Connect with us

Hallo, Mau Cari Berita Apa Nih?

Newest Indonesia

Regional

Oknum Prajurit TNI Aniaya Sopir Taksi Online Di Tangsel, Denpom Langsung Turun Tangan

Foto: Ilustrasi (Istock)

Newestindonesia.co.id, Seorang pengemudi taksi online diduga menjadi korban penganiayaan oleh oknum prajurit TNI Angkatan Darat (AD) di wilayah Setu, Tangerang Selatan (Tangsel), Banten. Insiden tersebut menjadi perhatian publik setelah rekaman video kejadian beredar luas di media sosial.

Dalam video yang viral, terlihat seorang pria melakukan tindakan kekerasan terhadap pengemudi taksi online. Pelaku tampak memukul, menendang, hingga membanting korban ke aspal di pinggir jalan. Peristiwa tersebut sontak memicu reaksi dari warga sekitar yang berusaha melerai aksi kekerasan itu.

Selain tindakan pemukulan, video tersebut juga memperlihatkan korban dalam kondisi tangan diborgol. Bahkan, pelaku sempat menodongkan benda yang diduga senjata api ke arah kepala pengemudi taksi online tersebut.

Peristiwa ini kemudian menjadi viral di berbagai platform media sosial dan memicu perhatian publik terkait tindakan kekerasan yang melibatkan aparat.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Terjadi di Setu, Tangerang Selatan

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut terjadi di kawasan Setu, Tangerang Selatan, pada Minggu, 1 Maret 2026.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono membenarkan bahwa pria yang melakukan penganiayaan terhadap pengemudi taksi online tersebut merupakan prajurit TNI AD.

Donny menjelaskan bahwa setelah kejadian tersebut, pihak TNI AD segera mengambil langkah cepat untuk menindaklanjuti laporan yang beredar di masyarakat.

Ia mengatakan, Detasemen Polisi Militer (Denpom) Jaya/1 Tangerang langsung berkoordinasi dengan Polres Tangerang Selatan untuk menangani kasus tersebut.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Pada Senin malam, 2 Maret 2026, oknum prajurit yang diduga terlibat dalam penganiayaan itu telah diamankan oleh Polisi Militer.

“Saat ini oknum prajurit yang terlibat sudah diamankan dan sedang diperiksa oleh Denpom Jaya/1 Tangerang. Kami pastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk pendalaman kronologi, pemeriksaan saksi, dan pengumpulan barang bukti,” kata Donny dalam keterangannya, Rabu (4/3).

Baca juga:  Viral Dua Pria Terekam Masturbasi Di Bus Transjakarta, Kini Diperiksa Polisi

Oknum prajurit tersebut saat ini ditahan di Markas Detasemen Polisi Militer (Madenpom) Jaya/1 Tangerang untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut.

Diduga Dipicu Senggolan Kendaraan

Berdasarkan hasil pendalaman awal yang dilakukan pihak TNI, insiden tersebut diduga bermula dari perselisihan di jalan raya antara pelaku dan korban.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Menurut Donny, permasalahan terjadi akibat senggolan kendaraan antara mobil yang dikendarai prajurit tersebut dengan kendaraan milik pengemudi taksi online.

“Berdasarkan pendalaman awal, insiden terjadi karena perselisihan akibat senggolan kendaraan,” ujarnya.

Setelah senggolan terjadi, keduanya diduga terlibat cekcok di lokasi kejadian. Adu mulut tersebut kemudian memanas hingga berujung pada dugaan penganiayaan terhadap pengemudi taksi online.

Korban bahkan sempat terjatuh ke badan jalan ketika peristiwa itu berlangsung.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Benda yang Ditodongkan Ternyata Pistol Mainan

Salah satu hal yang sempat menjadi sorotan publik dalam video viral tersebut adalah adanya benda yang ditodongkan pelaku ke arah kepala korban.

Banyak warganet menduga benda tersebut merupakan senjata api. Namun pihak TNI AD menyebutkan bahwa benda tersebut bukan senjata api asli.

Menurut Donny Pramono, benda yang ditodongkan oleh pelaku kepada pengemudi taksi online tersebut ternyata merupakan pistol mainan berbahan kayu.

Meski demikian, tindakan tersebut tetap menjadi bagian dari pemeriksaan yang sedang dilakukan oleh Polisi Militer.

Advertisement. Scroll to continue reading.

TNI Tegaskan Akan Tindak Tegas

Pihak TNI AD memastikan bahwa kasus ini akan ditangani secara serius sesuai dengan aturan hukum dan disiplin militer yang berlaku.

Donny menegaskan bahwa institusinya tidak akan mentoleransi tindakan pelanggaran hukum yang dilakukan oleh prajurit.

Ia juga menegaskan bahwa jika hasil pemeriksaan menunjukkan adanya pelanggaran, oknum prajurit tersebut akan dikenai sanksi tegas.

