Newestindonesia.co.id, Pemerintah Kota Medan mencatat sedikitnya 20 warga meninggal dunia akibat banjir besar yang melanda kota tersebut pada November 2025, menurut data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. Dari jumlah itu, 8 korban diduga tewas karena penggunaan genset dan sengatan listrik saat upaya pemulihan berlangsung pascabanjir.
Dilansir melalui detikSumut, Wali Kota Medan, Rico Waas, menyampaikan bahwa Pemkot saat ini tengah mengupayakan pemberian santunan bagi ahli waris korban jiwa melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI).
“Dinas Sosial kita sedang berkomunikasi dengan Kementerian Sosial untuk bisa mendorong kepada santunan itu,” ujar Rico pada Sabtu (3/1/2026).
Proses Pengajuan Santunan
Rico menjelaskan bahwa koordinasi dengan Kemensos sudah dilakukan, dan kementerian telah menyatakan kesiapan memberikan bantuan santunan bagi keluarga korban. Namun, pemkot belum merinci besaran santunan tersebut.
“Sedang kami usahakan. Kami sudah berkoordinasi dengan Kemensos. Bagi korban jiwa yang ada. Karena dari Kemensos sudah menyatakan bahwasanya akan ada bantuan,” jelasnya.
Pemkot Medan saat ini juga tengah memfinalisasi seluruh data korban meninggal dunia, termasuk mereka yang berasal dari luar wilayah administratif Medan. Beberapa korban tercatat memiliki KTP dari Kabupaten Deliserdang, sehingga data dan mekanisme penyaluran santunan akan dikomunikasikan lebih lanjut dengan pihak-pihak terkait.
Data Terperinci Korban Jiwa
BPBD Kota Medan merinci korban jiwa berdasarkan lokasi dan penyebabnya:
Korban meninggal menurut kecamatan:
- Medan Polonia: 1 orang
- Medan Barat: 2 orang
- Medan Deli: 1 orang
- Medan Helvetia: 1 orang
- Medan Labuhan: 1 orang
- Medan Marelan: 1 orang
- Medan Sunggal: 1 orang
Korban akibat sengatan listrik dan genset:
- Medan Deli: 2 orang (genset)
- Medan Barat: 3 orang (tersengat listrik dan kebakaran)
- Medan Marelan: 3 orang (genset)
“Kami sedang finalisasi karena ada juga yang dari Deliserdang juga, nanti kami akan komunikasikan karena KTP-nya ada yang Deliserdang,” tambah Rico.
Konteks Banjir Besar di Sumatra
Banjir yang menerjang Medan merupakan bagian dari bencana banjir dan longsor yang lebih luas di pulau Sumatera pada akhir 2025, yang telah menyebabkan ribuan korban tewas, luka, dan hilang di beberapa provinsi. Menurut data resmi, total korban meninggal di seluruh Sumatera dilaporkan mencapai puluhan bahkan ratusan jiwa, dengan dampak yang sangat luas terhadap infrastruktur, rumah penduduk, dan fasilitas umum.
Langkah Pemulihan dan Bantuan
Sebelumnya, Pemkot Medan telah menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak memberikan santunan langsung untuk korban jiwa, sehingga permohonan bantuan santunan dukacita diajukan langsung ke Kemensos setelah data lengkap diterima dari kelurahan dan kecamatan.
Pemerintah pusat melalui Kemensos sendiri sebelumnya telah menyiapkan kebijakan santunan bagi korban bencana di Sumatera, termasuk kemungkinan pemberian santunan hingga jutaan rupiah untuk ahli waris korban meninggal berdasarkan regulasi bantuan bencana yang berlaku.
Editor: DAW




You must be logged in to post a comment Login