Tabung Gas dari Belakang
Saat korban sedang duduk menunggu pembayaran, pelaku tiba-tiba datang dari arah belakang. Tanpa banyak bicara, pelaku langsung melakukan penganiayaan menggunakan tabung gas LPG.
“Pelaku memukul korban dari belakang menggunakan tabung gas LPG sebanyak sekitar 10 kali hingga korban terjatuh,” ungkap Yusuf.
Serangan itu membuat korban langsung terjatuh dan mengalami luka serius. Meski sempat berusaha bangkit, korban kembali menjadi sasaran pukulan pelaku.
Menurut polisi, aksi brutal tersebut tidak berhenti sampai di situ.
Pelaku bahkan menutup kepala korban dengan karung sebelum kembali menghantamnya menggunakan tabung gas LPG 3 kilogram berwarna hijau.
“Setelah korban jatuh, pelaku menutup kepala korban menggunakan karung lalu kembali memukul menggunakan tabung gas LPG 3 kilogram,” ujar Yusuf.
Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka parah di bagian kepala dan bersimbah darah di lokasi kejadian.
Korban Selamat Setelah Dirawat di Rumah Sakit
Meski mengalami luka serius akibat pukulan bertubi-tubi, korban akhirnya berhasil diselamatkan. Ia segera mendapat pertolongan dan dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
“Beruntung korban berhasil diselamatkan setelah mendapat penanganan medis di rumah sakit,” kata Yusuf.
Korban kemudian menjalani perawatan intensif karena mengalami luka di bagian kepala akibat benda keras.
Pelaku Kabur dan Sempat Buron
Setelah melakukan penganiayaan, pelaku tidak berada di lokasi. Ia melarikan diri meninggalkan korban yang tergeletak dengan luka parah.
Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku.
Dalam pelariannya, Jaenudin diketahui bersembunyi di wilayah Kabupaten Pandeglang, Banten.
Setelah sekitar dua minggu buron, pelaku akhirnya berhasil ditangkap oleh aparat kepolisian.
Pelaku diringkus oleh petugas Unit Reskrim Polsek Pamarayan di Desa Citereup, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, pada Rabu (11/3/2026).
Penangkapan ini sekaligus mengakhiri pelarian pelaku yang sempat berpindah tempat untuk menghindari polisi.
Polisi Dalami Motif Penganiayaan
Hingga saat ini, polisi masih mendalami motif di balik aksi penganiayaan brutal tersebut.
Meski demikian, dugaan sementara menyebutkan bahwa pelaku melakukan tindakan kekerasan karena emosi setelah ditagih pembayaran gas oleh korban.
“Motif penganiayaan masih kami dalami, namun sementara diduga karena pelaku kesal kepada korban,” ujar Yusuf.
Polisi kini terus melakukan pemeriksaan terhadap pelaku untuk mengetahui secara detail kronologi dan latar belakang peristiwa tersebut.
Kekerasan karena Perselisihan Utang
Kasus ini menjadi pengingat bahwa konflik sederhana seperti persoalan utang dapat berujung pada tindakan kekerasan serius apabila tidak diselesaikan secara baik.
Penganiayaan dengan menggunakan benda keras seperti tabung gas berpotensi menyebabkan luka berat bahkan kematian.
Beruntung dalam peristiwa ini korban masih dapat diselamatkan setelah mendapatkan pertolongan medis dengan cepat.
Sementara itu, aparat kepolisian memastikan proses hukum terhadap pelaku akan terus berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login