Baca juga:  Australia Keluarkan Peringatan Untuk berwisata Ke Bali, Dispar Sebut Mereka Aman Asal Patuhi Aturan

“Apabila terbukti melakukan pelanggaran, yang bersangkutan akan diproses tegas sesuai hukum dan disiplin militer,” jelas Donny.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Ia juga menambahkan bahwa TNI AD berkomitmen untuk menjaga profesionalisme prajurit serta kepercayaan masyarakat terhadap institusi militer.

“TNI AD berkomitmen untuk terus menjaga kepercayaan masyarakat serta profesionalisme prajurit melalui mekanisme penegakan hukum yang transparan dan akuntabel,” ujarnya.

Polisi Terima Laporan Kasus

Selain penanganan dari Polisi Militer, kasus ini juga dilaporkan kepada pihak kepolisian.

Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan AKP Wira Graha Setiawan mengatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait insiden tersebut pada Senin, 2 Maret 2026.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Menurutnya, laporan tersebut saat ini sedang ditindaklanjuti dan dilakukan koordinasi dengan pihak TNI.

Ia menyebutkan bahwa konflik antara korban dan pelaku diduga berawal dari masalah di jalan raya yang kemudian berkembang menjadi pertikaian.

“Antara korban dan terduga pelaku terlibat cekcok, diduga akibat senggolan kendaraan di jalan,” katanya.

Fenomena Road Rage di Jalan Raya

Insiden penganiayaan yang terjadi di Tangerang Selatan ini juga kembali menyoroti fenomena road rage atau kemarahan di jalan raya.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Praktisi keselamatan berkendara sekaligus Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia, Sony Susmana, mengatakan bahwa fenomena road rage kerap muncul akibat ketidakmampuan pengendara mengendalikan emosi saat berkendara.

“Road Rage ini selalu ada di jalan raya dan tidak pernah hilang karena itu bagian dari ketidakmampuan sebagian dari mereka dalam me-manage emosi dan egonya,” ujar Sony.

Menurutnya, konflik kecil seperti senggolan kendaraan sering kali berubah menjadi perkelahian karena emosi yang tidak terkendali.

Ia menekankan pentingnya kesadaran berkendara serta kemampuan mengendalikan emosi ketika menghadapi konflik di jalan.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Proses Hukum Masih Berjalan

Saat ini oknum prajurit TNI AD yang terlibat dalam dugaan penganiayaan tersebut masih menjalani proses pemeriksaan di Madenpom Jaya/1 Tangerang.

Baca juga:  Nama Sri Mulyani Dan Jokowi Muncul Di Epstein Files, Ini Fakta Lengkapnya

Penyidik Polisi Militer tengah mendalami kronologi lengkap kejadian, termasuk memeriksa saksi-saksi yang berada di lokasi serta mengumpulkan barang bukti yang berkaitan dengan kasus tersebut.

Kasus ini menjadi sorotan publik karena melibatkan aparat negara sekaligus menampilkan kekerasan terhadap pengemudi transportasi daring yang tengah bekerja.

Publik kini menunggu hasil proses hukum yang sedang berjalan serta langkah tegas dari institusi terkait untuk memastikan penegakan hukum berjalan secara adil dan transparan.

Advertisement. Scroll to continue reading.

(DAW)

Newest Indonesia Saluran WhatsApp
Newest Indonesia hadir di Saluran WhatsApp

Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang

Ingin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Berita Lainnya

Nasional

Newestindonesia.co.id, Komisi Yudisial (KY) bersama Mahkamah Agung (MA) menjatuhkan sanksi berat kepada dua hakim setelah terbukti melanggar Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim (KEPPH)....

Nasional

Newestindonesia.co.id, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap dugaan praktik korupsi dalam pengadaan jasa outsourcing di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan yang menyeret Bupati Pekalongan Fadia...

Regional

Newestindonesia.co.id, Kasus dugaan kekerasan seksual di lingkungan pondok pesantren kembali mencuat. Seorang pimpinan pondok pesantren di Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat...

Regional

Newestindonesia.co.id, Seorang mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) Semarang diduga menjadi korban pengeroyokan oleh puluhan mahasiswa satu jurusan hingga mengalami luka serius. Kasus ini viral di...

Regional

Newestindonesia.co.id, Polisi menetapkan seorang sopir bus TransJakarta berinisial Y sebagai tersangka dalam kasus kecelakaan adu banteng dua armada bus di jalur layang Koridor 13...

Regional

Newestindonesia.co.id, Polisi berhasil menangkap pelaku pembunuhan pasangan suami istri (pasutri) warga negara Pakistan yang jasadnya ditemukan di dalam mobil di kawasan Padalarang, Kabupaten Bandung...

Regional

Newestindonesia.co.id, Aksi percobaan penjambretan terhadap seorang nenek terjadi di kawasan Jelambar, Jakarta Barat. Pelaku bahkan sempat kembali ke lokasi dan berpura-pura menolong korban yang...

Regional

Newestindonesia.co.id, Sebuah peristiwa yang menyita perhatian publik tengah ramai diperbincangkan di media sosial. Seorang pria berinisial AS (25) dikabarkan memergoki calon istrinya, NH (23),...

Advertisement